Antara Cinta Dan Agama

Antara Cinta Dan Agama
chapter 32 cekcok


__ADS_3

jika athala dan salsa memiliki rencana untuk memisahkan aera dan Kenzo, tak kalah dengan mereka, aera dan teman-temannya pun merencanakan sesuatu untuk memberi peringatan pada athala dan salsa, memang sebenarnya ini juga rencana yang di rencanakan oleh Laila dan Rion awalnya.


saat ini pukul 8 pagi mereka semua sudah berada di kampusnya, berjalan menuju kelas nya melewati koridor kampus seperti biasanya, saat menuju ke kelasnya mereka berpapasan dengan kakak tingkatnya yaitu athala bersama temannya yang bernama reval, tidak menutup kemungkinan seorang athala yang berpapasan dengan aera dan kawan kawan itu sedang menjalankan rencana licik nya.


"Eh Ra...mau kemana?" sapa athala


"mau menghitung jengkal luas kampus ini", ketus Laila, Laila menjawab athala saat aera diam saja.


"gue ga nanya Lo, gue nanya aera" jelas athala


" ya Lo mikir aja, jam segini kita rame-rame ada di koridor menuju kelas! malah nanya" cetus Laila lagi


"iya iya gue kan cuma menyapa" jelas athala


"husshhh udah -udah ayo kekelas, masih pagi lho ini udah ribut aja " jelas alvaro


mereka pun pergi ke kelas mereka meninggalkan athala dan temannya.


sesampainya di kelas berapa terkejutnya mereka melihat salsa yang duduk di bangku milik Kenzo dengan sebuah map coklat yang ia taruh di meja nya.


"woyy ngapain dia duduk disitu?" tanya Laila yang masih berdiri di depan pintu


"ga ngerti dia gila banget ngejar Kenzo nya" ucap varo


mereka masuk ruang kelas, Kenzo lebih dulu maju ke bangku nya


"ngapain Lo duduk di bangku gue?" tanya Kenzo pada salsa


"lho emang ga boleh aku cuma numpang duduk lho disini" jelas salsa


"Lo ngapain numpang duduk di kelas gue? kita aja beda kelas, Lo kalau mau numpang duduk, sana duduk di bangku koridor aja" usir Kenzo menarik tangan salsa


"aww sakit Kenzo, aku tuh kesini mau ngasih ini ke kamu " ucap salsa memberikan Map coklat yang di pegang nya pada Kenzo


"apaan nih?" tanya Kenzo


"liat aja! nanti juga kamu tau, ini tentang aera" jelas salsa


"tentang gue?" tanya aera

__ADS_1


"iya tentang Lo, kenapa? takut?" ucap salsa yang tidak di jawab oleh aera


"apa dia cari tau tentang gue?" batin aera


" Ra...apa dia tau identitas Lo Ra?" bisik laila


"gue juga ga tau lai, tapi bagaimana cara dia tau siapa gue yang sebenarnya?" bisik aera kembali


"husshh jangan mikir buruk dulu, kita liat aja apa yang salsa ingin tunjukkan" jelas Jinny berbisik


Kenzo pun membuka map coklat itu dan mengeluarkan isi di dalamnya, yang ternyata beberapa foto aera dengan seorang pria


"ini foto aera,Lo dapat dari mana?" tanya Kenzo


"aku bayar orang untuk cari tau tentang dia Ken, aku cerdas kan" ucap salsa


" trus Lo yakin ini semua valid?" tanya Kenzo


" yakin dong, aku bayar dia mahal-mahal ya jelas orang yang terpercaya" jelas salsa membanggakan dirinya


"Ra...bisa jelasin dengan foto ini?" tanya Kenzo memberikan foto aera


" gue sih ga yakin kalau foto itu valid" ujar Laila yang diangguki ketiga temannya.


"lho ini mah Gus faizar" ucap Laila dan Jinny bersamaan


"Gus faizar? Gus faizar siapa?" tanya Rion penasaran


di foto itu terlihat aera sedang duduk di cafe dan lelaki yang di sebutnya Gus faizar itu sedang duduk di depannya.


"iya Gus faizar, Gus faizar itu teman nya kak Valero, kakak sepupunya aera itu lho, dan gue sama Jinny juga ada di sana kok saat itu, kak val juga" jelas Laila.


sontak mendengar itu salsa yang tadinya sedang tersenyum sumringah memandang Kenzo melunturkan senyumannya ,ia merasa yakin akan hari ini adalah hari kemenangannya


"G-gus faizar?" ucap salsa


"Ra ..Gus faizar siapa?" tanya Kenzo


" tadi Laila sudah menjelaskan siapa Gus faizar, Gus faizar teman kak val, dia putra kiyai di pondok gue" jelas aera

__ADS_1


" tapi kenapa?" tanya Kenzo yang nampak tak percaya menatap Aera


" kenapa apanya?" tanya aera bingung


" kenapa bisa Lo sama dia?" tanya Kenzo


" karena kakak gue ikut ke cafe bareng gue dan kebetulan Gus faizar lagi disini jadi kak val mengajaknya, kenapa? ga percaya?" tanya aera


" ya tapi kenapa Lo ga pernah cerita ini?" tanya Kenzo lagi


"apa yang perlu di ceritain? cerita kalau gue kemana mana di ikutin kak val? apa yang harus gue ceritain Ken? gue bukan siapa-siapa Lo, dan..gue pikir Lo percaya dengan kejujuran gue, Ken gue ga pernah bohong sama Lo" jelas aera kecewa dengan pertanyaan Kenzo yang nampak tak percaya dengannya


"maksud gue ga gitu Ra, gue cuma pengen tau yang sebenarnya" ucap Kenzo


"itu yang sebenarnya Ken, apa yang harus gue jelasin? ini hal yang ga begitu penting untuk gue ceritain ke Lo, apa saat gue pergi dengan kakak gue harus bilang ke Lo? bahkan gue ga tau gue ini siapa" ucap aera.


"Ra..." panggil Jinny dan Laila bersamaan menggenggam tangan aera.


" Kenzo, Lo tuh apa apaan si? kenapa jadi nyudutin aera seperti ini" ujar Jinny


salsa yang melihat Aera dan Kenzo sedang cekcok itu pun sangat senang, dia berharap rencana nya untuk membuat Kenzo dan aera saling membenci itu berhasil, namun salsa tidak tau jika Kenzo tidak benar-benar berasa di pihaknya.


" bukan gue ga percaya, gue cuma pengen dengar saat aera cerita ke gue" jelas Kenzo


"jangan kekanak-kanakan Kenzo, itu buat aera ga nyaman, Lo sama aera ga ada kepastian sama sekali, Lo ga perlu bersikap seperti itu ke aera" ucap Jinny


" gue mau ke toilet" ucap aera berjalan keluar dari kelasnya


"Ra..Ra..aera...tunggu! gue mohon maafin gue, gue ga bermaksud menyudutkan Lo" ucap Kenzo berlari mengejar aera dan menarik tangannya


" lepasin tangan gue!" ucap aera


"Ra ... gue ga bermaksud seperti itu, tolong dengarkan gue bicara sebentar" ucap Kenzo


" cukup ya Ken! gue ga mau dengar apapun lagi, Lo udah sekali ga bisa percaya kan sama hal kecil seperti ini, jadi lanjutkan, gue ga memaksa Lo untuk percaya sama gue"


" tapi Ra..jangan begini, gue ga bisa, tolong" Kenzo memohon


"kembali ke kelas Lo, gue lagi pengen sendiri" jelas aera dan pergi meninggalkan Kenzo.

__ADS_1


Kenzo akhirnya pun menyesali perbuatannya, dan merasa kecewa pada diri nya sendiri yang belum bisa mengontrol sifat kekanakkannya, sampai dia tak sengaja melontarkan pertanyaan yang membuat aera kecewa dengannya karena terlihat tidak mempercayai aera, jelas-jelas hubungan mereka sedang banyak pengganggu nya, walau awal hubungan mereka hanya berteman dekat tanpa kepastian, namun mereka sama-sama saling membutuhkan.


(ada yang mau liat visual mereka? mau aku spill ga nih? komen ya)


__ADS_2