
tidak ada hal yang tidak mungkin, awalnya aera hanya sebatas kenal dengan Gus faizar namun papa dan mama aera sangat senang dengan sifat lembut faizar.
Valero pun jadi sering kemana mana bersama faizar,
di balkon rumah...
"Ra..gimana Gus faizar?" tanya mama
"gimana apa nya mah?"
"iya menurut kamu faizar gimana orangnya?"
"ya ga gimana gimana" ucap aera
"ya Allah maksud mamah tuh apa dia orang nya baik, santun ganteng atau apa kek gitu, masa respon nya kaya gitu si" ujar mama
"kan Gus faizar sama aja sama yang lain mah, sama sama lelaki" tegas aera
"ishhh terserah kamu deh Ra" ucap mama
"lagian kenapa mama ga berenti ngomongin Gus faizar ? dari kemarin guuuuusssss Mulu di omongin, sampe bosen aku tuh" ucap aera
"ihhh ga boleh gitu sayang, Gus faizar baik banget lho orangnya"
"iya deh baik menurut mama, udah ahh aku mau lanjutin tugas aku belum selesai" ucap aera
"yauda yaudah kalau gitu mama turun ya"
"oke mah.."
aera pun melanjutkan mengerjakan tugas kuliahnya, mama pun turun kebawah menuju kamarnya, mama menghampiri papa aera, memang saat itu hari libur jadi papa ada dirumah begitupun aera.
"pah..gimana ya caranya supaya aera nyangkut ke Gus faizar" ujar mama
"nyangkut apa? emang aera ikan yang di pancing nyangkut di kail?" jelas papa
"mama tuh srek banget sama Gus faizar, orang nya insyaallah Soleh, lembut, sopan, mana ganteng" jelas mama
"ohh jadi faizar ganteng" ucap papa jealous
"ih papa kenapa jadi jutek gitu mama bilang faizar ganteng, memang dia ganteng kok"
"iya deh yang lagi tercandu sama kegantengan faizar" papa meledek mama seakan akan cemburu dengan faizar
"ealahh papah, ya tetap gantengan papa dong, pokoknya papa kan number one di hati mama" ucap mama membujuk
"alahh gombal nya bisa aja kamu mah" papa terkekeh
"hehehe terus gimana dong pah?" tanya mamah
"mah, kayanya kamu yang ngebet buat comblangin aera sama faizar deh" ujar papa
"abisnya mama klop banget sama faizar pah"
"mah, lebih baik biarkan aera sendiri yang menilai dan menyikapi, nanti kalau mama yang ngebet kaya gini terus terusan memuji faizar di depan aera justru akan buat aera risih mah, lebih baik serahkan semuanya sama Allah, jodoh itu di tangan Allah mah, jadi serahkan semuanya dan kalaupun faizar bukan jodoh aera, Allah akan berikan jodoh yang seperti faizar bahkan lebih baik dari itu" papa beri nasihat
"hmmm iya pah maaf, mama yang terlalu excited ya" ucap mama
"it's oke, selagi masih wajar lebih baik di hindari untuk tidak berlebihan" ujar papa
"iya pah"
__ADS_1
setelah perbincangan itu mama dan papa aera pun kembali seperti semula, melakukan aktivitas yang mereka biasa lakukan.
......................
hari semakin sore, selepas solat Maghrib aera sudah berpakaian rapih namun Santai, masih dengan balutan hijab kegemarannya, aera turun menghampiri kedua orang tuanya yang sedang berada di ruang keluarga.
"papah..mamahh" panggil aera berlari kecil
"sayaangg, jangan lari lari kaya gitu" ucap mama
"hehehe maaf mah"
"kamu mau kemana sayang? udah cantik gini?" tanya papa
"pah aku mau izin ke cafe sama Jinny dan Laila boleh?" tanya aera
"ada acara kah sayang?" tanya mama
"ngga mah, kan lagi hari libur, tadi aku mau ke cafe tapi tugas aku belum selesai Laila dan Jinny pun sama masih ngerjain tugas juga, nah maka dari itu kita mau ketemu sekarang hehehe boleh yaa" jelas aera membujuk orang tuanya
"dijemput atau bawa motor sendiri kamu Ra?" tanya papa
"hmmm aera sih lagi pengen bawa motor sendiri pah, udah lama ga bawa motor nanti karatan lagi" ujar aera
"yaudah kalo gitu tapi kamu hati hati ya! jangan pulang lebih dari jam 10, pokoknya jam 9 harus udah jalan pulang!" pinta papa
"oke siap bapak negara" jawab aera memberi hormat, membuat mama nya terkekeh melihat tingkahnya
"kalo gitu aera pamit ya, assalamu'alaikum" ucap aera mencium punggung tangan kedua orang tuanya
aera pun berjalan menuju pintu keluar rumahnya, baru beberapa langkah aera berjalan dari ruang keluarga nya itu, Valero dan faizar datang menghadang.
"isshhhh mau ketemu Jinny sama Laila" jawab aera memutar bola matanya
"jalan sendiri?" tanya Valero
"hmmmm" jawab aera singkat
"ngga ga ga, ga boleh sendirian!" ucap val
"apaan sih kak ihh"
"pokoknya ga boleh sendiri, kakak ikut!" paksa val, faizar yang ada di sana tetap diam melihat kedua saudara itu berdebat
"kakaaaakkk aku lagi pengen bawa motor sendiri" rengek aera
"kan bisa aku ikutin dari belakang" ujar val
"pliisss aku pengen sama teman-teman aku aja" ucap aera
"kakak ga akan ganggu, janji deh!" ucap val
"mamaaaaaa" rengek aera
"sudah lah sayang ikuti saja, kakak mu itu keras kepala" ucap mama
"tuh boleh kan" val terkekeh
"terserah!" jawab aera kesal dan langsung berjalan ke garasi motor nya dan menaiki motor sport berwarna hitam yang ia jarang gunakan
"ayo iz" ajak val pada faizar
__ADS_1
"mau kemana?" tanya faizar
"tuuuhhh....mengikuti tuan putri kesayangan gue" ucap val menunjuk aera, faizar terus memperhatikan aera berjalan hingga menaiki motor sportnya
"eh eh val, itu beneran dia bawa motor itu?" tanya faizar
"hahaha ya iya iz, jangan kaget deh"
"ga kaget si cuma agak heran aja, bahkan motornya aja lebih besar dari pada tubuhnya val" ucap faizar
"hahahah jangan kaget iz, aera itu kecil kecil gitu kaya gangster, motor yang kamu liat di garasi itu ada yang punya dia dan ada yang punya aku" jelas val
"wahhh" faizar terpukau
"dia lebih suka mengendarai motor, tapi bukan berarti ga suka mobil ya, dia bisa mengendarai mobil tapi lebih suka di supirin dari pada supir sendiri" jelas val lagi
"ohh gituu, hebat ya Masya Allah" jawab faizar
"yaudah ayo kita ikuti dia" ajak val yang di angguki faizar
mereka pun mengikuti motor yang aera kendarai, faizar pun melihat betapa lihai nya aera mengendarai motor sport nya itu, hingga tidak lepas dari pandangannya itu
......................
sesampainya di cafe aera langsung menghampiri Jinny dan Laila, kebetulan saat itu Kenzo dan teman-temannya tidak ikut ke cafe pada malam itu, tidak lama aera masuk ke cafe di ikuti Valero dan faizar dan mereka pun menyapa
"hayy Jinny..Laila?" ucap Valero
"lho kak val" ucap Laila
"gabung boleh?" tanya val
"hmmmm" jinny dan laila main tatap tatapan
"kakak pisah meja aja sih! ini tuh cewek cewek mau curcol" ucap aera
"ishhh yaudah kalo ga boleh" ucap val yang tak di jawab oleh aera
"oiya ini kenalin namanya faizar, Gus muda di pesantren aera dulu" ucal val memperkenalkan faizar
"assalamu'alaikum", ucap faizar menundukkan kepala
"aaaaaaaahhhh faizar, salam kenal faizar" ucap laila mengulurkan tangan
"salam kenal saya faizar" ucap faizar menyatukan tangannya karena bukan muhrim.
"eh iya salam kenal" ucap Laila kembali
Valero dan faizar pun duduk di samping meja aera, tidak jauh dari meja aera.
"ohhh itu ra yang namanya Gus faizar?" tanya Jinny
"iya"
"oke juga" ucap Jinny
"wahhh bukan oke lagi itu mah bening banget jin" ujar Laila terpesona pada ketampanan faizar
"heehhh jaga pandangan" ucap Jinny.
aera pun tetap tak bersuara, karena merasa mood nya mulai menghilang yang di sebabkan ke usilan Valero
__ADS_1