Antara Cinta Dan Agama

Antara Cinta Dan Agama
chapter 30 rencana salsa


__ADS_3

sudah tiga hari salsa menjalankan rencananya, Laila teman aera masih menaruh curiga dengan perubahan sikap salsa, salsa juga jarang terlihat bersama dengan Genk nya meta belakangan ini, salsa berusaha bergabung dengan aera dan teman-temannya, belakangan ini pun salsa selalu berbuat baik tidak seperti biasanya yang selalu mengganggu dan berbuat seenaknya.


di pantry aera dan teman-temannya sedang berkumpul makan bersama, tak lama salsa datang menyapa


"hayy guys, lagi pada makan ya? gue boleh gabung ga?" tanya nya


"dih ngapain kau?" cetus Laila


"gue hanya ingin memperbaiki kesalahan gue sama kalian" jelas salsa


"halahhh bulshit " ucap Laila


"lai...udah biarkan saja jika dia ingin duduk disini dengan kita " jelas aera


"Lo terlalu baik Ra" ujar Laila


aera pun mengizinkan salsa duduk bersama dengan nya dan teman-temannya, salsa lalu memilih duduk di samping Kenzo yang memang terdapat bangku kosong di sampingnya.


dengan sikap salsa, tentu saja membuat Laila yang dari awal curiga dengan perubahan sikap salsa justru semakin curiga kepadanya.


sikap salsa yang terus menerus menampakkan bahwa ia sangat ingin mengambil perhatian Kenzo itu membuat teman-teman aera pun risih melihatnya, saat sedang makan pun dia selalu saja berusaha menempel dengan Kenzo, berusaha mendekati Kenzo meski Kenzo tidak menghiraukan.


"lai..Lo ngerasa si salsa ada yang aneh ga?" bisik Rion


"iyaa Yon, gue curiga banget sama dia, kayanya dia punya rencana deh di balik ini semua" balas Laila berbisik kembali


"gue curiga dia pura-pura baik untuk mendekati Kenzo" bisik Rion kembali


"itulah yang gue pikirkan dari tadi, hmmm liat aja, gue akan cosplay jaid detektif" ucap Laila


"ishhh belagu Lo" ucap Rion tak sengaja meninggikan suaranya dan membuat semua teman-temannya menoleh kearahnya


"siapa yang belagu on?" tanya varo


"eh ng-ngga var, ini si Laila lagi halusinasi" ucap Rion asal


mereka semua pun hanya terkekeh melihat tingkah dan jawaban yang di berikan Rion


...****************...


keesokan pagi nya seperti biasa aera melakukan aktivitas sebelum pergi kuliah.


dan saat ini aera sudah sampai di kampusnya, teman-temannya pun juga sudah datang.


salsa yang masih menjalankan rencana yang ia buat itu sedang berusaha mendekati Kenzo, namun Kenzo itu benar-benar sama sekali tidak merespon nya.


(saat di perpustakaan kampus)


aera dan teman-temannya sedang duduk membaca buku bersama, salsa pun juga ada disana.


salsa selalu saja berusaha berbicara dengan Kenzo, ia selalu saja bersikap berlebihan dengan Kenzo.


"Ken, kamu mau minum kopi ga?" tanya nya pelan


"Ra mau minum kopi?" bukannya menjawab Kenzo justru menawarkan aera

__ADS_1


"ngga, gue lagi ga pengen kopi" jawab aera tanpa tau pertanyaan itu berawal dari siapa


lalu Kenzo menjawab salsa


"ga! gue ga ngopi" ucap nya, salsa yang mendengar itu pun sangat kesal.


dia merasa Kenzo sama sekali tak tergoda dengan nya


"kurang ajar! gue hanya menawarkan itu untuk Kenzo, dia malah bertanya sama si jala*g itu" batin nya


tanpa mereka sadari pun ternyata ada yang sedang mengawasi mereka dari kejauhan, dia adalah meta.


saat itu meta tidak bersama Genk nya.


meta pun hanya memandang mereka, memperlihatkan sikap salsa yang semakin agresif pada Kenzo


hati nya sangat ingin mengatakan semua yang di lakukan salsa itu hanya kepalsuan, namun mulutnya enggan membuka suara, karena takut ia melakukan kesalahan.


meta pun sempat bingung dengan siapa dia harus berbicara? karena semua nya sudah tidak lagi percaya dengan nya, kecuali aera! namun tidak mungkin ia langsung mengatakannya pada aera.


"meta! Gue mau bicara" ucap Laila yang tiba-tiba datang tentu itu membuat meta terkejut karena sedari tadi meta hampir terjebak dalam lamunannya


"mau bicara apa lai? tanya meta


"ikut gue!" ujar Laila lalu menarik tangan meta, meta pun hanya mengikuti tanpa perlawanan.


lalu Laila mengajak nya ke sebuah tempat, tepatnya di samping loker khusus mahasiswa.


"Lo tau kenapa salsa Tiba-tiba berubah kan?" tanya Laila to the point


"temen Lo itu secara tiba-tiba berubah menjadi baik dan sekarang dia selalu saja mengikuti kemana pun kita berada, apa sih rencana nya?" jelas Laila yang langsung bertanya


"hmm..Ng-ngga tau juga gue" jawab meta ragu


"JUJUR LO! gue tau Lo itu tau apa rencana dia, kenapa ga mau bicara? takut sama dia?" cetus Laila


"ng- ngga lai gue emang ga tau apa rencana dia"


"terus kenapa lo memperhatikan kita tadi di perpus?" tanya Laila


"gini...ini hanya pikiran gue ya! dan gue ga tau bener atau ngga nya, sepertinya salsa ingin mendekati Kenzo" jelas meta


"maksud Lo?" tanya Laila bingung


"gue memang ga tau pasti rencana dia lai karena dia merencanakan itu bukan dengan gue ataupun teman-teman gue, tapi yang pasti dia berencana untuk mendapatkan Kenzo" jelas meta


"kenapa Lo bisa yakin?" tanya meta


"gue tau salsa, dia akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang dia inginkan" jelas nya


"ooohhhh jadi ini rencana dia, apa dia melakukannya sendiri?" tanya Laila


"gue juga ga tau, tapi beberapa hari yang lalu kak athala datang dan mengajak salsa bekerjasama untuk memisahkan aera dan Kenzo, namun gue ga tau rencana mereka apa" jelas nya


"hmmm oke oke, thanks ya met! gue balik ke perpus dulu" Laila langsung meninggalkan meta

__ADS_1


Laila pun kembali ke perpustakaan kampus nya, saat menuju ke bangku nya Laila memperhatikan salsa yang sedari tadi memandang Kenzo namun tidak di Sadari oleh Kenzo sendiri.


"ehem ehem" Laila berdehem saat sampai di bangku nya itu pun membuat salsa sedikit kaget dan berhenti menatap Kenzo


"dari mana Lo lai?" tanya Jinny


"nyari angin, abisnya disini sumpek banget setelah bertambah orang" sindir Laila


"hah? maksud Lo apa si lai?" tanya Jinny tidak mengerti


"ahh ngga jin, Yo lanjut baca kita" ucap nya


karena kesal dengan fakta yang ia tau, Laila pun terus menatap salsa yang terus menatap Kenzo.


setelah membaca buku di perpustakaan mereka pun kembali ke kelas mereka, saat berjalan menuju kelas tiba-tiba Kenzo merintih kesakitan di bagian kepalanya hingga tangan aera di genggam nya dengan kencang.


"shhhh aahhhh auuuuu" ucap nya memegang kepala


"Ken kenapa Lo?" tanya Alvaro


"Ra kepala gue" ucap Kenzo menggenggam tangan aera dan memegang kepalanya yang sakit


"kepala Lo kenapa?" tanya aera khawatir


"sakiiitttt" ucap nya merintih, aera pun mengusap kepala Kenzo dengan satu tangan yang tidak di genggam kenzo


"kamu kenapa Ken? mana yang sakit?" tanya salsa menjalankan aksi nya


"dihhh jijik banget" ucap Rion


"Ra sakiitttt" ucap Kenzo merintih lagi


"iyaa tahan sebentar ya, gue lagi usap usap kan, ayo duduk dulu" ujar aera Kenzo pun mengerti.


"mau aku yang mengelus kepalanya? sini aku elus supaya tak sakit" ujar salsa menyingkirkan tangan aera dan menyentuh kepala Kenzo.


semua teman aera merasa kesal dengan tingkah salsa terutama Laila dan Rion.


"siapa Lo berani nyentuh kepala gue?" cetus Kenzo menyingkirkan tangan salsa dari kepala nya dan meminta aera mengelus nya kembali


"aku kan cuma mau bantu kamu aja Ken" ucap salsa


"ga perlu! yang boleh nyentuh kepala gue cuma aera!" jelas Kenzo


"suttt udah Kenzo, Lo tarik nafas pelan-pelan, ayo atur nafas Lo, kalau masih mau berdebat disini gue ga mau ya ngelus kepala Lo lagi" ucap aera


"iya iya gue diem, jangan berhenti mengelus!" pinta Kenzo


"iyaa bayi besar"


dengan perasaan kesal, dan juga marah salsa mengepalkan tangannya


"dasar jala*g , ban*sat, gue berusaha deketin Kenzo tapi dia malah makin nempel", batin salsa


"liat aja Lo gue akan buat Kenzo benci sama Lo" ucap batin nya lagi.

__ADS_1


__ADS_2