Antara Cinta Dan Agama

Antara Cinta Dan Agama
Jadian


__ADS_3

Kedua bola mata Aurora yang berpaut dengan bola mata disebrang sana dengan pemilik bernama Andre kini saling bertemu.. Membuat keduanya seperti merasakan hal yang canggung disana, dimana satu sama lain memergoki diri menggunakan outfit yang sama, bahkan sama tanpa beda, sebuah baju couple..


Mereka berjalan berpapasan, baik Andre maupun Aurora tak ada yang bergeming,, namun sesaat sebelum Andre melewati Aurora, Aurora menggenggam tangan Andre kemudian melepasnya lagi, meskipun ia tak menoleh sama sekali..


Jam kuliah dimulai,, Aurora memfokuskan diri untuk mengikuti pelajaran yang disampaikan dosen sedangkan dibalik jendela kelas yang berada dilantai 2 itu, nampak Andre sedang memperhatikan Jesika dan Dias sedang duduk bersama, ada kekecewaan yang terlukis pada wajah Andre, akhirnya Aurora memutuskan untuk keluar kelas dan Andre, ia tak memperdulikan dosen yang sedang menjelaskan.


"ayo ikut aku" Aurora menarik paksa tangan Andre yang terpaku melihat Jesika dan Dias sedang bersama mesra.


Ia membawanya ke halaman belakang kampus, tampak sepi disana.


"kamu masih bucin sama Jesika? Kenapa gak kamu rebut lagi aja dia dari Dias, toh Jesika juga masih mencintaimu" Aurora menjelaskan panjang lebar dan penuh emosi.


"kamu melihatku memperhatikan mereka? Kamu bolos?? Andre yang bertanya balik menyerang dengan keberadaan Aurora yang seharusnya sedang mengikuti mata kuliahnya.


"iya, aku lihat kebucinan mu disana, dikedua bola matamu" tanpa menjelaskan kenapa dia ada dihadapan Andre. Ia kemudian memperhatikan baju yang dipakai Andre yang membuatnya tertawa.


"kamu pakai baju itu, kenapa? Apa kamu tau aku juga akan menggunakan nya? Hahaa" Aurora tertawa tergelak..


"entahlah, aku ingin saja memakainya, dan kamu? "


" kita ditakdirkan untuk berpacaran Ndre, kamu lihat kan betapa orang melihat kita dengan tatapan yang beda, mereka pasti mengira kita berpacaran" Aurora mendekati Andre..


"maksudmu? Hanya karna baju couple ini? "


" iya, apa harus ku beri bukti kalau kita sekarang harus berpacaran? "


" huh? Apa maksudmu? Andre semakin bingung


"sini" Aurora menarik tangan Andre dan membuat mereka sangat dekat dalam tatapan yang bertemu..


Deg... Andre merasakan getaran tak biasa..


Deg.. Tak kalah Aurora juga merasakan hal yang sama...


Aurora pun terpejam dan mendekatkan bibirnya pada Andre,, ia hendak mencium Andre. Andre hanya terdiam dan segera menyedarkan diri lalu mendorong kuat tubuh Aurora hingga ia terjatuh..


"aww... Arggghtt... " Aurora meringis kesakitan.


Andre pun panik dan segera membantu Aurora untuk berdiri.

__ADS_1


" Maafkan aku Ra, aku gak sengaja"


"uhh..." Aurora mengibas ngibas celananya yang kotor..


"Maaf Ra, aku bener bener gak sengaja" Andre masih saja meminta maaf.


"aku tak mengerti mengapa aku menyukai lelaki sepertimu, dan aku juga tak tau kenapa ada orang sepertimu didunia ini" Aurora mengomel pada dirinya sendiri.


"udahlah, that's ok, but aku punya satu permintaan hari ini untuk menebus kesalahanmu karna telah mendorongku baru saja"


"hah? Apa itu? Maaf pun harus menggunakan syarat kah? Andre yang merasa aneh pada Aurora.


"Aku pengen kamu jadi pacarku"


Andre terdiam, ia belum bisa memberikan keputusan dengan keadaannya saat ini yang terasa berantakan.. Dengan keberadaan Jesika yang masih bersemayam dihatinya dan keberadaan Aisyah yang tak ingin ia kecewakan, terlebih kini Aisyah telah menyatakan cintanya, sama halnya dengan Aurora.


"apa kau tidak mempermainkanku, miss Aurora? Andre kemudian mempertanyakan keseriusan Aurora padanya, dengan menekankan namanya.


Capa yang harus aku buktikan untuk membuatmu percaya, mr. Andre?? Apa kaperlu kau mendorongku untuk yang kedua kalinya? Aurora menantang.


Andre terdiam, lalu ia memegang tangan Aurora. "baiklah, beritahu orangtuaku bahwa kau adalah kekasihku"


Andre pun berlalu dengan wajah datar untuk memasuki kelasnya, sedangkan Aurora segera pulang kerumahnya dengan perasaan yang sangat gembira, sementara Aisyah? Ia memutuskan untuk pulang tanpa memberitahu Andre.


"Cha, biar Andre yang mengantarmu, apa yang terjadi hingga kamu memutuskan untuk pulang mendadak begini, apa tante punya salah? Apa Andre punya salah yang tak bisa kamu maafkan, Cha?? Tante Azlina berusaha membujuk dan mencegah Aisyah untuk pulang tanpa memberitahu Andre terlebih dahulu.


"engga tante, Icha cuman ga mau ngerepotin tante dan mas Andre, Icha cuman pengen pulang dengan tenang, Icha udah terlalu lama disini tante"


"setidaknya biarkan Andre mengantarmu ke bandara"


"gak papa tante, Icha bisa sendiri kok, Icha juga udah pesen taksi buat kebandara sendiri, tante tenang aja, Icha akan baik baik saja"


Bu Azlina pun segera menghubungi Andre yang masih mengikuti kelasnya.. Andre pun izin pada dosen untuk absen hari ini.. Kemudian ia langsung menyusul Aisyah ke bandara.


"Cha, apakah ini yang membuatmu akan merasa lebih baik? Apa kamu membenciku?


"engga mas, Icha sama sekali gak benci sama mas, tapi Icha sadar diri, Icha bukan lah siapa siapa dihidup mas, Icha hanyalah beban, Icha nyesal udah mencintai mas" Aisyah pun mengucap air mata yang mulai menitik membasahi pipinya.


"Cha, mas ingin sekali melakukan hal yang sama, mencintaimu, tapi mas gak bisa, mas gak bisa meskipun hanya harus berpura pura mencinta" Andre terduduk lemas sambil meremas rambutnya.

__ADS_1


"Apa karna Icha ini penyakitan mas, Icha memang ditakdirkan untuk menderita tanpa bisa merasakan dicintai oleh orang yang Icha cintai dari dulu, bahkan Icha gak bisa membuka hati memberi ruang untuk cinta yang lain mas" Icha berbalik dan berlalu.


"Cha, tunggu... Maafin mas, Cha. Mas bener bener minta maaf, mas ga bisa membahagiakan Icha "


Aisyah berlalu dengan berderai air mata, namun Andre tak bisa berbuat apa apa.


Aisyah terbang begitu saja tanpa ada pengejaran dari Andre, kemudian Andre pulang kerumah dengan kekusutan nya.


" Ndre, gimana Aisyah? Dia tadi maksa banget buat pulang sendiri Ndre, mama kuatir sama dia, mama juga udah telfonin orangtuanya disana, katanya sih gak papa tapi tetap aja kan mama kuatir, ada apa sih sama Aisyah, kamu apain dia Ndre? Pertanyaan yang menghujani Andre pun tak dapat terelakkan, Andre hanya terdiam tak banyak menjelaskan pada ibunya..


"Ndre jawab mama, apa kamu melakukan sesuatu pada Aisyah"


"enggak ma, Andre hanya mengecewakan nya saja, Andre sampai saat ini belum bisa mencintainya, seperti apa yang kalian harapkan selama ini, Andre gak bisa memaksakan hati Andre ma, Andre berhak menentukan siapa yang Andre cintai ma"


"ya alloh, anak mama, mama tak mengapa Ndre, mama tak akan pernah memaksakan kehendak mama padamu, tapi apa telah terjadi? "


" Aisyah menyatakan cintanya ke aku ma, tapi aku gak bisa" jelas Andre semakin membuatnya kusut.


"ya udah Ndre, tenangkan dulu dirimu, mama akan bicarakan pada papa dan orangtua Aisyah "


Andre pun berlalu menaiki tangga, ia pun segera mengambil wudhu dan shalat.


Ia juga menelfon Danu untuk segera datang. Kemudian menelfon Aurora.


" hallo, ada apa Ndre?"


"bisakah kau kerumahku sekarang"


"baiklah, aku akan segera kesana"


Ia melempar ponselnya kemudian merebahkan tubuhnya pada ranjang yang bercover batik itu..


"kenapa aku juga meminta Aurora untuk datang? Kenapa aku memikirkannya? "


Arrgghtt.... Andre mengacak acak rambutnya.


---


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2