
Mereka berangkat sesaat setelah menyelesaikan sarapan,,
Andre dan Danu duduk di kursi depan sedangkan Aisyah berada di kursi belakang mobil..
Bersyukur ada Danu yang mencairkan suasana, kalau tidak, mungkin tak akan ada obrolan diantara Andre dan Aisyah, mengingat Aisyah yang merupakan gadis pendiam..
Sesampainya dipantai, segera Andre membayar karcis masuk lalu memarkirkan mobilnya, berjalan beriringan untuk mendapatkan salah satu tempat duduk di tepi pantai..
Dikarnakan yang dituju adalah pantai yang sama dengan yang didatangi oleh Aurora, tak lama kemudian mereka pun bertemu.
Andre melihat Aurora sedang asik memotret keindahan pantai, ia terus memandanginya hingga Aisyah mengagetkan nya..
"mas Andre liat apaan?
Engga, mas cuman liat suasana pantai aja, ramai hari ini, mungkin karna hari libur" jawab Andre mengalihkan pandangan nya,, namun Aisyah telah dulu menyelidiki apa yang terekam dimata Andre sebelumnya..
"itu kayaknya Aurora mas, kita samperin yok" Aisyah berdiri sambil meletakkan segelas air kelapa yang tadi ia pegang..
"emm.. Ga usah Cha, biar aja"
"Eh, itu juga ada Jesika mas, sama siapa ya dia, aku kangen banget udah lama ga ketemu Jesika, mas aku samperin ya" Aisyah tak lagi menahan langkah nya, ia segera menghampiri Jesika yang merupakan kawan masa kecilnya itu..
"Jesika "
" iya" Jesika yang asik mengobrol dengan Dias
"ini aku Aisyah "
" oh tuhan, kapan lo kesini Cha, gue kok ga tau sih" ia kemudian berdiri dan dengan sekejap saja mereka telah berpelukan..
"aku kesini 2hari yang lalu, tinggal dirumah Mas Andre, ini aja lagi jalan jalan sama Mas Andre dan Danu juga"
"emmm... " Aisyah bingung dengan keberadaan Dias disana yang tampak akrab dengan Jesika..
" Dia pacar gue Cha, kenalin Dias"
"Aisyah " kata Icha sambil merapatkan kedua tangan nya dan sedikit menekuk lututnya untuk memberi salam..
" Dias " jawab dias singkat
Aisyah pun semakin bingung dengan kedatangan Andre disana, yang tampak begitu tak memperdulikan siapa Dias.. Mereka pun duduk bersama sama..
__ADS_1
Tak kalah bingung, Aurora yang telah usai dengan sesi potret memotretnya pun segera duduk di sebelah Aisyah, karna hanya kursi itu yang kosong..
Aisyah, Andre, Danu.. Kapan nyampe? Dari tadi aku ga liat kalian? Bingung Aurora yang terus menatap Andre
"Baru aja Ra, gak lama eh ketemu Jesika, sahabatku yang cantik ini" kata Aisyah menggoda Jesika.
"Ah, Icha lo kebiasaan deh, gue dibilang cantik, padahal paras dibalik hijab itu lebih cantik lagi" mereka pun sama sama tertawa
Aurora kemudian mengambil ponselnya, ia mengetik pesan disana..
"bisa ngomong bentar ndak Ndre" isi pesan Aurora yang ditujukan pada tak lain adalah Andre.
"ya"
"follow me"
"ok"
Entah setan apa yang menuntun mereka untuk terjebak pada situasi yang menginginkan suasana obrolan berdua padahal disana ada Aisyah dan Jesika yang posisi nya tak perlu lagi dijelaskan siapa mereka sebelum Aurora ada.
"excume me guys, aku mau ke toilet bentar deh, dimana ya? Tanya Aurora pada teman teman nya
Di sebelah sana ada deh Ra, toilet umum, jawab Jesika
Disusul Andre berlalu dengan membawa sebotol air mineral ditangan nya, ia terlihat berjalan menuju arah yang sama.. Itu membuat mereka semua merasa ada yang aneh, namun keberadaan Danu yang selalu bisa mencairkan suasana membuat canda gurau pun terasa lagi..
Aurora bersandar di sebuah westafel sebelum memasuki toilet umum, yang mana terdapat toilet wanita dan pria yang berlainan arah, Andre yang berdiri bersandar didinding yang tak jauh dari Aurora..
"Ndre, banyak hal yang mau ku tanyakan ke kamu"
"apa? "
" semenjak aku kenal kamu, aku merasa ada yang beda" pengakuan Aurora membuat Andre terdiam..
"beda gimana maksud kamu Ra"
"Entah lah, saat aku tau kamu mantan nya Jesika, bagaimana kalian berpisah, dan siapa kamu" Aurora yang dengan keseriusan perkataan nya sambil memegangi kamera yang menggantung di lehernya..
"aku ga ngerti maksud kamu Ra"
"Ndre, kamu mungkin gak percaya, tapi aku menyukaimu, aku ingin mengenalmu lebih dekat"
__ADS_1
Deg... Andre tak menyangka apa yang didengarnya.
"apakah seperti ini cara orang barat menyatakan rasa suka" hatinya yang memaksa otak untuk bertanya tanya
Tak menunggu jawaban dari Andre, Aurora pun berlalu meninggalkan ruangan dengan membiarkan Andre yang masih terpaku disana..
Hari demi hari berlalu seperti biasanya, bahkan tiba Aisyah hendak pulang meninggalkan rumah Andre..
Andre pun mengantarnya ke bandara..
"Mas, makasih untuk semuanya"
"hati hati cha, sampai rumah nanti jangan lupa kabari kami, salam sama om tante ya"
Tiba tiba Aisyah menitikkan air mata, "Mas" ia menutup kedua bola matanya dengan tangan nya yang berbalut angkle yang menutupi punggung tangan nya itu..
"Cha, ga usah sedih, mas slalu doakan yang terbaik buat Icha"
"Mas, Icha,,, Icha" terbata bata ia berucap, dan ia memegangi tangan orang yang dicintainya itu..
"udah Cha" Andre memeluk Aisyah yang larut dalam tangisnya..
Bukan nya mereda, tangis Aisyah kian pecah, entah apa lagi yang ia pikirkan, selain memikirkan penyakit yang menggerogotinya, ia juga memikirkan kedekatan Aurora dengan Andre, bahkan ia juga mendengar percakapan mereka di toilet kala dipantai.
Flashback
Saat itu, melihat Andre pergi mengikuti jejak Aurora, Aisyah tak tenang, ia kemudian mencari alasan untuk pergi meninggalkan Jesika meskipun ia baru saja bertemu dengan sahabatnya itu. Dan saat obrolan antara Aurora dan Andre berlangsung, Aisyah berada dibalik dinding toilet seperti maling yang mengendap endap.. Dari situlah ia selalu dihantui rasa akan kehilangan setelah lama menanti cintanya.
"Mas, Icha sayang sama mas, Icha mau mas jadi millik Icha " kata kata itu terucap begitu saja, ia tak bisa lagi membendung emosinya.
" Mas tau kan kalo Icha mencintai mas, Icha ga bisa lagi membendung ini mas" semakin Icha terkejut dengan apa yang dilakukan nya, semakin mulutnya hendak mengeluarkan apa saja yang ada dalam hatinya..
"Icha takut, sebelom Icha bilang sendiri sama mas, Icha keburu menghadap tuhan mas" Aisyah makin terisak.
Andre melepaskan pelukan nya. "Cha, kita sebagai manusia enggak boleh mendahului takdir, mas tau Icha pasti lagi banyak pikiran"
"enggak mas, Icha bilang kayak gini karna Icha udah lama memendamnya, Icha pengen sebelum Icha pergi, mas tau perasaan Icha, Icha tau sekarang Mas Andre lagi gak menjalin hubungan sama Jesika " dan uniknya disini adalah Andre baru memacari 1 wanita saja, yaitu Jesika yang merupakan cinta pertamanya juga.. (bravo Andre, salut author, bener bener soleh, hahaa, soleh mah ga pacaran yakk)
" Mas, mungkin Icha terlalu bar-bar, terlalu menginginkan ciptaan tuhan sehingga Icha lupa gimana caranya mempertahankan harga diri, maafin Icha mas, Icha....... " lalu Aisyah pun pingsan.
(lalu apa yang akan terjadi selanjutnya? Ayo para readers bantu vote ya, biar author semangats up dengan kelanjutan yang lebih seru,, terimakasih)
__ADS_1
---
Bersambung