Antara Cinta Dan Agama

Antara Cinta Dan Agama
chapter 27 Nightmare


__ADS_3

jika melihat kembali cara aera yang sangat mengkhawatirkan kenzo, begitu juga sebaliknya, kenzo yang mengkhawatirkan aera.


beberapa adegan kebersamaan yang mereka jalanin membuat mereka semakin dekat, apa itu membuat teman teman mereka kesal atau khawatir ? tentu saja tidak, justru mereka sangat senang dengan perubahan aera, yang awalnya aera sangat pendiam dan dingin sekarang aera lebih sering memunculkan senyum manis nya itu.


sebelumnya kenzo memiliki psikis yang kurang baik karena kehilangan sosok yang tersayangnya, yaitu nenek kenzo, aera yang memulihkan kesehatan mental ya perlahan, aera yang menenangkan jika serangan panik nya kambuh, walau itu yang membuat mereka menjadi semakin dekat mereka tidak menyalahkan keadaan jika mereka harus bertemu dengan kondisi yang kurang baik menurut mereka.


...****************...


Di kegelapan malam, hanya lampu tidur yang menyala di pojok kamarnya sebagai sedikit penerangan untuknya, kenzo yang berbaring di atas kasur yang cukup besar untuk satu orang itu berusaha melelapkan tidurnya, dia tampak gelisah berusaha tertidur dengan pulsa, dan perlahan katanya pun terkantuk dan mengerjap lalu tertidur.


suara kamar seketika sunyi, hanya ada kesunyian di malam itu.


Dalam mimpi kenzo


"ken..maafin gue, gue harus pergi" ucap aera dalam mimpi kenzo


"kenapa? kenapa harus pergi?" tanya kenzo megang tangan aera


"gue ga bisa berlama lama di samping lo, gue harus pergi ken, maafin gue "


"ngga....ngga...kenapa semua orang ninggalin gue?"


"masih ada mommy dan daddy lo, jangan merasa kesepian, teman teman kita juga masih atau buat lo, maafin gue ya ken, gue pamit " ucap aera lalu melepas tangan kenzo yang terus menggenggam tangannya


"ngga ra...NGGA RA JANGAN TINGGALIN GUE, GUE GA MAU SENDIRI PLIS GUE MOHON, AERAA!!!" teriak kenzo langsung tersadar dari tidurnya.


dengan nafas yang terengah engah kenzo perlahan turun dari kasur nya, buih buih keringat mengalir dari kepala nya hingga sampai pada pelipis matanya, kenzo menghampiri jendela kamarnya dan menyibakkan gorden pada jendela itu, seketika matahari menyinari kamarnya, ternyata dia terbangun saat matahari sudah terbit, kenzo memang terbiasa tertidur dengan kondisi kamar yang tertutup gorden dengan rapat.


kenzo membuka pintu kaca di depan kamarnya yang menuju ke balkon.


"Huhhh mimpi apa gue barusan? apa arti mimpi itu? apa aera bakal pergi seperti nenek dan kakek?" pikir ya


kenzo pun kembali ke kamarnya lalu bergegas ke kamar mandi untuk bersiap pergi ke kampus nya.


TRIINGGG TRIINGGG


dering ponsel kenzo berbunyi, karena kenzo sedang berada dalam kamar mandi yang kedap udara jadi suara sering ponsel itu tak terdengar olehnya.


setelah keluar kamar mandi pun sering ponsel itu masih saja berbunyi hingga pada akhirnya kenzo pun mengangkat telepon itu.


"*hallo"


"ok..thank you for helping me"


"okay if something looks fishy please let me know, I'll call you back later*"

__ADS_1


kenzo menjawab panggilan itu dengan sesingkat mungkin, kira kira siapa yang menelponnya pagi pagi sekali? kenapa tidak biasanya kenzo menerima telpon dengan menggunakan bahasa Inggris?.


kenzo bergegas pergi ke kampus nya.


...****************...


sesampainya kenzo di kampus, kenzo memarkirkan mobilnya dan langsung berlari melewati koridor kampus nya menuju ke kelasnya


" Mana aera?" tanya kenzo dengan ter engah engah pada anak sekelasnya


" mana aera?" tanya kenzo sekali lagi


"di taman ken" ucap seseorang di kelasnya.


tanpa menoleh kenzo pun langsung berlari menuju taman di kampusnya.


menyusuri koridor kampus nya dengan berlari, melewati para mahasiswa dan mahasiswi yang tengah berlalu lalang.


sesampainya kenzo di taman dia mencari keberadaan aera, dan sesaat dia melihat aera kenzo pun langsung menghampiri aera.


"AERAAA" teriakan kenzo membuat aera yang tengah mengobrol dengan jinny dan Laila itu langsung menoleh refleks.


mereka yang ada di sana pun bingung ' kenapa kenzo berteriak seperti itu'


"Ke-ken lo kenapa?" tanya aera terkejut


"woyy bro masih pagi, lo main peluk-peluk anak orang aja lo" ucap rion


"Ra..huhh huhh huhh Raa..gue" ucap kenzo ter engah


"kenapa ken? coba tarik nafas dulu pelan-pelan" ujar aera mengelus punggung belakang kenzo


dengan nafas yang masih belum beraturan kenzo berkata..


"lo mau ninggalin gue kemana ra?" tanya kenzo dengan wajah murungnya


"Hah? ninggalin siapa?" tanya aera bingung


"lo mau ninggalin gue seperti nenek kan? lo mau pergi ya? lo bosen ya sama gue, lo cape ya sama gue?" ucap kenzo terlihat khawatir


"apa sih ken? gue ga kemana mana, gue disini!" ucap aera berusaha membuat kenzo mengerti


"jangan tinggalin gue! gue mohon" ucapnya


"hei ..hei.. tenang dulu.. kenapa sih? gue ga kemana mana, gue disini" jelas aera

__ADS_1


"lo kenapa sih ken? aera dari tadi disini padahal" ucap jinny yang bingung dengan sikap kenzo


"semalem gue mimpi aera ninggalin gue" ucap kenzo


"ASTAGAAAAAA" ucap jinny, Laila, rion dan alvaro bersamaan


"ya Allah ken, itu kan hanya mimpi" jelas aera pun terkejut mendengar penuturan kenzo


"gue kira lo kenapa ken, astaga bikin panik aja lo" ucap rion yang sedikit kesal


"tapi itu terlalu nyata untuk yang di katakan mimpi ra" ujar kenzo


"ken..itu hanya mimpi, mimpi itu kan bunga tidur aja supaya ada cerita di setiap kenzo memejamkan mata" jelas aera berusaha menenangkan kenzo


"jika itu bunga tidur untuk membuat cerita, lebih baik gue ga usah memejamkan mata supaya itu ga terjadi" jelas kenzo


"apaan sih jangan gitu, itu ga akan terjadi, gue disini sama teman-teman nemenin lo, ga akan kemana mana" jelas aera


"kalian janji kan?" tanya kenzo pada mereka


"iyalah ken, emang kita mah kemana sih? kita akan selalu ada di samping lo" jelas alvaro


"yaudah ayo kita masuk kelas, liat nih jam berapa sekarang!" ajak aera, mereka semua pun mengangguk dan bangun dari duduk nya.


lalu mereka berjalan menuju kelas mereka untuk materi pelajaran pertama.


kenzo yang masih dalam kondisi serangan panik nya terus menggenggam tangan aera sekuat nya hingga tak terlepaskan, selama berjalan menuju koridor kenzo terus menggenggam tangan aera hingga mahasiswa pun keheranan melihat itu, tentu saja pasti ada seseorang yang tidak suka melihat itu, dari kejauhan salsa teman satu genk meta itu dangan kesal melihat kedekatan aera dan kenzo, pasalnya salsa memang di ketahui menyukai kenzo dan berusaha mendapatkannya namun kenzo tidak pernah merespon perasaannya itu.


" BAN*SAT! ngapain mereka gandengan kaya gitu?" umpatan salsa terdengar oleh teman-temannya


"sa..jangan kencang-kencang nanti mereka dengar!" ucap meta


"Bodo amat gue ga perduli, gue ga takut" ucap salsa


"sa..lo ga inget gimana marah ya aera? lebih baik kita sudahi kenalan kita ini sa" ujar meta yang mengingat kejadian saat aera marah


"gue akan dapatin kenzo, liat aja!" ucap salsa yang tidak di balas oleh teman-temannya


lalu di sisi lain sosok lelaki yang bersembunyi di belakang loker di sisi kelas pun mengepalkan tangannya


"SIALAN! gue akan rebut aera dari lo ken! liat aja" ucap nya


siapa dia? siapa lagi kalau bukan athala, senior yang di ketahui menyukai aera sedari aera menjadi mahasiswi baru di sana, namun athala pun tak di respon oleh aera.


sama halnga dengan salsa athala pun menyukai aera secara sepihak, karena athala pun belum sempat mengutarakan perasaannya pada aera.

__ADS_1


__ADS_2