Antara Cinta Dan Agama

Antara Cinta Dan Agama
Kehamilan Vina


__ADS_3

Andre merebahkan tubuhnya ditempat tidur yang selama ini menjadi tumpuan faforitnya dalam melakukan banyak hal.


Ia sadar, ia tak pernah bermain main demgan setiap ucapannya. Tapi apa yang mendorongnya untuk menyampaikan kemauan Aurora itu kepada orangtuanya.


Apa yang telah aku lakukan? Sungguh aku tak tau.


Ia akui bahwa Aurora memanglah gadis yang cantik, periang dan sedikit bar-bar. Ia mulai membayangkan kala Aurora menciumnya didepan Jesika, sungguh hal yang memalukan. Apakah tujuannya tidak menolak ciuman dari Aurora adalah untuk melihat reaksi dari Jesika agar ia cemburu. Ataukah cinta itu mulai bersemi sekarang? Ia tak tau.


Kini iapun mulai tak memperdulikan lagi perasaannya pada Jesika, ia terfokus pada Aurora. "Sedang apa ia sekarang? Sebaiknya aku mengiriminya pesan" Bathin Andre tersenyum.


"Ra, sedang apa?" ketik Andre diponselnya.


"lagi ngerjain tugas kuliah, why?" balasan Aurora dibaca segera oleh Andre yang memang menunggu balasan.


"besok aku jemput"


"Ok" singkat.


Setelah itu Andre pun melaksanakan shalat isya lalu membuka laptop sebentar untuk mengerjakan tugas tugas yang harus ia kerjakan.


Jam menunjukkan pukul 9.30 malam, membuatnya merasakan kantuk. Namun sebelum merapikan diri untuk segera tidur, sepasang matanya tertuju pada pajangan foto sang mantan. Ia pun mengambilnya.


Ia masukkan ke laci agar tak lagi mengganggu pandangannya.


Biarlah, kau akan lebih bahagia bersamanya yang seiman denganmu. Meskipun berat, Andre segera menelungkupkan foto itu didalam laci.


*


Pagi ini Aurora sudah berdandan rapi, ia mengenakan laos putih pas body dan menggunakan celana jeans dengan sepatu senada. Ia menyambut pagi dengan gembira, ia juga menyapa orang orang yang ada dirumahnya.


"morning bik, morning everybody" sapanya dengan ceria.


"pagi non" kata bik Sri yang sedang sibuk mengangkut hidangan untuk disajikan ke meja makan.


"bik, masak apa. Kayaknya wangi sekali" katanya sambil mendudukkan dirinya pada salah satu jejeran kursi yang merapi.


"bibik masak rendang sapi, ayam goreng, dan sop ceker non" kata bik Sri menjelaskan.


"ya udah bik, makasih ya bik" kata Aurora sambil melirik jam tangannya.


Tok.. Tok.. Tokk...


Andre mengetuk pintu rumah Aurora.


Yes, akhirnya ia datang tepat waktu. Aurora pun membukakan pintu.


"Andre, silakan masuk" katanya sesaat setelah membuka pintu.


"gak langsung aja Ra?" tanya Andre yang sepertinya buru buru.


"sarapan dulu ya, aku laper" kata Aurora memelas.

__ADS_1


"ya udah" Andre pun melangkah masuk.


"Ndre, ikutan makan dong biar aku gak sendirian.


"aku baru aja abis makan sama keluarga" kata Andre menolak.


Aurora yang sudah siap dengan suapannya pun mulai mengarahkan sendok berisi sesuap makanan ke arah Andre.


"Nah, cobain. Masakan bik Sri paling top tau" kata Aurora sambil memposisikan diri menyuapi Andre.


"Ra, aku baru aja abis makan masih kenyang nih" kata Andre menolak.


"sedikit saja" Aurora tetap memaksa. Itu membuat Bik Sri yang sedang melintas jadi tertawa.


"Malu Ra diliatin bik Sri" kata Andre.


"sedikit saja Ndre,, aaa... Aaa.." kata Aurora terus mendekatkan suapannya.


Akhirnya Andre mengalah dan memakan suapan dari Aurora.


"yey" terdengar bik Sri kegirangan dari kejauhan sambil terus menenggelamkan diri dibalik tembok ruangan.


Andre mengunyah makanan sambil tersenyum. Ia minum lalu menunggu Aurora menyelesaikan sarapannya.


"ayuk" kata Aurora setelah beberapa saat menghabiskan makanannya.


Mereka melangkah keluar. Aurora memegang tangan Andre namun Andre melepaskannya meskipun Andre tak enak hati melakukannya.


"silakan duluan, Ra" kata Andre mempersilakan Aurora untuk berjalan menuju mobil terlebih dulu.


Kalau dipikir pikir, kenapa sih Andre memutuskan hubungan dengan Jesika karna perbedaan agama, namun menjalin hubungan lagi dengan Aurora. Apa Andre bermain main? Tidak, kita tak tau kan ya cinta itu akan berlabuh kemana.


Rasanya aneh memang untuk dipercaya atas kisah cinta seorang Andre. Namun itulah yang terjadi. Kini ia menjalin lagi hubungan dengan wanita berbeda iman. Bahkan wanita itu sepupu dari mantannya sendiri.


"kita mampir ke rumah Danu bentar ya" kata Andre.


"ya, it's ok" jawab Aurora sambil memakan sebuah permen mint. Andre lagi lagi tersenyum dengan tingkahnya.


Sesampainya dirumah Danu, Andre segera turun dari mobil dan menghubungi Danu.


"Nu, ayuk ngampus tar bisa telat" kata Andre.


"duluan aja Ndre, lu sama Aurora kan? Gue hari ini gak ngampus, lagi ada masalah" kata Danu.


"masalah apaan, ayolah. Meskipun ada Aurora gak ada elu ga asik dong" alasan Andre lagi untuk terus mengajak Danu.


"Tar lu pulang mampir kerumah gue aja ya" kata Danu menutup telfon nya.


Ada apa sih, akhir akhir ini Danu banyak masalah. Batin Andre yang penasaran akan sahabatnya itu.


"mana Danu, Ndre" Tanya Aurora setelah Andre masuk dan menutup pintu mobil.

__ADS_1


"Dia katanya bolos hari ini, tumben sih. Ya udah kita duluan aja" ajak Andre menjalankan mobilnya.


*


Pulangnya Andre terburu buru untuk segera kerumah Danu. Ia memberitahu Aurora kalau ia akan singgah lagi kerumah Danu. Meminta Aurora untuk pulang dijemput sopir tapi Aurora malah ingin ikut dengan Andre.


Mereka melaju menuju rumah Danu, disana mereka masuk disambut oleh nenek Danu. Jadi Danu adalah yatim piatu yang diasuh oleh neneknya. Itu juga tunggal. Namun karna kebaikan hati dan periang, Danu mempunyai banyak teman. Hingga menjalin hubungan dengan Vina pun lekas mendapat lampu hijau dari orangtua Vina tanpa memperdulikan status Danu.


"Masuk Ndre, Ra. Makin lengket aja kalian" kata Danu menyemprot apa yang ada dihadapannya.


Andre tersenyum, "tumben lu bolos, udah pinter lu" kata Andre dan terus duduk di sofa.


"gue ada masalah serius Ndre, tapi... " ia terhenti sambil melirik keberadaan Aurora yang sibuk memainkan hpnya. Aurora sedang berbalasan chat dengan Brandon, teman akrabnya yang ada di Amerika.


Tanpa melihat kearah Danu, Aurora yang tau akan kode-kodean itu pun menyahut "anggap saja aku tunggul" katanya tertawa.


"em, mau minum apa Ra, biar gue buatin" tawar Danu.


"apa aja yang penting halal ya" kata Aurora sambil terus memfokuskan pandangan dilayar ponselnya.


Danu pergi kedapur untuk membuatkan minuman untuk mereka bertiga.


"Nu, nenekmu mana" tanya Andre yang teringat keberadaan neneknya Danu.


"tadi sih keluar sebentar sama Diana. Diana adalah adik satu satunya Danu yang masih sekolah dibangku kelas 1 SMA.


"oh, gue mau numpang sholat, Nu" ucap Andre yang tak pernah absen untuk memenuhi kewajibannya pada sang maha pencipta.


"dikamar gue, gue juga belum sholat sih" kaya Danu nyengir kuda.


Andre segera pergi menuju kamar Danu dan melaksanakan shalat dzuhur disana. Aurora menunghu dengan berbalas chat bersama Brandon.


Danu menyusul kekamar, ia juga melaksanakan solat meninggalkan Aurora sendirian.


Setelah selesai shalat bergantian, Danu mulai bercerita pada Andre tentang apa permasalahannya.


"Ndre, Vina Ndre" kata Danu ragu untuk berbicara.


"Vina kenapa Nu" tanya Andre sambil merapikan rambutnya didepan cermin.


"Vina hamil, gue gak tau harus gimana. Itunterjadi waktu kita mabuk, Ndre" jelas Danu panjang lebar.


"serius lu Nu, astagfirullah Danu" kaget Andre memegang dada.


"Gue harus gimana Ndre, gue gak tenang" kata Danu bingung.


"orangtuanya udah tau?" Tanya Andre.


"belom Ndre, gue harus gimana. Vina bilang sih gak papa nanti dia bilang ke orangtuanya, tapi pasti malu Ndre, gue ga sanggup" kata Danu duduk di ranjang dengan menyanggakan kepalanya pada kedua telapak tangannya yg bertumpu pada kedua pahanya.


"ya udah, lo harus bertanggung jawab. Lo sam Vina kudu bilang baik baik keorangtua Vina apa yang terjadi, tar gue temenin. Kata Andre memberi saran. Tak lama mereka pun keluar menghampiri Aurora.

__ADS_1


 


Bersambung


__ADS_2