
"I miss you" tulis Aurora mengirimi Andre pesan.
"miss you too" jawab Andre.
"kenapa aku memberinya harapan? " pikir Andre memprotes otaknya sendiri.
" dia memberiku harapan ataukah aku yang terlalu berharap" Aurora melemparkan ponselnya ke atas ranjang lalu melepas jaket yang nyangkut dibahunya itu.
"kini ia benar benar membuatku semakin penasaran, perlakuannya begitu sopan, urgghhh"
"aku benar benar jatuh cinta padanya" kata Aurora dan meraih kembali ponselnya yang berdering.
"Hallo sweety, how are you, i miss you so much" sapa orangtuanya dari Amerika.
"hi dad, mom, Aku baik baik saja"
"anak mama kenapa senyum senyum sendiri, lagi bahagia ya" tanya ibunya.
"iya mom, aku enjoy hari hariku disini, bahkan aku pengen selamanya di Indonesia ma" kata Aurora penuh semangat..
"gimana kuliahmu, nak? Apakah baik baik saja?"
"iya ma, lebih dari baik"
"sering sering kunjungi uncle mu nak, dia kangen katanya"
"iya ma, besok aku kesana, miss u mom"
"miss u too" kata mereka lalu menutup telfon nya.
Singkat padat dan berkesan, begitulah percakapan mereka.
Andre menjemput Aurora untuk ngampus bareng hari ini.
"Permisi non, den Andre udah nunggu didepan" kata bik Sri yang sudah berada didepan pintu kamar Aurora yang terbuka.
"ok bik, bilang sama dia tunggu sebentar" kata Aurora sambil menorehkan senyum dibibirnya.
Tak lama kemudian ia menuruni tangga dan mengajak Andre untuk segera berangkat.
"non, gak sarapan dulu" kata bik Sri yang melihat langkah kaki Aurora yang mengabaikan hidangan diatas meja. Aurora meliriknya dan malah memikirkan sesuatu yabg beda.
"ayam goreng, segelas susu, more rice and soup, i guess i want something different" katanya dengan fasih berbahasa Inggris sambil memikirkan sesuatu.
"bik, nanti siapkan bahan buat bikin meatball, emm maksudku bakso ya" titahnya seraya meraih segelas susu dan meminumnya seteguk. Ia lalu pergi diikuti Andre yang tergeleng melihat tingkahnya.
"emang kamu bisa bikin bakso? " tanya Andre setelah mereka berada dimobil.
" nanti minta ajarin bik Sri, dia jago, lagian aku lagi pengen bakso handmade deh" Aurora yang semangat ingin membuat bakso.
__ADS_1
"yakin enggak ngerepotin aja malah nanti" Kata Andre meledek sambil tersenyum..
"jangan meremehkanku, i can do that easily" katanya..
"ok, pasang sabuk pengamanmu ya"
Mobil pun melaju menuju kampus, diarea parkir mereka bertemu dengan Jesika yang kali ini tak ditemani Dias.
"Jes" panggil Aurora sambil melambaikan tangan nya.
"uh? Aurora? Emm... Masih ingat aku? Sekian lama tak ada kabar" sindir Jesika sambil melempar pandangan sinis pada Andre.
"Yes, so sorry about that, gimana kabar uncle? Mama minta aku sering sering kunjungi dia"
"papa? Dia kemarin nanyain lo, katanya lo kemana aja gak nongol-nongol" jawab Jesika ketus.
"weekend gue kerumah" jawab Aurora santai..
"yuk Ndre" ajak Aurora sambil menggandeng tangan Andre yang sedari tadi hanya terdiam. Andre pun tak menolak ajakan tangan Aurora hingga aurora berhenti tak jauh dari Jesika.
"Jes, entar kerumah ya ajak Dias juga, eh dia kemana? Tumben gak bareng" tanya Aurora yang tak melihat keberadaan Dias.
"ngapain? dia tadi ada urusan bentar jadi gak bisa berangkat bareng" jelas Jesika sambil melirik pada gandengan kedua tangan pasangan kekasih itu. "kalian??" tanya nya lagi sambil menunjuk Aurora. Namun dengan cepat Andre melepaskan tangan nya.
Aurora yang ngerti situasi pun mulai menenangkan hatinya yang sempat kecewa atas sikap Andre dihadapan Jesika, padahal ia ingin sekali memberitahu Jesika akan hubungannya dengan Andre..
"ya dateng aja, bakal seru" kata Aurora sembari mendekatkan mulutnya pada telinga Jesika "kan elo tau gue fans sama mantan lo" bisiknya.
"sesenang itu Jesika, apakah ia tau bahwa aku pacaran sama Aurora? Apakah ia telah melupakanku? " gumam Andre dalam hati ketika ia melihat reaksi Jesika saat ia bergandengan tangan dengan sepupunya.
" Ndre, jujur hatiku sakit, perih, tapi aku juga sedang menyembuhkan nya dengan keberadaan Dias, semoga kau juga bahagia dengan Aurora, dia gadis yang baik, Ndre" Jesika pun berlalu.
"gue duluan ya" kata Jesika.
"gue yang mau duluan, lo malah duluan" kata Aurora namun tak diperdulikan olehnya.
"Ndre, sepupuku masih cemburu, aku kenal dia" kata Aurora menggoda Andre.
"Lantas? Aku mesti bilang apa padamu? Apa aku harus bilang aku senang, pada pacarku ini? Kata Andre yang menggoda Aurora hingga Aurora hanya bisa terdiam saja.
"hello, ayo masuk" ajak Andre yang melihat Aurora melongo.
Sepanjang pembelajaran, Andre hanya melamun, ia mulai merasa nyaman pada Aurora namun ia juga belum sepenuhnya melupakan Jesika, apalagi saat melihatnya berada dekat dengan Dias.
"Nu, gue pulang sama Aurora" kata Andre pada Danu yang sedang merapikan buku buku nya.
"siap, gue duluan Ndre" kata Danu.
Andre pun bergegas pergi menuju kelas Aurora, tampak disana Aurora sedang merapikan buku bukunya dan segera menghampiri Andre.
__ADS_1
"uuuhh... Aurora sama Andre, cocok banget bikin ngiri" kata teman teman Aurora, Andre pun hanya terdiam saja.
"husst.. Kalian ya, udah sana jangan ganggu" kata Aurora pada teman temannya.
"Ra, gue mau juga dong cowok kayak Andre satu" kata salah satu teman Aurora yang akrab dengan nya..
"limited edition" kata Aurora sambil tersenyum..
"Ndre, lo jagain Aurora ya, jangan disia siain kayak Jesika, ujung ujungnya diembat sama temen sendiri" kata salahsatu teman yang lain. Itu membuat Andre merasa ada yang salah. Bahkan dia tak menyia-nyiakan Jesika, tapi ia memang sama saja hanya terdiam.
"everything ok? " tanya Aurora yang melihat Andre hanya terdiam.
"fine" jawab Andre singkat.
Didalam mobil.
"Ndre, kamu punya waktu hari ini? Ayo bikin bakso bareng" ajak Aurora yang meragu kalau kalau ajakan nya ditolak Andre.
"maaf Ra"
"kamu gak nyaman sama Jesika ya, apalagi aku tadi ngajak Dias juga? " sadar Aurora.
" bukan Ra, maksud aku, maafkan aku tadi kalau aku bersikap tak nyaman untukmu didepan Jesika " kata Andre yang rupanya sedang memikirkan kejadian tadi diparkiran.
" oh" jawab Aurora singkat.
" Aku akan berusaha melupakan Jesika, namun aku takut nantinya hanya akan menyia-nyiakan kamu juga Ra" kata Andre jujur dan tulus.
"kamu bisa coba untuk mencintaiku Ndre, aku tak main main denganmu, aku bisa lakukan apa aja buatmu" kata Aurora yang tiba tiba meninggikan suaranya. Tak dia sangka, parasnya yang ayu tak bisa membuat Andre menyukainya.
"apa yang akan kamu lakukan Ra, kamu sama saja dengan Jesika, gimanapun aku mencintaimu, kita tak akan bisa bersama"
"why? Karna agama??? "
" kamu pasti tau itu, aku tak akan membuat wanita meninggalkan agamanya demi diriku"
"wanita seperti apa yang kamu mau, Ndre? Yg muslimah? " Tanya Aurora lagi.
Andre menatap Aurora, ia menemukan ada ketulusan didiri gadis itu. Sambil fokus menyetir, "Ra, kenapa kau menyukaiku"
"Aku tak menyukai mu Ndre, tapi aku kini mencintaimu" Aurora memalingkan wajah pada kaca jendela mobil.
"Ra, kenali aku dulu, siapa aku"
"aku tau kamu Ndre, sebelum aku memutuskan untuk mengenalmu lebih rumit, aku telah tau tentangmu" kata Aurora..
Jadi selama ini Aurora mencari tau siapa Andre, dari Jesika, Danu dan semua teman teman Andre, bahkan cukup baginya selama ini untuk bukti bahwa Andre adalah pemuda yang baik, ditunjang dengan rasa jatuh hatinya pada Andre yang terlalu dini.
"Ndre, aku serius, aku mencintaimu" kata Aurora dengan sangat tulus.
__ADS_1
---
Bersambung