Apa Aku Murahan

Apa Aku Murahan
BAB 19.


__ADS_3

Pagi itu jalan-jalan pagi mereka gagal karena insiden jatuh yang Nadia alami.


"Jadi cewek barbar mulu sih..ngerepotin aja" kesal Alvin.


"Ya udah turunin .. " kesal Nadia memberontak.


"Lo yakin bisa jalan, rumah masih jauh lo" peringat Alvin.


"Dari pada yang gendong gak ikhlas malah nambah sakit lagi" celetuk Nadia membuat Alvin menggeleng.


5 menit kemudian mereka sudah sampai di pelataran rumah dan Alvin pun menurunkan Nadia.


"Tubuh lo gak seberapa tapi kok berat banget ya rasanya, apa beban hidup kamu terlalu berat? " cibir Alvin.


"Apaan sih.. gak ikhlas ngomong gak usah ngeledek" ketus Nadia nyelonong masuk.


"Eh malah sewot.. dasar bocil" ucap Alvin menggaruk keningnya yang tidak gatal.


***


Sementara itu Rendy yang begitu terluka hatinya memutuskan untuk melanjutkan study nya ke luar negri, ia berharap bisa melupakan kisah asmaranya yang begitu pahit.


"Lo beneran mau ke luar negeri Ren? " tanya Raka sahabatnya.


"Iya.. " Rendy mengangguk lemah.


"Apa kamu sudah bicara dengan Nadia? " kepo Raka lagi membuat Rendy mengangguk.


"Teruss.. "


"Dia lebih memilih meninggalkanku" lirih Rendy.


"Kamu yang sabar Ren, mungkin ini jalan terbaik untuk kalian kedepannya" ucap Raka menghibur sahabat nya.

__ADS_1


"Oleh karena itu aku lebih memilih pergi, aku tidak sanggup melihatnya bersanding dengan orang lain" sendunya berkaca-kaca.


"Aku mengerti..kapan kamu berangkat? " tanya Raka menepuk pundak sahabatnya mencoba mencairkan suasana.


"Besok aku akan berangkat" jawab Rendy serius.


"Oke.. aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untukmu dan semoga kau mendapat apa yang kamu inginkan" pesan Raka.


"Terima kasih" jawab Rendy terharu.


***


Tepat jam 12 siang Nadia berniat pulang dari rumah Alvin karena Meta sudah menelpon nya, mereka ada janji untuk ke bioskop.


" Mau kemana? " tanya Alvin melihat pergerakan Nadia.


"Aku mau pulang, kenapa masih kangen ya? " cibir Nadia.


"Aku.. kangen sama kamu..ngarang" elak Alvin.


"Siapa kamu merintah-merintah" kesal Alvin.


"Bukan merintah sih, lebih ke sebuah permintaan.. dah" pamit Alvin.


Nadia keluar dari rumah Alvin berpapasan dengan Mama Dina yang baru pulang.


"Assalamualaikum Tante" sapa Nadia kikuk.


"Waalaikumsalam.. mau kemana sayang? " tanya Mama.


"Nadia pulang dulu Tan, ada janji sama temen" jawab Nadia.


"Oh baiklah, Terima kasih atas kunjungan kamu.. sering-seringlah main kesini ya" pinta Mama.

__ADS_1


"Baik Tante.. assalamualaikum" pamit Nadia menyalim takzim dan keluar dengan kaki sedikit pincang menaiki mobilnya.


"Tunggu sayang, kaki kamu kenapa? " tanya Mama khawatir.


"Gak apa-apa Tante tadi cuma terkilir biasa" jawab Nadia sungkan.


"Oh kok bisa, lain kali lebih hati-hati ya sayang" pesan Mama Dina.


"Iya makasih Tante" jawab Nadia sungkan.


"Gadis yang sopan" lirih Mama tersenyum senang.


Setelah kepulangan Nadia Mama segera masuk mencari anaknya.


"Al.. " teriak Mama.


"Alvin disamping Ma" jawab Alvin.


"Sedang apa kamu Vin? " tanya Mama.


"Berenang Ma.. masak di kolam renang memasak sih" jawab Alvin merengut.


"Tadi Nadia kesini gak kamu urusin, kenapa dia bisa terluka? " telisik Mama.


"Dia jatuh sendiri Ma, salah sendiri ceroboh" kesal Alvin.


"Seharusnya kamu jagain dia dong" ucap Mama sedikit marah.


"Iya.. iya maaf" cebik Alvin kemudian meneruskan berenangnya.


"Anak nakal" lirih Mama beranjak pergi meninggalkan anaknya.


"Apaan sih Mama, yang anaknya itu aku apa Nadia " umpat Alvin dalam hati.

__ADS_1


*******


Mohon maaf untuk pembaca semua, kemarin autor absen dulu karena ada kesibukan, selanjutnya diusahakan rajin update ya.. Terima kasih semua.. I love you🥰🥰


__ADS_2