
"Kesepakatan apa maksud kamu? " tanya Alvin sedikit ngegas.
"Ehmmm.. nanti aja setelah nikah,udah ya by..aku ngantuk " jawab Nadia santai memutus panggilan sehingga membuat Alvin gemas.
"Apaan sih nih cewek, main matiin aja" sungut Alvin kemudian beranjak ke kamar mandi.
******
Hari yang dinanti telah tiba, terlihat keriwehan di rumah sang mempelai wanita sebagai tempat akad nikah dan dilanjutkan malam nanti di sebuah gedung yang sudah dihias dengan epic sebagai saksi pernikahan dari seorang pengusaha muda ternama. Desas desus sebelum hari H pun terdengar hingga ke telinga para awak media yang saat ini sudah berjejer menanti acara yang sakral itu.
"Cantik banget anak Mama" puji Mana pada anaknya.
"Makasih Ma.. " jawab Nadia malu-malu.
"Ingat ya sayang setelah ini kamu akan menjadi seorang istri, Mama harap kamu bisa menjadi istri yang baik dan nurut sama suami kamu.. jangan kecewain Papa dan Mama" pesan Mama terharu.
"Iya Ma.. do'ain Nadia supaya bisa menjalankan pesan Mama dengan baik" sendu Nadia.
"Ayo kita turun sayang.. acara segera dimulai" ajak Mama menggandeng tangan Putri nya.
__ADS_1
Mempelai pria sudah duduk dengan tenang di depan penghulu begitupun juga juga dengan Ayah sebagai wali nikah, Nadia turun dari tangga didampingi sang Mama berjalan menuju meja akad dengan anggun dan de degan.
"Itu Nadia, gila beda banget dia hari ini" lirih Alvin dalam hati, ia tidak mau mengakui kalau calon istrinya itu terlihat anggun dan cantik.
"Kenapa Al, cantik ya calon istri kamu sampai kamu gak kedip gitu" goda Mama yang duduk di belakang anaknya dengan berbisik manja membuat Alvin tersadar dari lamunannya.
"Apaan sih Ma.. Alvin cuma kaget aja" elak Alvin mengalihkan pandangannya.
"Bisa kita mulai acaranya? " tanya Pak penghulu.
"Silahkan Pak" jawab Papa.
"Sah" terdengar jawaban dari para saksi disertai tangis haru dari sanak keluarga pun ikut mengiringi prosesi sakral itu.
"Alhamdulillah.. kamu sudah menjadi seorang istri sayang, jadi..ingat pesan Papa dan Mama ya" bisik Mama pada putri nya.
"Iya Ma" jawab Nadia haru.
"Ayo sayang temui suamimu, cium tangannya" perintah Mama.
__ADS_1
Nadia pun mendekati suaminya, menyalim takzim dan Alvin pun mengecup keningnya sekilas dengan di sertai doa-doa kebaikan. Tidak lupa kang foto mengabadikan setiap moment. Setelah prosesi sungkeman kemudian dilanjutkan dengan foto bersama keluarga dan sanak saudara setelah itu baru acara ramah tamah di iringi alunan musik sebagai hiburan.
"Ya ampun lelah banget " keluh Nadia duduk di salah satu kursi.
"Nih.. " ucap Alvin yang tiba-tiba datang meyodorkan air mineral padanya membuat Nadia terlonjak kaget plus heran.
"Makasih, ada angin apa tiba-tiba kamu jadi perhatian gini? " tanya Nadia judes.
"Gak usah GR deh.. kalau gak disuruh Mama aku gak bakalan lakuin ini" jawab Alvin datar membuat Nadia berdecak kesal.
"Jadi kamu gak ikhlas kasih ini? " ketus Nadia.
"Iklas kok, demi kemanusiaan, aku gak mau aja lihat kamu pingsan dipelaminan nanti malam" cibir Alvin.
"Ish.. " kesal Nadia.
Tamu-tamu sudah mulai berpamitan untuk istirahat sejenak lanjut acara resepsi nanti malam. Bahkan kedua mempelai pun saat ini sedang bersiap untuk istirahat di kamar.
"Ini kamar kamu..cewek kok suka nuansa gelap sih? " celetuk Alvin mengejek saat memasuki kamar Nadia membuat gadis yang beberapa jam yang lalu telah sahabat menjadi istrinya itu kesal.
__ADS_1
"Ya ampun belum sehari ni orang dah ngeselin banget" batin Nadia malas merespon.