Apa Aku Murahan

Apa Aku Murahan
BAB 39.


__ADS_3

Nadia terlonjak kaget mendapati Alvin sudah dibelangkangnya.


"Ya ampun Kakak, ngagetin deh.. " kesel Nadia.


"Maaf, kaget ya.. " tanya Alvin tanpa merasa bersalah.


"Ini baju Kakak, buruan ganti aku tunggu dimeja makan ya" ucap Nadia canggung.


"Tunggu dong" Alvin menahan tangan Nadia kemudian mengurungnya di depan lemari.


"Lepasin Kak, ini masih pagi" pinta Nadia mengiba.


"Jadi kalau malam boleh? " goda Alvin.


"Ih apasih.. mesum aja pikirannya" Nadia mendorong dada suaminya kemudian keluar dari ruang ganti dengan dada masih deg degan.


"Demi apa coba jantung aku sampek deg degan kek gini, dasar cowok mesum" umpat Nadia dalam hati.


Pagi itu Alvin dan Nadia sarapan bersama sebelum beraktivitas, mereka berdua sudah mulai belajar menjalani kehidupan mereka layaknya suami istri. Nadia berharap Alvin benar-benar sungguh-sungguh untuk tidak berhubungan lagi dengan mantan kekasihnya itu.


"Kok diem, lagi ngelamunin apa? " tanya Alvin melihat istrinya tidak fokus pada makanannya.


"Gak ada.. ayo kita berangkat Kak, jadi anterin kan" ajak Nadia.

__ADS_1


"Jadi sayang..selesaikan dulu sarapannya" jawab Alvin lembut terasa menggelikan di telinga Nadia.


Selesai sarapan mereka berdua berangkat bersama, menuju kampus Nadia dahulu baru kemudian Alvin berangkat ke kantornya.


"Nanti pulang jam berapa? " tanya Alvin membuka obrolan.


"Kenapa.. Kakak mau jemput, nanti aku ada makul tambahan sebaiknya aku pulang sendiri saja karena aku gak tau jam berapa selesainya" jawab Nadia santai sambil memainkan ponselnya.


"Gak apa-apa kamu hubungin aja kalau udah selesai, nanti aku bakalan jemput kamu" ucap Alvin tidak mau dibantah.


"Iya.. iya.. aku turun ya, makasih sudah dianter" ucap Nadia tersenyum meraih tangan suaminya kemudian menyalim takzim tanda hormat pada suami.


"Belajar yang bener ya, jangan dekat-dekat sama cowok! " ucap Alvin mengingatkan sembari mengacak rambut istrinya.


Nadia masuk ke kelasnya dengan santai, duduk di bangkunya dengan memainkan ponselnya, kebetulan ini masih terlalu pagi jadi teman-temannya masih belum banyak yang menampakkan diri, hingga beberapa menit kemudian ada seseorang yang menghampirinya.


"Nad.. bisa ngomong bentar gak? " sapa seseorang yang tak lain adalah sepupu mantan kekasihnya.


"Kenapa Ga, tumben kamu mau ngomong sama aku" jawab Nadia.


"Kemarin aku dapat kabar dari nyokap kalau Kak Rendy kecelakaan! " ucap Arga serius.


"Hah.. kecelakaan, dimana? " Nadia ikutan syok mendengar kabar dari Arga.

__ADS_1


"Ceritanya panjang, gimana kalau nanti seoulang makul kita ngobrol di cafe depan" pinta Arga.


"Oke deh, bentar lagi dosen mau masuk juga" jelas Nadia kemudian Arga pun pamit dari kelas Nadia berpapasan dengan Meta yang baru aja masuk.


"Eh Nad ngapain tuh anak kesini? " tanya Meta kepo.


"Gak apa-apa ada sedikit perlu tadi, gak penting buat dibahas" jawab Nadia singkat.


Selang beberapa menit dosen pun masuk dan mereka mengikuti pelajaran hingga jam makan siang tiba, Nadia hendak ke perpus saat Meta mengajaknya ke kantin.


"Kamu gak ke kantin Nad? " tanya Meta.


"Kamu duluan aja Met.. aku ada perlu bentar ke perpus, mau pinjam buku buat tugas aku" jelas Nadia kemudian beranjak pergi menuju kampus.


Karena hari ini ada makul tambahan maka Nadia baru bisa menghampiri Arga di cafe sekitar jam 5 sore, dan ia pun lupa mengabari suaminya saking fokusnya ngobrol serius dengan Saudara mantannya itu.


Alvin yang sedari tadi sudah mengirimkan pesan pada istrinya terlihat uring-uringan karena tidak ada jawaban hingga Adzan magrib berkumandang.


"Kemana sih nih Bocah, selalu saja bikin orang khawatir " umpat Alvin mencoba menghubungi anak buahnya.


"Hallo Lex ada kabar? " tanya Alvin tidak sabaran.


"....

__ADS_1


"Apa.. brengsek.. "


__ADS_2