Apa Aku Murahan

Apa Aku Murahan
BAB 26.


__ADS_3

Mama menggelengkan kepalanya melihat tingkah pola anak mantunya yang bikin gemas.


"Udah.. kalian ini seperti anak kecil saja, ayo Nadia cepat itu Mbak-Mbak nya udah nungguin kamu dari tadi" gemas Mama.


"Iya Ma, Nadia ganti sekarang" jawab Nadia mencoba tersenyum manis pada Mama nya dan menatap sengit pada Alvin.


"Cepet ya sayang, kita gantian" ledek Alvin tertawa semirk membuat Nadia semakin kesal.


"Baiklah, kalian cepat lah bersiap Mama tunggu di luar" ucap Mama beranjak keluar kamar.


Sekitar jam 5 sore semua keluarga Sudah bersiap berangkat menuju gedung tempat resepsi itu di gelar begitu juga kedua mempelai juga Sudah berada di tempat yang Sudah disiapkan untuk menunggu acara dimulai.


"Masih lama gak sih mulai nya" sungut Nadia bosen menunggu.


"Cerewet banget sih, acara baru dimulai pukul 7 malam dan ini masih kurang 1 jam lagi" jawab Alvin ikut gemas melihat gadis yang dari tadi cerewet itu.


"Hah.. lama banget, keburu karatan kita disini" keluh Nadia.


"Lebay banget sih" kesal Alvin.


Tok..Tok"terdengar pintu diketuk.


"Iya masuk" teriak Nadia setelah itu pintu terbuka dan nampak sahabat-sahabat Nadia Sudah datang.

__ADS_1


"Nad.. selamat ya, seneng banget lihat kamu dah sold out duluan" ucap Meta berkelakar.


"Apaan sih lo, emang jualan sold out" Nadia menoyor Meta.


"Sama siapa lo Met? " tanya Nadia clingak clinguk.


"Sama anak-anak diluar" jawab Meta.


Setelah perdebatan panjang bersama sahabat-sahabat nya kini Nadia sudah berada di pelaminan mengikuti sederetan acara hingga selesai dan bersalaman dengan para undangan yang hadir untuk memberikan doa restu.


"Selamat ya Nad, moga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah warrahmah" ucap Meta terharu.


"Makasih say, semoga kamu cepet nyusul ya" jawab Nadia sekaligus mendoakan sahabatnya.


"Ma Nadia ijin mau ambil makanan dulu ya" pamit Nadia.


"Iya sayang.. Vin sebaiknya kaluan berdua makan dulu, mumpung belum ada tamu lagi" usul Mama.


"Iya Ma" jawab Alvin mengikuti istrinya ke meja prasmanan.


"Ngapain kami ngikutin aku" ketus Nadia.


"GR banget sih kamu, aku cuma mau makan.. laper" jawab Alvin dingin seraya meninggalkan Nadia.

__ADS_1


"Ish.. dasar, bisa gila aku lama-lama sama dia" umpat Nadia.


Acara selesai jam 10 malam, semua undangan telah mulai berpamitan begitu juga dengan para sahabat Nadia, terkecuali keluarga karena malam ini mereka berencana menginap sehari di hotel tersebut.


"Sayang sebaiknya kalian istirahat diatas, Mama yakin kalian sufah capek kan? " tanya Mama.


"Iya Ma, kita naik dulu ya" pamit Alvin diikuti oleh istrinya.


Mereka berdua naik menuju kamar president suite yang sudah disiapkan, Nadia terlihat malas saat memasuki kamar yang diatas sedemikian rupa demi menyambut pengantin baru itu.


"Ini kamar kita" tanya Nadia takjub saat memasuki kamar pengantinnya.


"Kenapa, kamu gak suka.. silahkan pindah" jawab Alvin datar.


"Kok gitu jawab nya, kalau kamu gak kita sekamar alu bakalan keluar" kesal Nadia beranjak tapi Alvin menahannya.


"Apasih.. " sungut Nadia.


"Kamu gila ya, Mama sama Papa itu masih disini.. kalau mereka tau kita pisah kamar bisa kena ceramah 7 hari 7 malam aku" ucap Alvin khawatir.


"Tuan Alvin yang terhormat.. tapi sayang nya aku gak perduli" umpat Nadia memaksa keluar tapi Alvin tetap mengejarnya.


"Berhenti gak" perintah Alvin tapi Nadia tidak menggubrisnya sehingga membuat Alvin gemas dan mengangkat tubuh Nadia dengan paksa.

__ADS_1


"Lepasin.. " umpat Nadia meronta.


__ADS_2