
Alvin terpana melihat tampilan Nadia, ia begitu tak menyangka jika gadis barbar yang selama ini membuat dunia nya jungkir balik bisa terlihat anggun seperti saat ini.
"Kenapa..? " tanya Nadia mengagetkan saat tiba-tiba berada di hadapan Alvin yang sedang tidak fokus.
"Eh.. gak.. gak apa-apa, ayo balik" jawab Alvin gelagapan dan beranjak pergi membuat Nadia menahan tawanya.
"Lucu banget kalau lagi mode kayak gitu" batin Nadia senyum-senyum sendiri hingga sampek ke mobil.
"Kenapa kamu senyum-senyum gak jelas gitu? " tanya Alvin risih.
"Gak apa-apa pingin aja, udah ayo jalan katanya dah ditungguin Mama" jawab Nadia santai.
"Iya.. bawel" Alvin fokus melajukan mobilnya tanpa suara sedangkan Nadia juga asyik berbalas pesan dengan Meta.
"Aku harap kamu bisa bersikap dengan baik ditengah keluarga kita" ucap Alvin memperingati saat sudah tiba di depan rumahnya.
"Iya.. cerewet" Ketus Nadia keluar dari mobil Alvin.
Mereka berdua masuk bersama menuju ruang tengah dimana disana sudah berkumpul semua anggota keluarga.
"Ini dia calon pengantin kita sudah tiba" celetuk Mama Dina membuat Nadia malu.
__ADS_1
"Sayang.. kamu dari mana saja, di telpon gak diangkat2? " tanya Mana Ayu pada anaknya.
"Pergi sama Meta Ma, lagian Nadia gak tau kalau mau ada acara kayak gini" jawab Nadia lirih.
"Udah gak apa-apa sayang, yang penting kamu nya sudah disini.. sekarang mari kita bicara tentang konsep pernikahannya" interupsi Papa antusias.
"Udah 80% kok, tinggal pematangan aja barangkali mempelai berdua ada request" jawab pak Wijaya.
"Oh ya Vin Papa cuma mau kasih tau kalau pernikahan kalian kami ajukan besok" jelas Papa membuat Nadia dan Alvin kaget seketika.
"Hah.. kami belum siap Pa" rengek Alvin.
"Belum siap apanya, kami sudah mempersiapkan semuanya.. kalian tinggal menjalani saja" sahut Mama senang.
"Kenapa diajukan lagi Pa? " tanya Alvin kepo.
"Lusa Papa sama Mama mau ada perjalanan ke luar negeri selama sebulan Vin, kalau nunggu kita pulang kelamaan" jawab Papa singkat.
"Udah kamu nurut aja, ayo sekarang kita makan malam " ajak Mama.
Cukup malam acara telah usai membuat Nadia yang satu ini dalam perjalanan pulang merasa pusing.
__ADS_1
"Kenapa Nad..? " tanya Mama.
"Gak apa-apa Nadia cuma capek aja Ma, pingin cepat pulang dan istirahat" jawab Nadia lemah.
"Baiklah mungkin kamu kurang istirahat sayang, sampek rumah langsung minum vitamin terus tidur ya" pesan Mama dan Nadia pun mengangguk.
Sampai dirumah Nadia berendam beberapa menit untuk merilekskan tubuhnya yang seharian ini di riweh kan oleh hal-hal yang tidak pernah ia duga sebelumnya. saat sedang mencoba menutup mata tiba-tiba saja ia dikagetkan dengan vibrasi ponselnya.
"Apasih.. ganggu aja malam-malam" kesel Nadia.
"GR.. Aku hanya pingin ngomong, awas ya kalau kamu besok macem-macem! " peringat Alvin.
"Macem-macem apa maksud kamu? " ketus Nadia.
"Ya jalu aja kamu betencana kabur pas acara nikahan kita" ucap Alvin nyeleneh.
"Aku gak senekat itu kali, kasihan Papa aku meskipun aku males sebenernya nikah sama kamu" kesal Nadia.
"Kamu kira aku juga suka" balik Alvin gemas.
" Oke kita sama, jadi perlu kesepakatan" ucap Nadia.
__ADS_1
"Kesepakatan apa maksud kamu? " tanya Alvin sedikit ngegas.