
Nadia segera menelpon Ibu mertuanya setelah merampungkan sholatnya, sementara itu Alvin tidur dipangkuan istrinya yang sedang duduk bersila di atas ranjang.
"Numpang ya Sayang.. " ucap Alvin meminta ijin dahulu sebelum merebah.
Nadia hanya mengangguk sambil menunggu telponnya tersambung. Ia memainkan rambut Alvin sambil memijat lembut kepalanya membuat Alvin cepat memejamkan mata saking enaknya.
"Assalamualaikum Ma.. " sapa Nadia.
"Waalaikumsalam.. iya Kak? " jawab Mama.
"Mama tadi nelpon aku? " tanya Nadia.
"Iya.. Mama cuma mau ajak kamu jalan aja hari ini, bisa gak? " tanya Mama.
"Bisa ma, nanti agak siangan Nadia bakalan ke rumah Mama" Jawab Nadia.
"Gak usah, Mama bakalan jemput kamu dirumah" ucap Mama.
"Oh gitu, ya udah deh terserah Mama aja" jawab Nadia akhirnya.
Siang itu Nadia dan mertuanya jalan-jalan ke mall, mereka menghabiskan waktu sampek sore diakhiri dengan makan malam bersama.
__ADS_1
"Nak, apakah Alvin sudah mau membuka hatinya untukmu? " tanya Mama serius.
"Do'ain saja ya Ma, sekarang Kak Alvin sudah mulai menerima status kami" jawab Nadia.
"Alhamdulillah.. Mama yakin dia akan cepat menerima kamu saat ada anak diantara kalian" ucap Mama penuh harap.
"Hah.. anak Ma? " tanya Nadia bingung sendiri.
"Kenapa kamu kaget gitu, apa kalian belum.. " pertanyaan Mama terputus saat Nadia menggeleng lirih.
"Astaghfirullah..kamu ini gimana sih, coba nanti kamu pakai trik dari Mama ya, setelah itu Mama yakin Alvin bakalan klepek-klepek sama kamu" ucap Mama.
"Tapi Ma, dulu Kak Alvin gak ngelirik aku sama sekali" sendu Nadia.
"Iya Ma, Nadia akan coba ikuti saran dari Mama nanti malam" jawab Nadia.
"Bagus.. sekarang ayo kita pulang, hari ini Alvin lembur kan.. kamu bisa menggunakan kesempatan ini untuk mempersiapkan diri" ucap Mama lagi.
"Iya Ma.. " jawab Nadia ragu-ragu.
Mama mengantarkan Nadia pulang tepat sebelum adzan berkumandang, Nadia bergegas masuk ke dalam rumahnya setelah sebelumnya berpamitan pada mertuanya.
__ADS_1
Alvin pun sudah menghubunginya kalau malam ini akan pulang terlambat, Nadia sudah menyiapkan diri sesuai intruksi mertuanya termasuk menggunakan pakaian tidur yang belum pernah ia gunakan sebelumnya.
"Ya ampun, apa iya malam ini harus menjadi wanita penggoda lagi" lirihnya ragu sambil melihat pantulan dirinya dicermin. Nadia berdandan tipis-tipis dan menyemprotkan minyak wangi hadiah dari mertuanya untuk menyambut suaminya. ia bertambah deg-degan saat suara pintu rumah terbuka.
"Sayang.. apa kamu di dalam? " tanya Alvin saat memasuki kamarnya.
Alvin tidak menemukan istrinya dimanapun, tapi ia memutuskan untuk membersihkan diri dahulu baru setelahnya mencari keberadaan sang istri. Setelah keluar dari kamar mandi Alvin melihat balkon kamarya terbuka.
"Oh jadi kamu disana.. " lirihnya kemudian berjalan mendekat. Dari jauh Alvin melihat istrinya sedang berdiri di balkon dengan lingerie seksi berwarna hitam dengan rambut tergerai indah tertiup angin membuat darah Alvin berdesir untuk pertama kalinya.
Grpppp..
Alvin reflek memeluk istrinya dari belakang membuat Nadia terlonjak kaget.
"Kenapa kamu berpakaian seperti ini, apa kamu sengaja ingin menggodaku? " bisik Alvin di telinga istrinya sambil memberi gigitan kecil di telinganya.
"Apa seorang istri tidak boleh menggoda suaminya? " jawab Nadia balik bertanya.
"Tentu saja boleh, sudah lama aku menunggu istriku untuk menggodaku lagi.." Ucap Alvin membalik istrinya untuk menghadap padanya.
"Apa kali ini kamu akan tergoda? " tanya Nadia mendongak menatap wajah suaminya.
__ADS_1
"Cup.. " Alvin meninggalkan kecupan lembut dibibir istrinya.
"Seorang suami tidak perlu digoda untuk memberikan nafkah batinnya kan..?"