
Alvin benar-benar tidak pulang malam itu hingga pagi menjelang kilauan cahaya membangunkan Nadia dari peraduan, kebetulan hari ini adalah hari minggu jadi Nadia berniat untuk mengunjungi Mamanya.
"Dia benar-benar tidak pulang, sepertinya dia bersama pacar gelapnya itu" kesal Nadia beranjak ke kamar mandi setelah itu ia bersiap pergi ke rumah Mamanya.
Di perjalanan Nadia sengaja mampir ke toko kue untuk membeli oleh-oleh, dan tanpa ia bertemu dengan Meta.
"Nad.. " teriak Meta senang bertemu dengan sahabatnya.
"Hai Met, kamu lagi apa disini? " tanya Nadia.
"Lagi ambil kue pesenan Mama" jawab Meta.
"Oh ya Nad besok kamu dateng gak ke party nya Lidia? " tanya Meta lagi.
"Gak tau Met lihat besok aja, kalau gue dateng nanti gue kasih kabar" jawab Nadia malas.
"Nanti Juan juga dateng lo.. " info Meta.
"Juan.. emangnya kenapa kalau dia juga dateng" santai Nadia.
"Gimana sih lo, dia cowok yang digandrungi seantero kampus lo.. dan kalau lo lupa dia pernah deketin lo juga kan" jelas Meta membuat Nadia menatapnya malas.
"Gak ngaruh buat gue.. tapi nanti gue pikiran deh.. udah ya gue duluan" pamit Nadia beranjak pergi.
__ADS_1
Sementara itu Alvin saat ini masih berada di apartemen sonya, ia benar-benar malas pulang kalau sedang bersama kekasihnya itu. Hingga sore hari barulah ia pamit untuk pulang.
"Sayang aku pulang dulu ya, khawatir Nadia ngadu ke Mama macem-macem kalau aku gak pulang-pulang" pamit Alvin memakai sepatu nya.
"Oke.. tapi besok temenin aku ya.. " pinta Sonya.
"Kemana..? " tanya Alvin.
"Ke pesta saudara aku, acaranya di club favorit kamu" jawab Sonya.
"Oke aku usahain .. " ucap Alvin beranjak meninggalkan apartemen Sonya.
Alvin mengendarai mobilnya menuju apartemennya, tepat Adzan magrib berkumandang ia sampai di apartemennya tapi setelah masuk ia tidak menemukan istrinya itu.
"Hallo.. kamu dimana? " tanya Alvin pada Nadia.
"Masih ingat pulang.. " jawab Nadia kesal.
"Apasih.. cepat pulang! " perintah Alvin.
"Gak mau aku mau tidur di rumah Mama, males kalau pulang di tinggal sendirian" keluh Nadia.
"Nadia.. kamu berani ngelawan aku" bentak Alvin.
__ADS_1
"Terserah.. " Umpat Nadia kemudian menutup ponselnya sepihak.
"Brengsek tuh cewek, awas ya kamu" ancam Alvin kemudian mengambil kunci mobilnya.
Malam itu Alvin terpaksa menyusul Nadia kerumah mertuanya, ia sungguh tidak enak hati apabila Nadia tidur dirumahnya tanpa dirinya.
Begitu sampai di rumah mertuanya Alvin mengucapkan salam dan kebetulan Mama mertuanya yang membukakan pintunya.
"Assalamualaikum Ma.. " sapa Alvin menyalim takzim.
"Waalaikumsalam.. kamu udah pulang, kata Nadia kamu sedang keluar kota mangkanya dia nginep disini" tanya Mama membuat Alvin memicingkan matanya.
"Oh iya Ma.. kebetulan Alvin baru pulang dan langsung kemari" jawab Alvin.
"Oh.. baiklah, kamu sudah makan? " tanya Mama lagi.
"Kebetulan sudah Ma" jawab Alvin canggung.
"Kalau begitu kamu langsung aja ke kamar buat istirahat, kamu pasti capek kan" ucap Mama.
"Iya.. makasih Ma, Alvin permisi dulu" pamit Alvin beranjak baik ke kamar istrinya. begitu membuka pintu Alvin tidak menemukan istrinya di sana tapi ia mendengar gemericik air dari dalam kamar mandi menandakan ada aktivitas disana sehingga ia memutuskan untuk menunggu istrinya di sofa sambil memainkan ponselnya.
5 menit kemudian Nadia keluar hanya dengan berbalut handuk saja duduk di depan meja rias untuk melakukan ritual malamnya dengan berdendang ria tanpa dia sadari kalau suaminya sudah memperhatikannya sedari tadi hingga pantulan dikaca mengagetkan nya.
__ADS_1
"Astaghfirullahalazim.. " ucap Dea kaget.