
Alvin memindahkan istrinya ke ranjang, menyelimuti nya dan membelainya dengan sayang, dari hati yang paling dalam Alvin sudah mulai ada rasa pada istrinya itu, tapi entah mengapa ia juga tidak tega menyakiti mantan kekasih nya.
"Maafkan aku.. " lirih Alvin ikut merebah disamping istrinya.
Pagi harinya Nadia terbangun di atas ranjang disebelah suaminya, ia masih mengantuk saat menyadari telah berpindah dari tempat semula.
"Kok aku bisa disini ya? " tanya nya dalam hatihati sambil memandang suaminya yang masih terlelap di sampingnya.
"Kamu udah gak apa-apa kan? " tanya Nadia menyentuh kening suaminya dan tanpa sadar Alvin menahannya dalam keadaan masih terpejam.
"Eh.. kamu udah bangun ya, apa yang kamu rasakan saat ini? " tanya Nadia terlihat menutupi luka hatinya. Alvin yang melihat istrinya seperti itu merasa sedikit tercubit .
"Seharusnya aku yang menanyakan itu, apa kamu baik-baik saja? " lirih Alvin tau apa yang istrinya rasakan sejak kedatangan Sonya semalam.
"Aku tidak apa-apa, kan yang sakit kamu" ucap Nadia mencoba tegar menahan air matanya yang sudah menganak tanpa bisa ditahan, sebisa mungkin ia tidak berkedip agar air mata itu tidak jatuh sambil mengalihkan pandangannya dengan mencoba beranjak tapi Alvin menahan nya.
"Kamu gak perlu menutupi luka hatimu, maaf kan aku.. " lirih Alvin menarik Nadia dalam pelukan.
Nadia akhirnya menumpahkan segala rasa dalam pelukan suaminya, biarlah dia cengeng saat ini karena dia tidak sekuat itu untuk bisa menahan lukanya terlalu lama.
__ADS_1
"Lepaskan saja aku Kak.. kembalilah pada kekasihmu, aku sudah ikhlas.. " sendu Nadia masih dalam dekapan.
"Apa maksudmu.. apa kamu sudah lelah memperjuangkan aku..? " tanya Alvin menatapnya tajam.
"Bukan lelah Kak, aku hanya tidak mau kalau akhirnya kita saling menyakiti" ucap Nadia miris.
"Tolong berikan aku waktu untuk memahami semua ini.. " mohon Alvin.
"Aku rasa ini sudah cukup Kak, aki memberimu waktu untuk berpikir.. setelah itu apapun keputusan Kakak aku akan ikhlas menerima" ucap Nadia.
"Berpikir untuk apa? "
"Kakak pilih kekasih Kakak atau pernikahan ini? "
"Apa kamu mau ninggalin aku sendiri begitu, aku juga ingin belajar menerima tapi kalau kamu pergi bagaimana aku bisa belajar" sendu Alvin.
"Aku hanya ingin menyiapkan hati aku Kak" jawab Nadia.
"Kita belajar bersama, berikan aku kesempatan untuk menjalani pernikahan ini sebagaimana mestinya" pinta Alvin.
__ADS_1
"Tapi bagaimana dengan Sonya, aku juga seorang wanita" tanya Nadia penuh dilema.
"Aku akan berusaha memberinya pengertian nanti..kamu mau kan memberiku kesempatan itu.." jawab Alvin sungguh-sungguh, dan membawa istrinya dalam pelukan.
"Tolong jangan menyerah untuk perjuangin aku ya.. " lirih Alvin.
"Bukan menyerah Kak, tapi lelah.. karena yang aku perjuangkan ternyata tidak mau membuka hati" ucap Nadia menohok.
"Maafkan aku.. " ucap Alvin.
"Aku memberimu kesempatan sekali lagi, tapi kalau seandainya kamu ingkar maka maafkan aku kalau sudah tidak mampu untuk bertahan lagi" ucap Nadia serius.
"Iya alu janji.. jadi tolong jangan menutup diri" pinta Alvin.
Sejak saat itu Alvin dan Nadia mencoba untuk saling menerima Satu sama lain dan belajar menjalani rumah tangga sebagaimana mestinya. Alvin sudah berusaha menjalani perannya dengan baik dengan membatasi hubungannya dengan Sonya, Alvin tidak pernah menjawab chatt apalagi telpon dari Sonya sehingga pagi-pagi sekali Sonya nekat datang ke kantor Alvin.
"Sayang.. kok kamu gak pernah angkat telpon aku sih.. " ucap Sonya nyelonong masuk ke ruangan Alvin.
"Maaf Pak, Nona Sonya memaksa masuk" ucap Sekretaris Alvin.
__ADS_1
"Pergi lah, biarkan aku bicara padanya... "ucap Alvin pada Sekretaris nya.
" Siap Pak.. "