Apa Aku Murahan

Apa Aku Murahan
bab 46


__ADS_3

"Belum.. tapi aku ngantuk banget Kak" jawab Nadia masih betah memejamkan matanya.


"Akun juga capek banget, tadi banyak pekerjaan yang harus selesai tepat waktu" ucap Alvin lirih.


"Apa kamu butuh bantuan? " tanya Nadia.


"Kenapa, apa kamu mau bekerja lagi untukku" goda Alvin.


"Apa boleh? " tanya Nadia serius.


"Apa kamu sudah bosan dirumah dan ingin bekerja lagi? " tanya Alvin lagi.


"Aku hanya jenuh saja Kak, aku ingin mempunyai kesibukan untuk menghibur diriku sendiri disaat aku kesepian, atau aku kerja ditempat lain aja kalau kamu mengijinkan" ucap Nadia yang mendapatkan sorotan tajam dari suaminya.


"Tidak.. kalau kamu memang ingin bekerja lebih baik kerja di kantor aku saja" jawab Alvin akhirnya.


"Benarkah.. Terima kasih Sayang" ucap Nadia reflek mencium pipi suaminya.


"Tapi apakah kamu tidak ingin memakai cara lain agar kamu tidak kesepian dirumah? " tanya Alvin dengan senyum nakalnya.


"cara apa? "

__ADS_1


"Bikin anak misalnya! " jawab Alvin tersenyum menggoda.


"Apaan sih kamu.." sungut Nadia mencubit perut Alvin.


"Aku serius.. apa kamu tidak ingin mempertimbangkan nya? " ucap Alvin serius.


"Akan aku pikirkan lagi nanti.. " jawab Nadia beranjak pergi meninggalkan Alvin menuju kamar mandi.


sampai di kamar mandi Nadia menutup pintunya rapat-rapat sambil memegang dadanya yang saat ini sedang berdetak tak karuan.


"Bagaimana bisa dia mengatakan hal sekrusial ini tanpa filter seperti itu, aku juga masih belum siap untuk hal seperti itu" lirih Nadia gemas sendiri.


"Bukannya tidak mau, tapi hubungan kita baru saja memulai dengan membuka hati, jadi sebaiknya kita saling mengerti satu sama lain dulu untuk ke jenjang yang lebih serius lagi" ucap Nadia dalam hati.


"Assalamualaikum.. ada apa Ma subuh-subuh begini sudah menelpon, apa ada yang penting? " tanya Alvin saat panggilan itu sudah tersambung.


"Waalaikumsalam.. gak apa-apa Nak, hari ini kamu ada acara gak, Mama mau ngajakin mantu Mama jalan-jalan sama ke salon" Jawab Mama.


"Hah.. sejak kapan kalian jadi seakrab itu" sindir Alvin.


"Dari dulu kita akrab kok, kamu aja yang gak pernah perhatian ke istri kamu" Sungut Mama kesel sendiri dengan anaknya itu.

__ADS_1


"Iya Ma, maaf kalau selama ini aku kurang peka dengan istri aku, mulai sekarang Alvin janji bakalan lebih perhatian sama istri Alvin" janji Alvin.


"Amin.. semoga aja itu bukan hanya sebuah janji ya Nak, Mama berharap semoga rumah tangga kamu bisa terjalin lebih baik ke depannya nanti" doa Mama.


"Amin.. makasih Ma, nanti aku sampaikan.. biar Nadia langsung menghubungi Mama saja " ucap Alvin.


"Baiklah, Mama tutup dulu ya.. assalamualaikum" pamit Mama.


"Waalaikumsalam.. " jawab Alvin menutup ponselnya.


Bertepatan dengan itu Nadia keluar dari kamar mandi dan mengambil perlengkapan sholatnya.


"Tunggu aku, kita sholat bareng! " ucap Alvin menghentikan pergerakan Nadia seraya berjalan ke kamar mandi.


"Iya baiklah.. "


Alvin membersihkan dirinya kemudian menempati sajadah bagiannya, sholat bersama sang istri untuk yang pertama kalinya membuat hatinya adem dan tentram.


"Alhamdulillah.. " ucap Alvin usai menggumamkan doa kebaikan untuk kelangsungan rumah tangganya, setelah itu Nadia menyalim takzim pada suaminya disusul dengan kecupan lembut dari Alvin di kening Nadia.


"Maafkan atas semua kesalahanku yang selama ini selalu membuatmu tidak enak hati, aku janji bakalan perbaiki semua ini mulai sekarang" janji Alvin.

__ADS_1


"Aku juga minta maaf padamu, mungkin selama ini aku juga sering bikin kamu jengkel atas semua tingkah laku aku" Jawab Zahra.


__ADS_2