Apa Aku Murahan

Apa Aku Murahan
BAB 30.


__ADS_3

"Gak, kamu tetap disini.. gak ada yang harus aku sembunyikan dari kamu" ucap Alvin menatap Nadia intens membuat Nadia bergidik.


"Ya ampun kenapa tatapannya serem sekali" batin Nadia terpaksa menurut menyaksikan perdebatan antar kekasih yang entah sekarang udah mantan atau belum hanya mereka yang tau.


"Al.. kamu tega banget sama aku, katanya kamu gak cinta sama dia tapi kenapa kamu nikahin dia" rengek Sonya mendrama padahal dia gak bener-bener cinta sama Alvin tapi dia cuma ingin uangnya saja.


"Kita udah pernah bahas ini kan.. aku harap kamu bisa ikhlasin aku, begitupun juga aku akan berusaha ikhlas.. kita masih bisa berteman kedepannya kan" ucap Alvin berusaha menahan gejolak dihatinya dengan mata berembun.


"Gak Al, aku gak rela kamu lebih milih dia daripada aku" jawab Sonya sesenggukan membuat Alvin semakin tak tega.


"Sonya dengarkan aku, tolong kamu mengerti ya.. ini juga berat buat aku" sendu Alvin tanpa melepaskan genggaman tangannya pada Nadia.


"Kak.. sebaiknya kita masuk saja, kita selesaikan ini di dalam" ucap Nadia serius.


"Gak perlu, dengar ya Al aku akan tetap berjuang buat misahin kamu sama dia.. ingat itu" ancam Sonya sebelum pergi.


Nadia terdiam mendengar ancaman dari Sonya, sebenarnya ia benar-benar merasa bersalah karena hadir diantara hubungan mereka, begitupun juga ia membayangkan bagaimana perasaan Rendy yang selama ini setia menunggunya.


"Ayo masuk.. " ajak Alvin membuyarkan lamunan Nadia.

__ADS_1


"Sepertinya dia tidak akan menyerah Kak, dan aku tau kamu masih sangat mencintainya" lirih Nadia.


"Nad.. kita udah janji kan bakalan ngejalanin ini selama setahun pernikahan kita, setelah itu baru kita akan tau kemana hati kita ini akan berlabuh" ucap Alvin pasrah.


"Terserah Kakak, aku mau istirahat dulu dimana kamar aku? " tanya Nadia kemudian.


"Itu kamar kamu, kalau butuh sesuatu kamu tinggal bilang aja, setiap pagi akan ada orang yang membantu kita sampai sore" jelas Alvin.


"Iya aku mengerti.. permisi" pamit Nadia masuk ke dalam kamarnya dengan lunglai, banyak sekali kejadian yang membuatnya lelah batin hari ini, bergelut menata hati demi menyongsong masa depan yang tidak sesuai ekspektasinya membuatnya galau.


"Kak Rendy kamu lagi apa, aku kangen sama kamu" lirih Nadia melihat foto sang mantan di galeri ponselnya.


"Duh.. kenapa sih mesti nikah sana tuh bocil, jadi galau gini hidup gue" keluh Alvin yang saat ini sedang berendam untuk merilekskan pikirannya.


Hingga sore baik Alvin maupun Nadia masih asyik bergelut dengan mimpi, hingga jam 5 sore Nadia mulai mengerjapkan matanya karena mendengar suara ponselnya.


"Ya hallo.. " ucap Nadia saat menggeser tombol hijau dilayar ponselnya masih dalam keadaan mata terpejam.


"Hallo sayang.. ini Mama, kalian sedang apa.. ini Mama sudah di depan apartemen kalian" jawab Mama dari sebrang telpon.

__ADS_1


"Mama.. Mama sudah di depan, tunggu Ma Nadia baru bangun tidur" jawab Nadia terlonjak kaget dan mematikan ponselnya, ia bergegas menuju kamar Alvin dan masuk begitu saja tanpa nengetuk pintu saking paniknya. terlihat Alvin masih asyik dengan mimpinya.


"Kak.. bangun Kak, ada Nama di depan" ucap Nadia berusaha merusuh membangunkan suaminya.


"Apa sih Nad.. aku masih ngantuk" jawab Alvin malas.


"Ada Mama di depan" ucap Nadia lagi membuat Alvin terduduk.


"Apa.. Mama siapa, Mama aku? " tanya Alvin bingung.


"He em.. gimana kalau Mama tau kita pisah kamar gini" tanya Nadia khawatir.


"Mama apaan sih, kenapa gak bilang coba kalau mau kesini" lirih Alvin memijat pelipisnya.


"Buruan Kak.. Mama udah nunggu" ucap Nadia.


"Kamu pindah barang-barang kamu kesini biar aku yang bukain pintu buat Mama.


" Oke.. "

__ADS_1


__ADS_2