Apa Aku Murahan

Apa Aku Murahan
BAB 24.


__ADS_3

Tanpa merespon Nadia melipir begitu saja masuk ke kamar mandi, ia benar-benar kesal dengan Laki-laki yang saat ini telah menjadi suaminya itu.


"Selalu saja bikin kesal" umpat Nadia sambil membuka bajunya.


Sementara itu Alvin sedang bersantai duduk di balkon kamar Nadia sambil memainkan ponselnya. Ini adalah dunia Baru untuknya, menjadi suami dari seorang gadis yang tidak atau mungkin belum ia cintai.


Setengah jam kemudian Nadia keluar dari kamar mandi dalam keadaan lebih segar, ia memakai pakaian rumahan sembari duduk di meja rias untuk mengeringkan rambutnya hingga saat ada yang mengetuk pintu kamarnya.


Tok


Tok


Nadia beranjak membuka kan pintu nya dan melihat Mama Ayu berdiri diambang pintu sambil tersenyum manis.


"Iya Ma, ada yang perlu Nadia bantu? " tanya Nadia kepo.


"Gak sayang cuma mau menginfokan kalau sebentar lagi MUA nya akan datang untuk meriasmu, untuk malam nanti temanya lilac kan? " tanya Mama.


"Iya Ma, Nadia sudah mandi kok tinggal keringin rambut aja" jawab Nadia santai.


"Apa Alvin sedang tidur? " tanya Mama lagi clingak clinguk mengintip kamar putrinya.


"Gak kok Ma, dia sedang duduk di balkon" jawab Nadia.

__ADS_1


"Oh.. baiklah, Mama permisi dulu yang sayang, Papa sudah menanti Mama" bisik Mama pada anaknya.


"Apaan sih Mama, dah tua juga" celetuk Nadia.


"Oke bersiaplah"


setelah kepergian Mama Nadia menutup pintu kamarnya dan kembali mengeringkan rambutnya di depan meja rias.


"Ada baju ganti aku gak, aku mau mandi nih.. gerah" sendu Alvin mendekati Nadia.


"Ada kok, tadi Mama yang bawain" jawab Nadia beranjak mengambilkan baju buat Alvin.


Setelah menerima baju ganti dari Nadia Alvin bergegas masuk ke kamar mandi, ia berniat untuk berendam beberapa saat karena tubunya yang lelah.


"Hmmm.. nyaman banget kalau kayak gini" lirih Alvin menikmati. Setelah berendam beberapa menit Alvin hendak beranjak tapi ia lupa tidak membawa handuk, tiba-tiba timbul lah ide jail dalam otaknya.


"Iya apa" jawab Nadia balik berteriak dari luar.


"Tolong ambilin handuk dong, aku lupa gak bawa tadi" ucap Alvin dari dalam.


"Sebentar" jawab Nadia tanpa curiga menuju je kamar mandi membawa handuk untuk Alvin.


"Kak, ini handuknya" ucap Nadia mengetuk pintu.

__ADS_1


"Mana? " tanya Alvin membuka sedikit pintunya sehingga Nadia mengulurkan handuk itu dari balik pintu tapi tiba-tiba saja Alvin menarik tangannya sehingga Nadia tertarik masuk ke dalam kamar mandi.


"Ya ampun.. dasar gila kamu" umpat Nadia menutup matanya sambil mundur dan kepentok tembok, Alvin mendekatinya memandang wajahnya yang dalam mata terpejam.


"Cantik juga kalau gini, terlihat lebih kalem" batin Alvin.


"Kenapa harus tutup mata" goda Alvin mendekatkan wajahnya pada Nadia.


"Apaan sih kamu, awas aku mau keluar" kesal Nadia memberontak.


"Buka dulu mata kamu baru aku bolehin kaluar" tantang Alvin.


"Gak.. aku gak mau, nanti mata suci aku ternoda lagi" ucap Nadia.


"Ternoda apa sih, kita kan suami istri, wajar dong kalau kita saling memiliki satu sama lain.


" Wajar sih, tapi gak gitu juga" ucap Nadia malas.


" Terus mau kamu apa, katakan? " ucap Alvin gemas dengan ke random an istrinya.


"Aku maunya kita tidur berpisah aja! " ucap Nadia santai membuat Alvin kaget.


"Kamu gila ya, kalau Mama tau gimana? " tanya Alvin khawatir.

__ADS_1


"Gak akan tau kalau kamu gak bilang" jawab Nadia singkat.


"Tapi aku keberatan" sahut Alvin


__ADS_2