Apa Aku Murahan

Apa Aku Murahan
BAB 34.


__ADS_3

Nadia terlonjak kaget mendapati suaminya tiba-tiba berada dikamarnya.


"Kok Kakak tiba-tiba disini.. kapan masuknya? " tanya Nadia heran.


"Setengah jam yang lalu" jawab Alvin santai sambil bersedekap.


"Apa dia bilang.. setengah jam yang lalu, berarti dia lihat aku keluar dari kamar mandi kek gini dong.. memalukan" batin Nadia menelan ludahnya.


"Kebiasaan deh masuk kamar orang gak bilang-bilang" dengus Nadia masuk ke ruang ganti tanpa ia sadari Alvin ikutan masuk ke ruang ganti dan menutup pintunya membuat Nadia menyorot tajam.


"Kakak mau ngapain? " tanya Nadia takut.


"Nggak mau ngapa-ngapain kok, salah ya seorang suami datang menemui istrinya? tanya Alvin balik mendekat pada Nadia membuat Nadia mundur teratur.


" Kakak keluar dong, aku mau ganti dulu.. " ucap Nadia terjadi karena ia terbentur lemari.

__ADS_1


"Kenapa mesti keluar, ganti aja disini.. bukankah kita suami istri" ucap Alvin penuh penekanan mengunci tubuh Nadia dengan tangannya.


"Kak.. aku.. " Nadia tidak melanjutkan kata-katanya karena wajah Alvin kian mendekat, mengikis jarak untuk yang kesekian kalinya membuat jantung Nadia berdetak kencang hingga ia menyadari kalau dia masih dalam mode ngambek.


"Apaan sih Kak.. " kesal Nadia mendorong dada Alvin tapi Alvin enggan beranjak.


"Ini hukuman buat kamu karena pergi tanpa ijin suami" jawab Alvin sedikit kesal.


"Kok kamu gitu, semalam aja kamu pergi suka-suka kamu bahkan sampai gak pulang aku biasa-biasa aja kok.. kenapa sekarang kamu jadi permasalahin" kesal Nadia keluar dari ruang ganti diikuti oleh Alvin.


"Oke aku minta maaf, aku harap kamu mau ngerti dong.. ini berat buat aku, menjalin hubungan saat hati kita masih terpaut dengan yang lain itu sulit, tolong beri aku waktu.." mohon Alvin.


"Kamu kira bagi aku gampang gitu, bagi aku juga berat.. aku cinta banget sama pacar aku bahkan kami sudah merencanakan ke jenjang yang lebih serius seandainya kamu gak tiba-tiba dateng..dan sekarang dia malah pergi ninggalin aku gitu aja dengan sakit dihatinya" ucap Nadia tidak mau kalah.


"Kita sudah buat kesepakatan kan.. akan sama-sama kasih waktu" ucap Alvin lagi.

__ADS_1


"Gimana kita bakalan bisa kalau kamu gak mau berusaha Kak.. percuma aja kalau aku berjuang sendiri tapi kamu nya enggak" lirih Nadia sedikit capek berdebat.


"Maafkan aku.. " jawab Alvin menarik Nadia dalam pelukan.


Saat ini membawa wanitanya dalam pelukan adalah cara terbaik untuk menenangkan harinya yang sedang kalut, Alvin faham dia salah masih menjalin hubungan dengan kekasihnya tapi ia merasa kalau sebelumnya mereka sudah membuat kesepakatan akan sama-sama memberi kebebasan sampai cinta itu datang atau mungkin selesai. Nadia melepaskan pelukannya dan berjalan keluar meninggalkan suaminya.


"Kamu sedang apa disini Nak..? " tanya Mama yang kebetulan mengambil air di dapur.


"Haus Ma pingin minum" jawab Nadia tidak bersemangat.


"Alvin mana, dia bela-belain kesini nyamperin kamu masak ditinggal..kalian sedang ada masalah? " tanya Mama mengintrogasi.


"Gak ada Ma.. Kak Alvin sedang istirahat di kamar" jawab Nadia santai.


"Baiklah.. Mama mau istirahat dulu, kamu cepetan balik ke kamar kasihan suami kamu nungguin" ucap Mama sebelum pergi.

__ADS_1


"Iya Ma..


__ADS_2