Apa Aku Murahan

Apa Aku Murahan
BAB 32.


__ADS_3

Nadia bergerak memasangkan dasi Alvin dengan hati yang tak karuan, hembusan nafas Alvin begitu terasa diwajahnya apalagi ada Mama mertua juga disitu semakin menambah kegugupan Nadia.


"Kak, tolong bantuin biar cepet.. aku lupa caranya karena ditatap Mama" bisik Nadia pada suaminya. Tanpa kata Alvin langsung membantunya hingga terlihatlah keromantisan disitu mengenakan dasi bersama sungguh sweet dimata Mama mertuanya.


"Kalian sweet sekali, Mama jadi kangen Papa" ledek Mama membuat Nadia malu seketika.


Alvin dan Nadia duduk di meja untuk sarapan bersama tanpa canggung Nadia menyiapkan semua kebutuhan suaminya pagi itu layaknya istri yang baik.


"Demi apa aku harus layanin dia pagi ini" sungut Nadia dalam hati.


"Jangan mengumpat ku dalam hati, nanti dosa lo" bisik Alvin mrnyindir istrinya.


"Ya ampun, kok dia bisa tau aku ngatain dia" Nadia duduk di samping suaminya untuk memulai sarapannya.


"Vin setelah ini Mama mau ngajakin Nadia ya.. dia kan free hari ini" ucap Mama.


"Kemana Ma, boleh sih.. tapi balikin sebelum Alvin pulang ya Ma" jawab Alvin terasa aneh ditelinga Nadia.


"Iya.. posesif banget sih manten baru " ledek Mama membuat pipi Nadia memerah karena malu.

__ADS_1


Setelah sarapan Alvin pamit pergi ke kantor sedangkan Mama dan Nadia pergi berbelanja ke sebuah pusat perbelanjaan.


"Nad apa Alvin merepotkan mu? " tanya Mama Pada Nadia.


"Tidak Ma, kami masih adaptasi karena sebelumnya tidak saling mengenal" jawab Nadia canggung.


"Iya Mama mengerti, Mama harap kamu mau bersabar dengan Alvin dia memang bukan tipe laki-laki yang romantis tapi sebenarnya hatinya sangat lembut apalagi dengan wanita" jelas Mama menerawang.


"Maafkan Nadia Ma, mungkin kami belum bisa menerima pasangan kami sepenuhnya..itu karena ini terlalu mendadak bagi kami, dan juga bayangan masalalu yang masih kami usahakan untuk terhapus dari hati kami.." sendu Nadia dalam hati.


"Sayang.. kok kamu malah melamun, ayo kita masuk" ajak Mama begitu sampai di pusat perbelanjaan.


Nadia dan Mama mertuanya berbelanja dan pergi ke salon, hari itu mertuanya benar-benar memanjakannya, Nadia jadi merasa bersalah karena belum bisa menjadi menantu yang baik untuk Mama mertuanya.


Sementara itu dikantor Alvin yang sedang memeriksa berkas-berkas penting tiba-tiba dikagetkan oleh seseorang yang dengan lancang menerobos masuk ke dalam kantornya.


"Al..aku ingin bicara sama kamu" ucap Sonya yang tiba-tiba masuk ke ruangan Alvin.


"Maaf Bos, dia memaksa masuk" jelas Alan takut Bosnya murka.

__ADS_1


"Pergilah.. " perintah Alvin pada Alan dan Alan pun mengangguk undur diri.


"Duduklah..katakan ada perlu apa? " ucap Alvin pada Sonya.


"Al.. kamu gak beneran cinta kan sama gadis itu, aku akan nunggu sampai kamu ceraikan dia" sendu Sonya.


"Benarkah, tapi aku tidak bisa menjanjikan apapun sama kamu" tegas Alvin.


"Kami memang menikah dengan kesepakatan satu tahun tapi aku tidak tau apa yang akan terjadi setelah itu" ucap Alvin lagi.


"Aku akan selalu menunggumu Al, aku tidak mau kehilangan kamu" lirih Sonya mendrama.


"Kemarilah.. benarkah kau siap menungguku? " tanya Alvin menarik Sonya dalam pangkuannya, Sonya mengangguk dan mengecup Alvin sekilas.


"Terima kasih sayang.. " bisik Sonya ditelinga Alvin.


Hari itu Alvin menghabiskan waktunya di apartemen Sonya, ia benar-benar masih belum bisa melepaskan kekasih manjanya itu, sementara Nadia sejak petang sudah berada di rumahnya menunggu kepulangan Alvin.


"Kemana sih dia, gak tau apa ini jam berapa" kesal Nadia menunggu suaminya pulang.

__ADS_1


"Oke, terserah kamu mau pulang apa gak.. lebih baik aku tidur" lirih Nadia membanting pintu kamarnya.


__ADS_2