
"Dih gak jelas banget" sungut Nadia berpaling menghadap jendela membuat Alvin menghentikan mobilnya.
"Marah boleh tapi jangan lupa pakai sabuk pengalamannya dong.." bisik Alvin tepat di telinga Nadia sambil memasangkan sabuk pengaman nya membuat Nadia jadi tertegun dan kaget.
"Ya ampun jantungku.. " ucap Nadia dalam hati sambil menetralkan degup jantungnya kemudian dengan gemas Alvin mencuri ciuman dibibir istrinya yang sedang ngeblank itu.
"Udah jangan ngelamun Dek.. ayo kita berangkat" ucap Alvin melajukan kembali mobilnya.
Akhirnya setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh mereka pun tiba di puncak.
"Kak kita gak nginep kan? " tanya Nadia saat hendak membuka pintu mobilnya.
"Kenapa, kamu pingin nginep ya? " goda Alvin.
"Ih gak juga, lagian disini kita mau ngapain? " tanya Nadia balik.
"Ya bulan madu dong Sayang.. setelah menikah kita belum melewati bulan madu lo" ucap Alvin menggandeng tangan istrinya.
"Gimana mau bulan madu kalau kamu sama sekali gak mau ngelirik aku! " kesel Nadia.
__ADS_1
"Maaf Sayang.. waktu itu aku belum menyadari kalau aku telah menikahi sekarang bidadari cantik sepertimu" puji Alvin membuat Nadia tertarik sudut bibirnya.
"Kita mau kemana sih perasaan dari tadi jalan mulu deh" keluh Nadia.
"Kamu ikut saja, kita akan pergi ke sebuah tempat yang indah" jawab Alvin penuh keyakinan.
"Aku ingat ini adalah jalan menuju danau ditepi bukit" ucap Nadia membuat Alvin menghentikan langkahnya.
"Apa kamu pernah kesana, dengan siapa..? " tanya Alvi.
"Iya pernah.. dengan.." Nadia menghentikan ucapannya yang hampir keceplosan.
"Bukan siapa-siapa kok.. udah ayo jalan" ajak Nadia mengalihkan pembicaraan.
"Kamu belum pernah cerita ke aku tentang masa lalu kamu" ucap Alvin yang berjalan di samping Nadia.
"Buat apa bahas masa lalu Kak, yang terpenting masa depan aku kamu itu aja udah cukup, gak usah bahas masa lalu kalau ujung-ujungnya nanti sakit" jawab Nadia bijak sekali.
"Maafkan aku yang sering membuat mu sakit diawal pernikahan kita" sendu Alvin penuh penyesalan.
__ADS_1
"Itu tau, makanya gak usah dibahas.. kita fokus sama masa depan kita aja" jawab Nadia lagi kemudian menggandeng tangan Alvin agar berjalan lebih cepat lagi.
"Oh ya Kak, boleh aku menanyakan sesuatu? " tanya Nadia serius.
"Katakan Sayang.. "
"Kenapa tiba-tiba kamu memutuskan Sonya dan mau nerima aku sebagai istri kamu? " tanya Nadia menyelidik.
"Aku kan udah bilang tadi, maaf terlambat menyadari kalau wanita yang aku nikahi ternyata adalah bidadari yang dikirimkan Tuhan buat aku..dan aku baru menyadari itu.." jawab Alvin penuh haru dan rasa bersalah.
"Benarkah perasaan ini tulus darimu, karena sebenarnya aku masih ragu bagaimana kalau seandainya suatu saat nanti kamu tiba-tiba ninggalin aku" tanya Nadia.
"Kok kamu ngomongnya gitu, percayalah aku sedang belajar untuk mencintai istriku sampai nanti ajal menjemputku.. "
"Stttt.. jangan bicara tentang ajal, kita baru saja memulai kan.. aku tidak mau ini cepat berakhir.. " ucap Nadia membungkam mulut Alvin dengan jari telunjuk nya.
"Apa kamu juga mau belajar buka hati kamu buat aku.. " tanya Alvin dan Nadia pun mengangguk yakin kemudian menarik istrinya dalam pelukan.
"Semoga kita bisa membawa rumah tangga kita sampai ke jannah nya dan juga diberikan keturunan yang sholeh dan sholihah" doa Alvin.
__ADS_1
"Aminnn.. "