
Nadia terkesiap mendapatkan serangan untuk kali kedua, ia berharap tidak ada kegiatan yang lebih jauh yang akan dilakukan oleh suaminya.
"Kak tolong jangan seperti ini.. aku mau ke kamar mandi" mohon Nadia.
"Kenapa.. kamu istri aku, aku berhak ngapain aja" ucap Alvin yakin bin kesal.
"Oke terserah kamu.. minggir aku kebelet" kesel Nadia mendorong dada Alvin membuat Alvin semakin kesal merasa ditolak.
"Dasar barbar.. suka banget bikin aku kesel" umpat Alvin.
Nadia masuk ke kamar mandi dan berendam disana untuk mendinginkan otaknya, ada rasa kesal karena merasa Alvin sudah membohonginya.
"Hmmm.. rileks banget rasanya setelah seharian dibuat senam jantung " lirih Nadia.
Sementara itu Alvin yang merasa sudah setengah jam Nadia di kamar mandi tanpa suara membuatnya khawatir. Setelah beberapa menit menunggu Alvin mulai tidak sabaran dan terpaksa mengetuk pintunya.
"Nad kamu gak apa-apa, kok gak keluar-keluar" teriak Alvin semakin cemas.
"Nad kalau kamu gak jawab aku bakalan masuk nih" ancam Alvin tapi tetap saja tidak ada respon dan akhirnya Alvin memaksa masuk.
__ADS_1
Setelah masuk Alvin dikejutkan dengan pemandangan dihadapannya.
"Astaghfirullah Nad.. apaan coba malah ketiduran disini" dengan kesal Alvin mendekati Nadia dan mencoba membangunkannya.
"Hei bangun, nanti masuk angin lo.. malah berendan malam-malam" ucap Alvin sambil menggoyangkan tubuh istrinya dan akhirnya Nadia pun mulai mengerjapkan matanya.
"Aaa.. " teriak Nadia saat melihat Alvin berada di dekatnya.
"Sttt.. jangan teriak kamu mau semua orang dengar apa" kesal Alvin menutup mulut Nadia dengan tangannya.
"Kakak ih ngagetin, ngapain main masuk-masuk aja " sungut Nadia.
"Apaan sih, gak lucu banget deh.. lagian ngapain bunuh diri gara-gara kamu, kalau kamu selingkuh mendingan aku balik nyusulin Kak Rendy" ancam Nadia.
"Nad tolong jangan mulai cari gara-gara ya" ucap Alvin memberi peringatan.
"Ih siapa yang mulai duluan.. dah ah Kakak keluar aku mau mandi" usir Nadia dan setelah perdebatan panjang akhirnya Alvin keluar.
Setelah menyelesaikan ritual mandinya Nadia keluar dari kamar mandi tapi tidak menemukan suaminya di antero kamar.
__ADS_1
"Dia kemana.. Tiba-tiba ilang tiba-tiba muncul kayak hantu" keluh Nadia.
Akhirnya Nadia naik ke peraduan dan mencoba menutup matanya hingga ia tidak meyadari Alvin sudah ikut menyusulnya ke alam mimpi.
Adzan subuh menggema membangun 2 orang yang masih asyik bergelung dengan selimutnya. Nadia membuka matanya dan terduduk sayup-sayp matanya melihat suaminya tidur disampingnya.
"Kok udah disini aja dia, kapan masuknya" lirih Nadia masih mengucek matanya kemudia beranjak ke kamar mandi. 15 menit cukup untuk Nadia membersihkan diri kemudian bersiap berangkat ke kampus.
"Kak bangun, Kakak kerja gak hari ini, aku ada kelas pagi soalnya.. sarapan udah aku siapin " ucap Nadia membangunkan suaminya.
"Jam berapa sih, kok kamu udah rapi aja" tanya Alvin terduduk lesu.
"Jam 5 pagi.. Kakak berangkat jam berapa? " tanya Nadia peduli.
"Aku ada janji jam 7 pagi, tunggu aku nanti aku anter" jawab Alvin kemudian melesat ke kamar mandi dan Nadia menyiapkan baju gantinya.
"Aku udah berusaha nurunin ego aku buat ngertiin kamu, aku harap kamu juga bisa begitu" lirih Nadia sambil mengambil baju ganti untuk suaminya.
"Iya sayang.. aku akan usahain itu.. " bisik Alvin tepat di belakang Nadia. Alvin sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk belajar menjadi suami yang baik sesuai wejangan Papa nya tadi malam.
__ADS_1