Apa Aku Murahan

Apa Aku Murahan
BAB 50


__ADS_3

"Hah.. masak sih, kapan kita ada agenda ke puncak.. kok aku lupa sih" jawab Nadia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Tuh kan lupa.. " ledek Alvin.


"Beneran deh Kak, perasaan aku gak ada janji sama kamu kok"


"Kamu lupa Sayang..udah ayo sarapan dulu setelah itu kita berangkat" ucap Alvin.


Akhirnya mereka sarapan tanpa kata hingga selesai, kemudian setelahnya bersiap berangkat ke puncak seperti rencana Alvin. Nadia memakai dress berwarna navy dipadukan dengan tas slempang warna putih sedangkan Alvin memakai celana pendek warna putih, kaos putih dengan kemeja warna navy senada dengan istrinya.


"Kita jadi couple an Kak.. " ucap Nadia tersenyum lucu.


"Gak apa-apa sekali sekali Dek" jawab Alvin berjalan ke garasi untuk memanaskan mobilnya, sementara itu Nadia mempersiapkan keperluan mereka hingga sore hari.


"Sayang udah belum? " tanya Alvin menghampiri istrinya ke kamar.


"Udah kok, nanti mampir beli minum ya Kak! "


"Iya siap.. "


Alvin dan Nadia berangkat ke puncak mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, Nadia asyik berselancar dengan media sosial nya sementara Alvin fokus menyetir sambil mendengarkan musik.


"Lihat apa sih, serius banget" tanya Alvin melirik istrinya kemudian kembali fokus menyetir.

__ADS_1


"Lihat gosip-gosip artis aja.. lucu" jawab Nadia menoleh sekilas.


"Jangan suka lihat gosip, gak baik itu Sayang" ucap Alvin pada istrinya.


"Cuma lihat aja Kak, gak gibahin juga kan.. " elak Nadia tidak mau disalahkan.


"Ckk.. sama aja Sayang" jawab Alvin gemas sendiri dengan kengeyelan istrinya.


"Iya aku matiin.. udah ayo nyari swalayan dulu, aku mau beli minum Kak" ucap Nadia.


"Iya Sayang.. itu di depan sekalian aku isi bahan bakar" jawab Alvin tersenyum manis.


Alvin menghentikan mobilnya untuk mengisi bahan bakar sementara Nadia turun untuk membeli minuman di swalayan sebelahnya.


"Udah aku belikan Kak.. " jawab Nadia mengerti sekali.


"Alhamdulillah.. pengertian banget istri aku" puji Alvin kemudian keluar menunggu di dalam mobilnya.Saat sedang menunggu di dalam mobil tiba-tiba Alvin dikagetkan dengan sapaan seseorang.


"Al.. kebetulan sekali ketemu disini, mau ke puncak juga ya? " tanya Sonya yang tiba-tiba menghampiri.


"Sonya.. kamu ngapain disini? " tanya Alvin sedikit kaget.


"Aku ada pemotretan dipuncak, kebetulan sekali ya.. " jawab Sonya tersenyum senang.

__ADS_1


Nadia yang melihat dari jauh kedekatan mereka jelas menyalah artikan itu, dengan cepat ia menghampiri mereka berdua dan dengan ketusnya ia menyapa Sonya.


"Hai Sonya, apa kabar.. kamu sama siapa? " tanya Nadia sok manis padahal dongkol dihatinya.


"Baik, sama teman aku.. itu mereka nunggu disana" Jawab Sonya sambil menunjuk ke arah mobil yang tidak jauh dari sana.


"Oh gitu, mau ada acara juga ya..? " tanya Nadia lagi.


"Iya kebetulan mau ada proyek di puncak" jawab Sonya.


"Oke deh, semoga sukses acaranya..aku duluan ya, ayo sayang.. " pamit Nadia sambil masuk ke mobil Alvin.


"Iya Sayang.. " jawab Alvin kemudian tanpa kata melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Di dalam mobil Alvin senyum-senyum gaje membuat Nadia bertambah kesal saja.


"Ngapain sih senyum-senyum gaje gitu, seneng banget kayaknya ketemu mantan terindah" sungut Nadia.


"Astaghfirullah.. gak Sayang, mana ada seneng.. aku cuma ngerasa lucu aja lihat gaya judes kamu tadi.. cemburu ya" ledek Alvin.


"Gak, males banget cemburu.. buang-buang waktu aja! " jawab Nadia bersedekap di dada, gemes rasanya pingin nimpuk wajah tampannya itu.


"Masakk..

__ADS_1


__ADS_2