Apa Aku Murahan

Apa Aku Murahan
BAB 21.


__ADS_3

"Kak Rendy.. " teriak Nadia membuat Rendy menoleh tak percaya.


"Nadia.. " lirih Rendy terpaku melihat Nadia mendekat padanya.


"Kenapa Kakak gak bilang sama aku kalau mau pergi? " tanya Nadia dengan mata berembun.


"Jangan menatapku seperti itu, nanti aku gak sanggup buat pergi" sendu Rendy.


"Maafkan Nadia ya Kak.. sungguh Nadia tidak bermaksud menyakiti hati Kakak" Nadia sudah tak kuasa menahan air matanya untuk tidak jatuh.


"Aku gak sanggup lihat kamu bersanding dengan orang lain, berjanjilah kamu akan selalu bahagia" sendu Rendy kemudian memeluk Nadia dengan erat untuk terakhir kalinya.


Sementara itu Alvin yang tidak bisa menghubungi Nadia semakin kesal karena notifikasi yang ia terima, terlihat Nadia sedang ada di bandara berpelukan mesra dengan seorang laki-laki. Selama ini Alvin selalu mengawasi Nadia karena yang ia tau Nadia adalah gadis murahan dan ia takut Nadia akan terus bikin ulah sebelum pernikahannya.


"Kamu benar-benar sudah keterlaluan" umpat Alvin beranjak pergi mengendarai mobilnya dengan emosi.


"Besok menikah hari ini kamu berulah" kesal Alvin memukul bundaran stir menahan amarahnya.


Sampai di bandara Alvin terlebih dahulu menemui anak buahnya dan menanyakan keberadaan Nadia, disana Alvin hanya memantau dari jauh melihat dengan intens interaksi keduanya dengan tangan mengepal.


"Aku masuk ya, jaga dirimu baik-baik dan jangan lupa beri kabar padaku" pamit Rendy sebelum masuk.

__ADS_1


"Iya.. Kakak hati-hati disana dan jaga kesehatan" pesan Nadia melepas pelukan Rendy dengan berat hati.


Setelah Rendy masuk Nadia menangis tersedu dan Alvin pun menghampirinya.


"Dasar murahan.. " ketusnya membuat Nadia menoleh kaget.


"Kak Alvin.. " batin Nadia tanpa suara karena kagetnya.


"Jadi begini kelakuanmu diluar, seenaknya kamu menyuruhku memutuskan kekasihku dan kamu malah asyik dengan pacarmu begitu, besok kita menikah tapi sekarang kamu malah menangisi laki-laki lain" umpat Alvin dengan mata memerah.


Nadia membisu tidak bisa berkata-kata, ia sangat tersinggung dibilang wanita murahan lagi oleh calon suaminya, mata itu meloloskan air matanya untuk ke sekian kalinya karena rasa sakit dihatinya.


"Terserah kamu mau nilai aku seperti apa, karena ku jelaskan bagaimanapun kamu gak bakalan percaya sama aku" teriak Nadia tidak bisa menahan emosinya.


"Lepasin.. sakit" keluh Nadia memberontak.


"Masuk.. " ucap Alvin dingin kemudian memutar menuju kemudi.


Di dalam mobil Alvin hanya fokus ke depan dengan tatapannya yang menghunus.


"Ya ampun serem banget dia " lirih Nadia melirik sesekali ke arah Alvin yang sedang mengemudi.

__ADS_1


"Kita mau kemana? " tanya Nadia takut tapi tidak ada tanggapan dari Alvin, ia hanya menatapnya tajam fokus menyetir membuat Nadia merinding dan tidak melanjutkan kata-katanya sampai tiba di sebuah butik Alvin menghentikan mobilnya dan keluar membuka pintu samping Nadia.


"Keluar.. " perintah Alvin membuat Nadia menurut dan Mereka masuk mencari seseorang.


"Vin.. tumben kesini gak ngabarin dulu? " tanya sahabatnya yang tak lain adalah pemilik butik tersebut.


"Wi.. tolong kamu permak dia " perintah Alvin pada sahabatnya.


"Mau acara apa? " tanya Dewi menatap Nadia sekilas.


"Pertemuan keluarga aja sambil makan malam, cepet ya.. yang simple aja.


" Beress.. kamu tunggu di depan aja dulu " ucap Dewi.


"Oke.. cepet ya, gue males nunggu lama-lama" interuksi Alvin.


"Oke.. "


"Mari silahkan nona.. " ucap salah satu karyawan.


Nadia masuk mengikuti arahan sahabat suaminya itu.

__ADS_1


Setengah jam kemudian Alvin yang sudah tidak sabar menunggu terlihat cemas karena Nadia begitu lama bersiap hingga saat ia berdiri terlihat Dewi sudah memanggilnya.


"Vin.. jangan kaget ya" ucap Dewi membawa Nadia keluar dengan wajah barunya.


__ADS_2