
"Kak.. " lirih Nadia.
Alvin benar2 gemas dan mencoba untuk tidak terpancing bujuk rayu istrinya itu, karena terus terang dia adalah laki-laki yang gak tega an.
"Cerewet banget sih tuh cewek, gak tau apa disini aku nahan-nahan biar gak goyah imanku, aku hanya ingin kasih pelajaran kecil aja buat dia" batin Alvin tetap cuek.
Malam itu mereka tidur dalam keadaan tak tenang, apalagi Nadia yang merasa sangat menyinggung perasaan suaminya di malam pertamanya, sementara Alvin yang masih kesal tetap berusaha memejamkan mata. Adzan subuh berkumandang Alvin mulai terjaga dan melihat kearah ranjang tapi kosong.
"Dia kemana Sepagi ini? " tanya Alvin dalam hati.
Terdengar gemericik air dalam kamar mandi menandakan ada aktivitas disana, mungkin Nadia sedang membersihkan diri. Alvin berniat akan lebih tegas pada istri pembangkang nya itu. Nadia keluar dari kamar mandi dengan degup jantung yang tidak karuan ditatap dingin oleh Alvin. ia berusaha bersikap biasa saja dan juga berniat untuk menurunkan egonya.
"Kakak mau mandi? " tanya Nadia terbata tapi Alvin hanya menatapnya tajam.
"Kak jangan diam aja dong, aku gak suka dicuekin " keluh Nadia mendekat tapi Alvin tetap tidak meresponnya.
__ADS_1
"Ih.. mau Kakak apa sih sebenernya, iya aku salah dan aku minta maaf " ucap Nadia lagi karena gemas tidak direspon akhirnya Nadia beranjak tapi Alvin menahannya.
"Apa begitu cara meminta maaf yang baik dan benar? "tanya Alvin mengintimidasi dan menarik Nadia ke dalam pangkuannya.
" Oke Kakak menang, sekarang mau Kakak apa.. aku beneran capek " kesal Nadia.
"Kita buat kesepakatan saja, jika dalam waktu satu tahun tidak ada benih cinta diantara kita maka kita bubar, dan dalam kurun waktu setahun itu kita tidak boleh saling mencampuri urusan masing-masing tapi kalau dirumah kuharap kita bisa menjalankan rumah tangga ini dengan baik" usul Alvin.
"Maksud Kakak apa, pokoknya aku gak mau ada kontak fisik sebelum benih cinta itu datang" tegas Nadia.
"Aku gak bakalan sentuh kamu lebih jauh sebelum kamu mengijinkan, tapi untuk yang lain aku gak janji" ucap Alvin santai.
"Dan satu lagi kuharap kamu bisa bersikap manis didepan orang tua kita" pinta Alvin lagi.
"Oke deal" sahut Dea.
__ADS_1
"Sekarang kita balik ke apartemen aku" ajak Alvin.
"Kk ke apartemen sih, kenapa gak ke rumah Mama aja" usul Nadia.
"Nadia kita ini sudah berumah tangga dan kamu harus ikut kemanapun aku pergi, nanti kita akan mampir ke rumah kamu buat ambil barang-barang yang kamu perlukan" ucap Alvin tanpa bisa dibantah.
"Iya.. iya gawek banget sih, nanti siang aku ada kelas" ucap Nadia.
"Aku akan mengantarmu nanti, ingat ya jangan bertingakah diluar pengawasan ku! " ancam Alvin.
"Ih posesif, ingat ya Kakak gak boleh ikut campur urusan aku, begitupun juga aku" ucap Nadia mengingatkan.
"Dengan batasan-batasan tertentu tentunya, aku punya banyak CCTV di mana-mana jadi jangan macam-macam denganku" ucap Alvin menatap tajam pada istrinya.
"Udah ayo pulang.. " Nadia mengganti bajunya kemudian bersiap membereskan pakaiannya dan Alvin.
__ADS_1
Mereka berdua keluar dari hotel tepat jam 9 pagi, Nadia sedang menunggu Alvin di lobby untuk menyelesaikan administrasi saat tiba-tiba seseorang menyapanya.
"Nadia..