
Nadia kembali ke kamarnya tapi tidak menemukan suaminya.
"Dia kemana? " tanya Nadia dalam hati.
Saat tengah mencari suaminya Nadia melihat pintu balkon terbuka dan ternyata Alvin sedang menerima telpon disana. Nadia hanya menoleh sekilas dan merebahkan dirinya diranjang kemudian memejamkan matanya. Alvin yang sudah menyelesaikan panggilannya kemudian masuk ke kamar dan mendapati istrinya sudah nyaman dalam peraduan.
"Eh kapan masuknya, kok udah tidur aja.. " celetuk Alvin kemudian ikut naik dan merebahkan disamping istrinya.
"Kok dia ikutan tidur disini sih.. " batin Nadia yang masih belum bisa memejamkan matanya.
"Nad.. udah tidur belum..aku pingin ngomong" ucap Alvin membuka obrolan.
"Nad.. " panggil Alvin lagi.
"Ngomong aja, aku dengerin kamu" jawab Nadia lirih masih memejamkan matanya.
"Bisa gak sih kamu hadap sini kalau aku lagi ngomong" pinta Alvin.
"Iya.. iya katakan! " ucap Nadia malas.
"Aku ingin minta maaf" lirih Alvin.
"Soal apa? " jawab Nadia.
" Karena aku belum bisa jadi suami yang baik buat kamu" lirih Alvin.
"Apa aku gak salah dengar, tumben kamu bisa manis kayak gini" jawab Nadia heran.
__ADS_1
"Aku hanya sedang berusaha menata hati, tapi itu butuh waktu.. aku harap kamu mau bersabar" pinta Alvin lagi menatap sungguh-sungguh.
"Aku tidak memintamu untuk membuka hati untuk saat ini, tapi aku harap kamu mau kamu jaga perasaan aku untuk tidak berhubungan lagi dengan Sonya" mohon Nadia.
"Tolong beri aku waktu" lirih Alvin kemudian Nadia mengangguk dan bergerak memunggungi Alvin dan memejamkan matanya. Sementara itu Alvin merebah menatap langit-langit kamarnya seraya berfikir apa besok dia akan menemani Sonya ke pesta saudaranya tanpa mendengarkan permintaan Nadia hingga beberapa saat kemudian ikut terpejam.
****
Pagi harinya sebuah ketukan pintu mengagetkan atensi dua orang yang masih asyik dengan alam mimpinya.
"Kak ada yang ketuk pintu ya? " tanya Nadia mencoba membuka matanya.
"mungkin aja, coba kamu periksa aku ngantuk" ucap Alvin dengan suara seraknya.
Nadia beranjak dari ranjang dan berjalan ke arah pintu kamar kemudian membukanya.
"Iya Ma ada apa? " tanya Nadia.
"Sebentar, Mama duluan aja gak apa - apa.. Jak Alvin masih tidur Na" ucap Nadia.
"Baiklah kalau begitu, biar nanti Bibik antar makanannya ke kamar kamu aja, mungkin Alvin masih capek" jawab Mama kemudian beranjak pergi.
"Siapa Nad..? " tanya Alvin yang sudah bersandar di ranjang nya.
"Mama Kak, udah gak apa-apa kamu lanjutin aja tidurnya aku mau bebersih dulu ya" pamit Nadia.
"Hari ini kita pulang setelah sarapan" ucap Alvin yang diangguk ini oleh Nadia.
__ADS_1
30 menit kemudian Nadia sudah keluar dari kamar mandi barulah setelah itu Alvin juga masuk membersihkan dirinya.
Saat Nadia sedang merias wajahnya terdengar pintu diketuk.
"Tok.. tok.. Non ini Bibik mau antar sarapan" teriak Bibik dari luar kamar.
"Iya Bik sebentar.. " ucap Nadia menghampir.
"Ini Non sarapannya" ucap Bibik setelah pintu terbuka.
"Terima kasih Bik"
"Sama-sama Non, Bibik permisi kembali ke belakang" pamit Bibik yang diangguk I oleh Nadia. Begitu menutup kamar Nadia sudah menemukan Alvin duduk di sofa dengan wajah lebih segar.
"Makan Kak.. " tawar Nadia.
"Iya.. " jawab Alvin kemudian mereka memulai sarapan bersama.
"Oh ya Kak, nanti aku ijin buat pergi ke pesta temen aku boleh? " tanya Nadia memohon.
"Sama siapa? " tanya Alvin.
"Sama Meta, teman kampus aku ulang tahun" jelas Nadia.
"Iya boleh, asal pulangnya jangan malem-malem" pesan Alvin.
"Makasih Kak.. " ucap Nadia bersemangat hingga dengan reflek memeluk tubuh suaminya itu.
__ADS_1
"Deg.. " dada Alvin kembali jedag jedug karena jarak begitu dekat dengan istrinya.
"Nad tolong jangan seperti ini.. "