Apa Aku Murahan

Apa Aku Murahan
BAB 27.


__ADS_3

"Bisa gak sih sekali-kali nurut Sama suami" bentak Alvin saking gemasnya membuat Nadia terdiam. Nadia terdiam mendengar bentakan dari Alvin yang tiba-tiba itu.


"Kok jadi serius gini sih" sungut Nadia.


"Kamu kira pernikahan kita main-main apa" kesal Alvin kemudian meninggalkan Nadia dikamarnya, ia memilih untuk menepi sejenak sambil merokok guna menetralisir emosinya agar tidak berbuat tanpa kendali.


Sementara itu Nadia yang ditinggalkan oleh Alvin merasa bersalah karena merasa sudah keterlaluan pada suaminya.


"Salahku dimana ya, kayaknya dia marah banget hingga selarut ini gak balik-balik ke kamar" panik Nadia mondar-mandir dikamarnya.


"Duh masak iya aku mesti susulin dia sih, tapi aku kan gak tau dia kemana.. " pusing Nadia hingga akhirnya dia berinisiatif menelpon Ken saja.


"Hallo, ada apa Nad malem-malem telpon..nanti pawangnya ngamuk lagi istrinya telpon cowok lain" canda Ken dari sebrang.


" Kak Alvin lagi sama Kak Ken gak" lirih Nadia takut.

__ADS_1


"Hah.. gak lah ngapain pengantin baru udah ngilang aja" ledek Ken tertawa tiada henti.


"Kak Ken Nadia serius, Kak Alvin dari tadi keluar aku khawatir ini udah malem lo" umpat Nadia karena Ken malah bercanda.


"Oke sorry.. kamu udah telpon dia belum? " tanya Ken.


"Mau telpon pakek apa ponselnya aja di tinggal di kamar" sungut Nadia.


"Kontaknya ada gak? " tanya Ken lagi.


"Ditinggal semua ini" jawab Dea menatap ke nakas sebelah ranjang mereka.


"Terus aku harus gimana Kak? " tanya Nadia bingung.


"Udah kamu tunggu aja, nanti kalau dia balik kamu minta maaf dan rayu dia aku jamin dia bakalan luluh, udah ya selamat berjuang pengantin baru" tawa Ken kemudian menutup ponselnya.

__ADS_1


"Ish apaan sih Kak Ken" kesal Nadia.


Setelah mematikan ponselnya Nadia memutuskan untuk membersihkan dirinya kekamar mandi kemudian istirahat, Saat sedang duduk di meja rias tiba-tiba Nadia dikagetkan dengan suara pintu yang terbuka dan terlihat Alvin masuk dengan wajah dinginnya tanpa menyapa Nadia. Alvin melewatinya begitu saja masuk ke ke kamar mandi sedangkan Nadia harap-harap cemas menunggu suaminya yang 15 menit yang lalu masuk kamar mandi dan belum keluar.


"Ngapain sih dia, gak tau aku gelisah nungguin malah dilama-lamain" sungut Nadia berdiri dari ranjang hingga beberapa saat kemudian Alvin keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk saja membuat Nadia reflek membalikkan tubuhnya.


"Apaan lagi itu.. " umpat Nadia dalam hati.


Alvin masuk ke kamar ganti untuk mengganti pakaian tidurnya setelah itu ia mengambil bantal dan selimut karena ia berniat tidur di sofa saja, rasa kesal masih memburu dihatinya membuatnya malas kontak dengan istrinya.


Sementara Nadia yang saat ini dicuekin mencoba mencari cara agar bisa berbicara dengan Alvin tanpa drama.


"Kak.. " panggil Nadia pada Alvin yang saat ini sedang menutup tubuhnya dengan selimut.


"Kakak masih marah ya sama aku" lirih Nadia mendekat.

__ADS_1


"Kak please jangan diemin aku dong, aku gak kuat dicuekin" ucap Nadia sendu dengan mata yang sudah berembun.


Alvin yang masih mendengar ucapan Nadia sebenarnya merasa tak tega tapi karena rasa kesalnya merasa tidak dihargai menjadi suami yang lebih mendominasi maka dia putuskan untuk memberinya pelajaran malam ini.


__ADS_2