Apa Aku Murahan

Apa Aku Murahan
BAB 40.


__ADS_3

Alvin mengeram kesal saat anak buahnya mengirim foto-foto istrinya bersama seorang laki-laki di sebuah cafe.


"Mau kamu apa sih Nad sebenarnya, tadi udah janji mau membuka hati eh malah gini lagi" umpat Alvin membanting ponselnya.


Sementara itu Nadia yang sedang bersama Arga di sebuah cafe tidak menyadari kalau ada seseorang di luar sana yang sedang dibakar amarah.


"Kata Mamanya Kak Rendy sedang kritis dan belum sadar sampai sekarang" serius Arga.


"Sebenarnya itu sudah bukan urusan aku lagi Ga tapi kamu juga merasa prihatin karena bagaimanapun juga Kak Rendy pernah menjadi orang yang berarti dalam hidup aku" sendu Nadia.


"Aku mengerti Nad, tapi apakah suamimu tau kalau kamu pernah menjalin suatu hubungan dengan Kak Rendy? " tanya Arga.


"Iya.. dia mengetahuinya" jujur Nadia.


"Lalu apakah boleh kalau seandainya kamu ikut aku buat jengukin Kak Rendy sekarang? " tanya Arga lagi.


"Tapi itu gak mungkin Ga, bukankah Kak Rendy sedang berada di Negara A" ucap Nadia.


"Tidak.. dia ada disini, Mama membawanya kesini semalam" jelas Arga membuat Nadia tersontak kaget.

__ADS_1


"Apa.. sebenarnya aku ingin.. tapi aku takut suami aku bakalan tau dan itu akan menyulitkan aku, dia sangat pecembu" keluh Nadia sendu.


"Aku mengerti, tapi mungkin saja dia gak bakalan tau kalau kamu gak ngomong" ucap Arga mengira dan Nadia pun berfikir sejenak.


"Oke deh.. aku rasa aku bisa ikut denganmu sebentar, paling gak sebelum jam 8 malam aku harus sudah dirumah" jelas Nadia.


"Oke.. ayo ikut aku" ajak Arga dan tanpa sepengetahuan mereka anak buah Alvin selalu memantau kemanapaun mereka pergi dan melaporkannya pada Alvin lengkap dengan fotonya.


Sesampainya dirumah sakit Nadia bertemu dengan Mamanya Rendy yang sedang berada di depan ruangan.


"Tante.. " teriak Nadia menghampiri.


"Sayang, Tante senang kamu bisa datang.. Rendy hilang ingatan Nak! " ucap Mama Rendy menangis sendu.


"Rendy membutuhkanmu untuk mengingat masa lalu nya Sayang" mohon Mama Rendy.


"Tapi Tan, Nadia gak bisa bantu karena ada hati yang mesti Nadia jaga sekarang" jawab Nadia.


"Tante mengerti Nak, nanti Tante akan minta ijin sama suami kamu, ajak dia kesini.." serius Mama Rendy.

__ADS_1


"Iya Tante, akan Nadia usahakan.. sekarang Nadia pulang dulu ya Tan, assalamualaikum.. " pamit Nadia kemudian pulang diantarkan oleh Arga.


"Makasih ya Nad.. semoga suami kamu mau mengerti" ucap Arga.


"Semoga saja, udah disini aja Ga.. aku masuk dulu ya.. terimakasih" pamit Nadia kemudian masuk ke rumah.


Terlihat mobil Alvin sudah terparkir rapi disitu membuat Nadia sedikit was-was bagaimana kalau seandainya Alvin curiga nanti. Nadia masuk ke rumah yang terlihat sepi kemudian Nadia naik ke atas menuju kamarnya, ia sibuk menata hati seandainya nanti Alvin bertanya kemana ia pergi sampai larut begini. Nadia masuk ke kamar masih berusaha santai sampai tiba-tiba suara Alvin mengagetkan nya.


"Dari mana? " ucap Alvin dengan tatapan menghunus.


"Aku.. aku.. " suara Nadia seakan tercekat tidak bisa berkata-kata saking takutnya.


"Menemui mantan.. " ceketuk Alvin membuat mata Nadia terbelalak.


"Kamu ngikutin aku.. " lirih Nadia.


"Apakah benar seorang istri menemui mantan kekasihnya tanpa seijin suaminya" sindir Alvin penuh amarah.


"Maafkan aku.. tapi dia sedang sakit, aku hanya menjenguk nya sebagai rasa kemanusiaan" jujur Nadia.

__ADS_1


"Benarkah.. seharusnya kamu menghargai sebuah ikatan.. kalau seperti ini aku jadi kecewa sama kamu" kesal Alvin kemudian keluar meninggalkan Nadia seorang diri.


"kak..


__ADS_2