Apa Aku Murahan

Apa Aku Murahan
BAB 29.


__ADS_3

"Nadia.. " sapa seseorang berjalan kearah Nadia.


"Kak Raka.. sedang apa disini? " tanya Nadia.


"Aq ada janji dengan seseorang disini, kamu sama siapa? " tanya Raka balik.


"Aku.. " belum selesai Nadia menjawab tapi suaminya sudah disampingnya.


"Dia bersamaku" jawab Alvin tiba-tiba.


"Pak Alvin apa kabar, apa kalian saling mengenal? " tanya Raka lagi.


"Dia istriku" jawab Alvin membuat Nadia kaget.


"Benarkah, maaf aku tidak tau kalau Nadia istrimu" jawab Raka kikuk dan menatap tajam pada Nadia penuh tanda tanya.


"Maaf Kak Raka kita balik dulu ya.. senang bertemu denganmu" pamit Nadia menarik tangan Alvin keluar dari hotel tersebut.


"Apa kamu mengenalnya" tanya Nadia saat sudah berada dimobil.


"Papaku dan Papanya berteman baik, kami hanya pernah beberapa kali bertemu di suatu acara" jelas Alvin. Nadia terdiam, ia berfikir bagaimana kalau seandainya tadi ada Rendy juga disana pasti pertemuan itu akan sangat menyakitinya.


"Kenapa kau jadi diam" tanya Alvin.

__ADS_1


"Tidak apa-apa lanjutkan saja perjalanannya" lirih Nadia.


Mereka berdua pulang ke rumah Nadia terlebih dahulu karena Nadia akan mengambil beberapa barang penting untuk dibawa kerumah Sean karena mulai hari ini mereka akan tinggal bersama.


"Assalamualaikum.. " sapa Nadia saat masuk ke dalam rumahnya.


"Wa'alaikumussalam.. sayang kalian baru pulang? " jawab Mama.


"Iya Ma rencananya mulai hari ini Nadia akan ikut tinggal di apartemen Alvin, kami kesini mau mengambil barang-barang Nadia sekalian mau pamit sama Mama" ucap Alvin meminta ijin.


"Kalian sudah berumah tangga dan Nadia sekarang sudah menjadi tanggung jawabmu, Mama dan Papa tidak ada hak untuk melarang kalian" ucap Papa.


"Nadia ke kamar dulu ya Ma" pamit Nadia.


"Nak Alvin, Nadia adalah gadis yang manja.. Mama harap kamu bisa sabar menghadapinya, sebenarnya dia sedang menjalin hubungan dengan seorang dokter muda selama 2 tahun, namanya Rendy dia sangat baik, tapi mungkin mereka tidak berjodoh, kami tidak mau menyembunyikan apapun darimu oleh karena itu apabila suatu saat nanti dia mengecewakanmu kami harap kamu mau mengembalikannya baik-baik pada kami, semoga kalian bisa saling memahami satu sama lain karena kami tau kalian belum saling mencintai" ucap Ayah panjang lebar memberi wejangan.


"Papa tidak usah khawatir, Alvin janji akan selalu menjaganya walaupun diantara kami belum ada rasa cinta tapi kami akan berusaha menjalankan rumah tangga ini sebagaimana mestinya.. doakan Alvin juga agar menjadi imam yang baik buat anak Papa" janji Alvin.


"Terima kasih Nak, Papa percaya padamu" ucap Papa memeluk Alvin.


"Kak aku sudah siap" ucap Nadia yang sudah selesai berkemas.


"Iya ayo kita berangkat" ajak Alvin.

__ADS_1


"Jaga dirimu baik-baik ya Nak, jadilah istri yang baik dan nurut sama suami kamu, dan juga jangan lupa sering-sering main kesini" pesan Mama pada putri kesayangannya.


"Iya Ma.. Nadia berangkat ya.. " pamit Nadia pada Mamanya kemudian pada Papanya diikuti oleh Alvin.


"Hati-hati Nak" ucap Papa.


Di perjalanan Nadia merenung dan Alvin pun fokus menatap ke depan sampai akhirnya Nadia memulai pembicaraan.


"Aku boleh minta sesuatu" ucap Nadia tiba-tiba.


"Katakan.. " jawab Alvin tanpa melirik nya sekilas.


"Apa bisa kalau kita tidak sekamar dulu, aku hanya ingin beradaptasi terlebih dahulu, pelan -pelan saja" pinta Nadia.


"Terserah padamu, sesuai kesepakatan kira akan jalani ini selama setahun pernikahan kita, setelah itu kedepannya akan kita lihat nanti karena aku juga masih menata hati aku" jawab Alvin singkat dan Nadia pun mengangguk.


Setengah jam perjalanan akhirnya mereka tiba di apartemen, saat tiba di depan unit mereka dikejutkan oleh seorang wanita yang tiba-tiba memeluk Alvin begitu saja didepan Nadia.


"Al.. apa benar kau sudah menikah dengannya? " tanya wanita itu tersedu.


"Sonya bukankah aku sudah menjelaskannya padamu! " ucap Alvin sendu


"Maaf bisa aku masuk terlebih dahulu..kalian bisa menyelesaikan masalah kalian!" ijin Nadia pada Alvin.

__ADS_1


__ADS_2