
Alvin sudah kadung gemas dengan mantan kekasih nya itu, hari ini juga aku harus menyelesaikan semuanya agar tidak ada salah paham lagi.
"Apa maumu Sonya..? " tanya Alvin menatap tajam.
"Aku mau kamu yang dulu.. " jawab Sonya merengek di hadapan Alvin.
"Itu sudah tidak akan mungkin terjadi lagi, Sonya aku sudah menikah dan ada hati istriku yang harus aku jaga, jadi maafkan aku hubungan kita cukup sampai disini" ucap Alvin tegas sekali.
"Gak.. aku gak mau putus dari kamu" Pinta Sonya mulai mengeluarkan air mata buaya nya.
"Belajarlah untuk menerima kenyataan bahwa kita tidak berjodoh" ucap Alvin serius.
"Kenapa kamu lebih memilih dia daripada aku yang selama ini selalu mendampingi mu? " tanya Sonya sambil mendrama.
"Maafkan aku Sonya, tolong mengertilah dan jangan nganggu hubungan kami lagi, sekarang aku mohon pergilah dan lanjutkan hidupmu sebagaimana mestinya" mohon Alvin.
"Aku tidak akan pernah menerima penghinaan ini, aku yang lebih dahulu mencintaimu daripada dia jadi seharusnya kamu lebih memilih aku" kesal Sonya.
"Dengar, aku tidak tidak akan rela melihat dia bahagia diatas penderitaan aku! " ancam Sonya kemudian pergi sambol mbanting pintu ruangan Alvin.
__ADS_1
"Aku sudah tau ini bakal terjadi, Sonya tidak mungkin menerima semua ini dengan mudah" lirih Alvin sambil memijat pelipisnya. Saat sedang galau tiba-tiba saja Alan masuk dan mengagetkan Bos nya.
"Bos.. meeting akan segera dimulai" ucap Alan menginterupsi.
"Kalian tunggu sebentar lagi, aku akan segera kesana.."Jawab Ken beranjak menyiapkan dirinya.
" Siap Bos.. "Jawab Alan
Alan adalah orang kepercayaan Alvin, ia adalah asisten pribadinya yang mengurusi keperluan Alvin di kantor selama ini.
" Lan apa semua persiapan meeting sudah siap? " tanya Alvin sambil berjalan menuju tempat meeting.
"Siap Bos, semunya sudah saya siapkan" jawab Alan.
Hari itu Alvin sangat sibuk hingga tidak sempat untuk menghubungi istrinya, sementara itu Nadia yang sampai malam tidak mendapatkan kabar dari suaminya menjadi khawatir dan berusaha menelponnya suaminya.
"Dia kemana sih, sampai jam segini belum pulang" lirih Nadia sambil mondar-mandir di kamarnya.
"Assalamualaikum..iya Sayang, maaf aku masih di kantor karena masih banyak pekerjaan" jawab Alvin dari sebrang.
__ADS_1
"Waalaikumsalam.. kok kamu gak ngabarin aku" Kesel Nadia.
"Maafkan aku, aku sibuk banget hari ini.. sebentar lagi aku pulang, kamu makan duluan ya jangan nungguin aku" Pesan Alvin sebelum menutup panggilannya.
"Iya, jangan capek-capek dan jangan lupa makan" ucap Nadia cerewet sekali.
"Iya Sayang.. terima kasih, aku tutup dulu ya biar cepet pulang.. assalamu'alaikum" ucap Alvin.
"Iya.. waalaikumsalam.. " jawab Nadia.
Nadia beranjak turun untuk makan malam sendiri karena suaminya masih lembur. Setelah makan Nadia mengganti bajunya dengan lingerie seksi seperti permintaan suaminya, ia pun menunggu di sofa kamar hingga tertidur.
Tepat jam 10 malam Alvin pulang ke rumahnya, ia langsung menuju ke kamarnya untuk bebersih kemudian istirahat. Sampai di kamar Alvin menemukan istrinya tertidur di sofa.
"MasyaAllah sampai ketiduran gini.. maaf ya" ucap Alvin menghampiri kemudian berniat memindahkan istrinya tapi sayang Nadia sudah terusik dan membuka matanya.
"Kamu udah pulang? " tanya Nadia beranjak duduk.
"Iya baru aja, aku mau mandi dulu ya.. kamu pindah dulu ke ranjang" ucap Alvin beranjak ke kamar mandi.
__ADS_1
Setelah beberapa menit dikamar mandi ia pun menyusul istrinya je peraduan.
"Sayang.. kamu udah tidur? " tanya Alvin mengusak dibelakang tubuh Nadia.