
Seorang gadis sedang tertidur nyenyak tanpa merasa terganggu dengan sinar matahari yg masuk dari celah - celah jendela.
Beberapa menit gadis itu terbangun karna bunyi alarm yg terus berbunyi dengan mata yg masih tertutup rapat ia mematikan alarm dengan malas.
Ia membuka mata melihat jam di dinding yg tertuju pada angka 7 lebih 5 menit.
Dengan cepat gadis itu bangun dari tempat tidurnya dan langsung menuju kamar mandi,ia tak mandi hanya membasuh muka dengan cepat dan menggosok gigi.
Gadis itu dengan segera turun kebawah karna kamarnya berada di lantai atas,di bawah ia tidak melihat kedua orang tuanya,dengan acuh ia pergi dari rumah dan pergi ke sekolah dengan menaiki kendaraan umum.
Gadis itu bernama Alsya Shifa Rembulan, dan teman - temannya memanggil Alsya.
Alsya gadiscantik memiliki rambut bergelombang dengan warna rambut hitam yg pekat,dengan hidung macung,kulit putih, bibir tipis dan memiliki warna merah alami,badan tinggi dan memiliki body seperti seorang model.
Alsya sangat populer dikalangan pria,tetapi dia tidak pernah berhubungan dengan pria selama ini,ia berfikir lebih baik sekarang ia fokus untuk mencari ilmu,karna menurutnya memiliki hubungan asmara membuang waktu baginya,tetapi dia memiliki perasaan dengan Seorang pria dingin tak tersentuh yg memang populer di kalangan wanita.
Saat ini Alsya dihukum karna terlambatnya,Alsya dihukum membersihkan kamar mandi,tetapi Alsya tidak sendirian ia di hukum dengan pria yg ia cintai selama berberapa hari ia sudah berusaha mendekati pria itu,tetapi sangat sulit untuk mendakati pria itu.
Pria itu bernama,Rhaditnya Rafeyfa Putra.
Seorang pria berwajah tampan,memiliki rahang tegas dengan mata dingin dan tajam,bibir tipis,memiliki badan yg gagah sempurna,banyak kalangan wanita yg menyukainya,tetapi hanya sedikit wanita yang berani mendekatinya,salah satunya Alsya.
Alsya dulu sempat berfikir ia tidak akan membuang waktu hanya karna kisah percintaan tapi kini sebaliknya ia jatuh cinta dengan pria yg sekarang di dekatnya.
"Kak Rafa juga dihukum ya?,sini aku bantuin"ucap Alsya mendekat.
Rafa langsung menjauh dari Alsya yg semakin dekat.
"Gk"ucap Rafa dingin memandang Alsya tajam.
Alsya diam ia terus mencoba mendekati Rafa,tetapi Rafa hanya mengacuhkannya.
Waktu pelajaran pertama selesai,dan berarti masa hukuman mereka juga selesai,Rafa meninggalkan Alsya yg masih mencari perhatiannya.
"Yah kak Rafa pergi"ucap Alsya sedih ia pergi dari wc ke kelas,di kelas ia disambut dengan pertanyaan - pernyataan dari sahabatnya.
"Kau dari mana dari tadi kami kirim pesan tapi tak kau balas"ucap Nabila dengan menunjukan wajah marah.
__ADS_1
Nabila Kalea Lathifa,biasa dipanggil Nabila,seorang gadis memiliki lesung pipi dengan pipi chubby,memiliki rambut pirang,tumbuh pendek diantara sahabatnya yg lain,ia memiliki sifat sedikit pemarah,tapi perhatian,ia juga tak kalah populer dari Alsya.
"Benar kau tahu kami panik,takut jika orang tua busukmu melukaimu lagi"ucap Sherly dengan menyilangkan kedua tangannya.
Sherly Myesha Kirania Sherly Myesha Kirania, sahabatnya memanggil Sherly,ia memiliki tubuh tinggi dan ia memiliki sifat tomboy, ia sangat peduli satu dengan yg lain,walau kadang ia memiliki lidah tajam,ia juga populer seperti sahabatnya yg lain.
"Hei kau tak boleh begitu,bagaimana pun itu orang tua tauk"ucap Vian polos menasehati sahabatnya.
Vian Jovita Kalila,sahabatnya biasa memanggil Vian,ia memiliki tumbuh pendek tapi lebih pendek Nabila dan dia memiliki rambut sebahu,Vian sendiri memiliki sifat polos,sangking polosnya ia membuat sahabatnya jengkel karna sikapnya, bahkan kadang ia gampang dibodohi jika tidak berada di sebelah sahabatnya,karna terlalu polos.
"Bisakah kalian diam,aku hanya terlambat karna tadi malam gk bisa tidur"ucap Alsya menengahi.
"Dan tadi pagi saat aku ingin berangkat aku tidak tau mereka pergi kemana"ucap Alsya acuh.
"Berarti kau tadi dihukum dong Sya?"ucap Vian polos dan berhasil mendapatkan jitakan dari Nabila.
"Apa kau bodoh,ya jelas lah masih nanya"ucap Nabila kesal,sedangkan Vian mengelus keningnya karna terkena jitakan Nabila.
sherly hanya menarik nafas panjang dan menggelengkan kepalanya.
"Aku tak habis pikir denganmu,kenapa kau masih bisa tersenyum ceria dengan semua ini?"ucap Sherly melihat Alsya yg menatap jendela dengan tatapan kosong.
"Hah.... Itu tak seburuk yg kalian pikirkan,aku tak apa,aku sudah terbiasa dengan semua ini...mungkin.. "ucap Alsya diakhiri dengan suara pelan.
"Tapi ada kalian yg selalu disampingku bukan?,aku merasa semua beban di pundak ku terasa hilang saat kalian selalu ada di sisiku"ucap Alsya melihat mereka satu - satu.
Mereka bertiga tersentuh dengan kata - kata Alsya mereka saling pandang dan memeluk satu sama lain.
"Ehemm,apakah Bapak mengganggu kegiatan kalian berpelukan seperti teletubis?"ucap seorang guru mengagetkan mereka.
"Bapak juga mau?"ucap Vian polos.
"Vian Jovita Kalila!!,kalian berempat kembali ke tempat masing - masing!!"dengan wajah memerah,entah karna malu atau marah.
Mereka pun duduk dengan wajah datar seperti tidak ada kejadian apapun,dan pelajaran pun dimulai dengan tenang.
"Jadi kau tadi dihukum membersihkan wc?"tanya Nabila dibalas anggukan Alsya.
__ADS_1
"Kasihan sekali"ucap Vian dengan menggelengkan kepala dengan wajah mengasihani.
"Tak apa,kalian tahu aku tadi dihukum dengan siapa?"ucap Alsya dengan wajah berbinar bahagia.
"Tidak"ucap mereka bertiga bersamaan,dengan sesekali mereka memakan atau meminum hidangan di depannya,ya sekarang mereka berada di kantin.
"Aku dihukum dengan kak Rafa,aaaaaaaaaa bukankah itu berita bagus?"ucap Alsya.
Sherly dengan gemas menonyor kepala Alsya pelan.
"Apakah kau tak lelah dengan sifat Rafa?,katanya dulu percintaan adalah hal yg membuang waktu sedangkan sekarang?, kau menelan ludah sendiri Alsya"ucap Sherly ketus menyeruput minumannya.
"Yaa aku berubah pikiran sekarang mungkin tidak ada salahnya bukan jika kita mencintai seseorang?"ucap Alsya.
"Ya memang tak salah,tapi ingat jangan bodoh hanya karna cinta,cinta itu buta ingat kau bisa saja masuk kelubang yg dalam"ucap Vian serius.
Alsya,Sherly,dan Nabila menatap Vian aneh karna baru ini kata - kata Vian yg tidak menjengkelkan dari pada yg lainnya,bahkan sangat bijak.
"Apa aku salah bicara?"tanya Vian dengan wajah bingung.
Tapi semua hanya menggeleng pelan,merekapun melanjutkan obrolan mereka,saat asik mengobrol mereka dihentikan oleh suara jeritan para kaum wanita.
"Yah mereka selalu begitu"ucap Sherly mendengus pelan menatap para wanita berteriak histeris.
Dari pintu kantin masuklah para pria populer,mereka berempat memiliki wajah tampan di atas rata - rata dan memiliki ciri khas tersendiri.
Radhitya Rafeyfa Putra,ya kalian sudah tau bukan siapa,Radhiya Rafeyfa Putra,jika kalian lupa baca kembali yg diatas,kalian akan menemukannya,ya Radhitya Rafeyfa Putra,atau dipanggil Rafa ia adalah pribadi yang tak tersentuh dan dingin,dan ia memiliki sahabat seperti Alsya.
Alvian Mahardika,salah satu sahabat Rafa ia memiliki sifat cuek tetapi ia perhatian jika bersama dengan seseorang yg ia sayangi,ia memiliki perawakan,yg cukup sempurna tak kalah dari Radhitya Rafeyfa Putra,Alvian Mahardika biasa di panggil Dika,Dika memiliki wajah tampan,rahang tegas bibir seksi,dan alis yg lebat.
Atharrayhan Wisnu,salah satu sahabat Rafa yang biasanya dipanggil Rayhan,Rayhan sendiri ia memiliki sikap Koyol,tapi dia akan serius jika teman - temannya mempunyai masalah,Rayhan memiliki wajah tampan dan bulu mata lentik,dan badan yg gagah.
Alex Damarion,sahabat terakhir Rafa,orang - orang memanggil Damar,ia memiliki sifat yg baik hati,ia selalu murah senyum dan selalu membantu makhluk hidup yg kesulitan.
Ia memiliki wajah tampan seperti sahabatnya,dan Damar memiliki rahang tegas,hidung mancung dan senyuman yg manis.
Ya mereka yg membuat keributan di kantin,setiap hari para wanita selalu histeris ketika melihat mereka berempat,bahkan sahabat Alsya pada jengah,kecuali Alsya sendiri.
__ADS_1
"Aku akan kesana yaa,bye"ucap Alsya saat Raga dan ketiga sahabatnya sudah berada di pojok seperti biasanya,itulah tempat mereka kumpul jika ada di kantin.
"Tunggu...