
Beberapa hari berlalu Alsya masih dirawat dirumah sakit dengan keadaan koma, Rio masih berada di rumah neneknya,sebenarnya ia ingin pulang dan melihat ke adaan Alsya, tapi ia mendapatkan kabar dari Arka jika Alsya bersamanya dan dengan keadaan baik - baik saja,dengan begitu ia menjadi tenang lagi pula ia tidak diperbolehkan oleh neneknya pulang terlalu cepat.
Tampa Rio sadari Arka berbohong kepadanya,Arka bohong pun ada sebabnya, ia takut jika Rio akan khawatir dengan keadaan Alsya, dan akan melakukan hal yang tidak seharusnya ia lakukan, karna ia tau gimana sifat sahabatnya jika menyangkut tentang Alsya.
Dan ya para sahabat Alsya tau jika Alsya baik - baik saja,karna beberapa hari yang lalu mereka menelfon Rio untuk menanyakan tentang Alsya, dan Rio pun menjawab jika Alsya baik - baik saja dan ia juga bilang jika Alsya berada dengan sahabatnya yaitu dokter untuk menjaganya,sebenarnya para sahabat Alsya ingin bertanya kenapa Alysa tidak sekolah dan tidak pernah terlihat tapi saat ingin bertanya tiba - tiba sambungan telfonnya mati karna Rio memutuskannya tampa sengaja karna dipanggil oleh neneknya.
Saat ini Arka memeriksa keadaan Alsya yang semakin membaik tapi sayangnya ia belum tersadar dari komanya.
"Sya ayo bangunlah,abangmu sudah mencarimu aku tidak bisa terlalu lama menyembunyikan keadaanmu dari orang - orang terdekatmu"ucap Arka mengelus rambut Alsya.
"Kau tahu aku sangat rindu kepadamu,dan kau tahu jika aku mencintaimu sejak aku melihat kau tersenyum hatiku terasa hangat dan entah mengapa ada getaran aneh di hatiku"ucap Arka.
"Kumohon bangun,kau adalah wanita yang kuat,wanita yang tahan banting,wanita yang selalu menghadapi masalah sendirian walau ada seribu orang yang ingin menghadapi masalah bersamamu"ucap Arka duduk disebelah Alsya dengan menggenggam tangan Alsya lembut.
"Apakah terlalu indah di bawah alam sadarmu hingga kau tak ingin bangun lagi?"ucap Arka.
Arka terus berbicara walau Alsya tidak menanggapi ucapannya, ia tidak peduli tapi ia yakin jika Alsya pasti mendengar ucapannya.
Sudah setengah jam Arka menunggu Alsya hingga ada perawat masuk ke ruangan Alsya dan menatap kaget saata melihat Arka yang menggenggam erat tangan Alsya.
"Ehem ma maaf mengganggu Dokter Arka,saya disini ingin mengganti perban dan dokter dari tadi dicari oleh Dokter Akbar"ucap perawat tersebut.
Arka pun mengangguk dengan senyuman manis, sebelum pergi Arka menyempatkan mengecup kening Alsya dengan lembut dan berhasil membuat perawat terkejut sekali lagi.
"Tolong jaga calon istri saya saat saya tidak berada di sampingnya ya sus"ucap Arka sebelum meninggalkan ruangan Alsya.
Sang Suster pun terbelalak kaget setelah itu ia tersenyum hangat,sang suster/perawat itu berjalan mendekat ke arah Alsya untuk mengganti perban di kepalanya dan menggumam.
"Kau sangat beruntung nona mendapatkan hati Dokter Arka,saya jadi iri hi hi hi"ucap sang perawat dengan di akhiri kekehan kecil.
Disisi lain Rafa berada di rumahnya dengan para sahabnya dan satu wanita yang menempel dengannya siapa lagi kalau bukan Laila sahabt kecil Rafa.
"Kak Rafa kenapa diam terus?,apa ada masalah?"ucap Laila dengan suara manja.
__ADS_1
"Mungkin dia memikirkan Alsya entah kemana"ceplos Rayhan yang berhasil mendapatkan plototan dari Laila tanpa mereka sadari kecuali Dika yang memang mengamati semua gerak - gerik Laila, entah kenapa ia merasa tak suka saat pertama kali melihat Laila.
"Oh... Emmm gimana dengan hubungan kalian dengan para sahabat Alsya?"tanya Laila lagi dengan raut muka sok polos.
"Hubungan kami baik - baik saja seperti layaknya pasangan lainnya, hanya beberpa hari ini kami tidak saling ketemu karna mereka juga sibuk dengan Alsya"ucap Rayhan acuh.
Laila tersenyum licik saat mendengar ucapan Rayhan.
'Ini kesempatan bagus untuk memutuskan tali hubungan mereka'ucap Laila dalam hati.
Gerak - gerik Laila pun tak luput dari pandangan Dika yang tajam yang terus menatapnya.
"Apakah kalian tidak takut jika mereka memeliki orang lain dari kalian,apalagi mereka cukup populer dikalangan pria"ucap Laila mencoba menghasut para sahabat Rafa.
"Tidak mungkin,jika pun itu benar siapa yang berani mendekati para wanita kami"ucap Rayhan ketus yang mulai menunjukan wajah tak suka saat mendengar ucapan Laila.
Laila yang menyadari pun berpura - pura takut.
"Ahh maaf aku hanya bertanya,kan siapa tau"ucap Laila yang makin membuat Rayhan emosi.
Laila yang melihat itu pun memeluk satu tangan Rafa yang berada di sampingnya,tetapi dengan perlahan yang membuat Laila kesal sedangkan para sahabat Rafa menahan tawa saat melihat adegan di depan mereka.
"Apa kau tak punya teman?,sampai kau lengket terus dengan Rafa"tanya Dika yang dari tadi diam.
Laila yang mendengar itu mengerucut bibirnya,tetapi Rafa tidak memperdulikan,ia malah memikirkan tentang Alsya.
"Kenapa kau jahat sekali kak Dika?"ucap Laila dengan mata berkaca - kaca.
Dika hanya mengangkat kedua bahu acuh,dan lanjut memainkan handphone di tangannya.
"Udah - udah Dika memang suka begitu, udah gak usah dipikirin"ucap Damar dengan senyuman manis.
Mereka pun melakukan kegiatan mereka masing - masing, sedangakan Laila tak henti - hentinya mencoba menjadi pusat perhatian tapi diantara mereka tidak ada yang peduli.
__ADS_1
Disisi lain Rio sedang memandang foto Alsya dengan wajah sendu, ia benar - benar rindu adik kecilnya itu,tiba - tiba dari belakang ada seorang wanita yang memeluknya erat.
"Kak Rio!!"ucap seorang wanita yang memeluk Rio erat.
Rio yang tidak terbiasa di peluk kecuali dengan Alsya atau ibu dan neneknya pun menjadi marah.
Dengan cepat Rio mendorong wanita itu hingga wanita itu hampir terjatuh.
"Aduh sakit kenapa kak Rio bersikap begitu?!"teriak wanita itu tapi Rio hanya acuh dan meninggalkan wanita itu sendirian.
"Kak Rio mau kemana?!!!"ucap wanita itu dengan membuntuti Rio yang pergi ke ruang keluarga di mana disana terdapat neneknya dan kedua orang tuanya.
"Nek!!,kak Rio jahat masak Lili di tinggal"ucap wanita yang ternyata bernama Lili dengan wajah cemberut duduk disebalah nenek Rio.
"Rio kenapa kau meninggalkan Lili?"ucap nenek dengan wajah tersenyum lembut.
"Aku gak suka kebisingan"ucap Rio cuek bebek.
Neneknya hanya menggeleng kan kepala pelan, neneknya pun mengelus rambut Lili sayang.
"Lili kan kau tau gimana sifat sepupumu satu ini bukan?"ucap nenek.
"Ya tapi kan aku hanya ingin menyapanya saja,masak dia langsung meninggalkan ku begitu saja"ucap Lili mengerucut bibir.
Rio hanya diam tak peduli ia masih sibuk dengan benda di genggamannya.
"Udah - udah Rio emang sifatnya gitu,jadi kamu harus bisa memahami ya"ucap nenek lembut.
Lili hanya cemberut dan membuang muka.
Rio berdiri dari tempat duduknya tapi dihentikan dengan pertanyaan mamanya.
"Mau kemana?"ucap mamanya Rio.
__ADS_1
"Mau menelfon Arka"ucap Rio di angguki mamanya.
Rio pun pergi meninggalkan lainnya dengan wajah datar.