
Alsya masih terduduk di bangku taman melihat matahari yang mulai terbenam.
Saat matahi sudah tak terlihat lagi Alsya berdiri dan berjalan keluar taman.
Ia tak berniat pulang ia ingin pergi ke suatu tempat.
Alsya memesan taxsi ia ingin menuju suatu tempat yang sudah lama ia tidak datangi.
Sebeluk taxsi datang Alsya menggunakan masker dan memakai hoodie pria,ia harus menyembunyikan identitasnya,saat Alsya sudah selesai taxsi pesanannya pun datang,Alsya pun naik dengan wajah datar dan dingin tampa menyapa sang sopir, walau tak terlihat karna tertutup masker, tapi sang sopir melihat dari mata Alsya yang menatapnya dingin yang berhasil membuat sang sopir ketakutan.
Beberapa menit Alsya sampai Alsya turun dan melihat kedepan dengan mata dingin.
Alsya berdiri dengan tegak melihat gedung yang sangat besar terpampang di depannya.
Alsya melangkah memasuki gedung dengan percaya diri.
Saat masuk memperlihatkan banyak orang - orang yang melakukan kegiatan mereka masing - masing, Alsya berdiri dengan sendekap tangan ketika melihat seseorang yang menatapnya tak percaya.
Orang itu berjalan dengan cepat ke arah Alsya dengan mata terbelalak tak percaya.
"Lo.... As?"ucap orang yang tadi menatap Alsya tak percaya.
Alsya hanya berdehem menatap orang di depannya.
Orang itu memeluk Alsya erat,sedangkan Alsya mencoba melepaskan pelukannya.
Ya As adalah nama samaran Alsya saat ia berada di gedung ini.
"Lepas"ucap Alsya dingin.
"Dari mana aja lo, udah 6 bulan lebih lo gak pernah kesini"ucap seseorang di hadapan Alsya.
Seseorang yang memeluk Alsya adalah seorang pria yang memiliki hubungan dekat jika Alsya berada di kawasan gedung atau memiliki suatu kegiatan,tapi pria itu tidak tau siapa As sebenarnya.
"Sibuk"ucap Alsya melihat sekitar.
Alsya melihat beberapa ruangan yang berubah,ia cukup rindu dengan gedung ini, karna gedung ini dia menjadi gadis kuat dan bisa membela dirinya saat ada bahaya kecuali jika ia berhadapan dengan kedua orang tuanya entah kenapa ia menjadi lemah tak berdaya.
"Dihh.... anak - anak lain pasti kangen lo"ucap pria itu mengerangkul Alsya.
Alsya menepis rangkulan tersebut sedangkan pria itu cemberut dengan kelakuan Alsya.
"Ternyata lo gak berubah,gue penasaran dengan wajah lo,kenapa lo selalu menutupinya dengan masker?"ucap Pria itu tapi tak dihiraukan Alsya.
Alsya berjalan di ikuti Pria itu dengan menggerutu tak jelas karna kesal dengan sikap Alsya.
"Mereka ada di dalam"ucap Pria itu.
Alsya hanya diam beberapa menit disaat ia akan melangkah tangannya dicekal oleh pria yang tadi menggerutu.
"Lo disini dulu biar gue ke dalam memberi kejutan"ucap Pria itu memohon.
Alsya hanya menghembuskan nafas pasrah dan mengangguk lemas.
__ADS_1
Wajah pria itu menjadi berseri - seri.
Pria itu pun masuk dengan ekspresi berbeda sedangkan Alsya hanya berdiri dengan melihat kesana - kesini, terkadang ia menerima sapaan dari orang - orang yang mengenalnya.
Disisi lain pria itu masuk dengan wajah serius.
"Kenapa lo Nic ketemu mantan?"ejek seseorang di dalam ruangan.
Seseorang yang tadi bersama Alsya memiliki nama Nicholas,teman - temannya memanggilnya Nic.
"Cek mulut lo"ucap Nic kesal disambut tawa orang - orang.
"Jangan bercajanda"ucap Nic.
"Bercanda!!!!"sahut semua orang.
"Iya iya itu maksud gue,di depan ada orang yang inging bertemu dengan kalian, dan orang itu cukup berbahaya"ucap Nic.
"Jangan omong kosong, jika dia berbahaya mana mungkin penjaga membiarkan dia masuk"ucap seseorang.
"Kalian tidak akan percaya bahkan para penjaga menunduk untuk memberi hormat"ucap Nic omong kosong,di dalam hati Nic tertawa keras tampa rasa bersalah melihat ekspresi teman - temannya.
Keadaan menjadi hening,mereka menjadi sedikit takut,mereka berpikir apakah mereka pernah berurusan dengan orang yang salah?.
"Jika lo bohong..."ucap seseorang terpotong.
"Gue gak bohong,jika kalian pada gak percaya gue panggilin bentar"ucap Nic.
"Masuk"ucap Nic.
Alsya melangkah masuk saat mendengar ucapan Nic yang menyuruhnya masuk.
Disisi lain di dalam ruangan orang - orang menjadi tegang.
Apalagi saat melihat sepatu yang mulai terlihat melangkah dengan tegas.
'Kenapa situasinya menjadi tegang?'pikir mereka.
Alsya melangkah dengan tegas,dan ketika berada dalam ruangan Alsya melihat orang - orang yang ia rindukan menatapnya tidak percaya.
"As!!!"
Orang - orang menatap Alsya tak percaya dengan perlahan mereka mendekati Alsya secara bersamaan, saat mereka ingin memeluk Alsya,Alsya mengangkat tangan mempertandakan untuk berhenti.
Tapi mereka tak menghiraukan dan memeluk Alsya,sedangkan Alsya berteriak di dalam hati apa lagi bagian dadanya ke pentok rasanya sangat sakit,tapi Alsya tidak sepenuhnya menyalahkan mereka karna mereka juga tidak tau kalau Alsya adalah seorang wanita.
Karna kesal Alsya menendang ************ mereka satu persatu.
'Aduh' teriak mereka bergantian.
'Sukur'ucap Alsya dalam hati.
"Kau sungguh kejam As"ucap salah satu dari mereka dengan lebay.
__ADS_1
Alsya tidak menghiraukan ia berjalan menuju sofa.
Alsya duduk di sofa di ikuti yang lainnya, di setiap ruangan masing - masing berjumplah 5 orang dan salah satunya Alsya,tapi karna Alsya sudah 6 bulan tak kembali mereka hanya berempat.
"Bagaimana kabar kalian?"ucap Alsya.
Mereka semua terdiam sejenak.
"Kami baik - baik saja,tapi Liam tidak baik - baik saja,karna kakinya cedera cukup serius"ucap Nic melihat Liam yang duduk dengan santai tampa ekpresi kesakitan.
Alsya melihat seseorang di depannya yang bernama Liam itu, ia baru menyadari kaki Liam yang di perban.
"Knp?"tanya Alsya dengan alis terangkat satu.
"Biasa dia kalah,karna beberapa bulan ini ada seorang pria yang mengganti kedudukanmu di lomba itu,karna tidak ada yang bisa mengalahkannya,dan Liam dengan pd nya melawannya dan yaa akhirnya terjadilah begini"ejek seseorang bernama Ali dengan diakhiri ejekan.
"Hei Al gue itu ingin merebut posisinya kembali,gue gak rela posisi As di ganti olehnya"bela Liam.
Alsya hanya menggeleng pelan.
"Biarlah gue gak peduli posisi gue di gantikan oleh orang lain, yang penting orang itu tidak menyalah gunakan kekuatannya"ucap Alsya.
Alsya menatap satu orang lagi yang dari tadi hanya senyam - senyum gak jelas dengan menatapnya.
"Satria emang gitu,entah ia beberapa ini dia senyam - senyum saat melihat pria"ucap Nic.
Alsya memikirkan sesuatu ia menatap Nic,Liam dan Ali seperti berbicara lewat mata.
Mereka mengangguk serentak.
Alsya menampar Satria dengan keras.
'Plak'
"Aduh.. Kenapa lo mukul gue"ucap Satria.
"Awas jika ku tidak normal"ucap Alsya.
"Benar dari tadi senyam - senyum gak jelas, jangan bilang lo suka As?"ucap Ali dingguki yang lain.
"Apaan sih pikiran kalian,gue senyam - senyum itu karna senang,jangan berpikir negatif"Ucap Satria mengusap pipinya.
Keadaan menjadi hening,tidak ada yang memulai pembicaraan,mereka bertengkar dengan pikiran mereka sendiri.
"As"panggil Nic.
Alsya hanya berdehem untuk menjawab.
"Lo tidak ikut kompetisi lagi? "ucap Ali.
"Gak males,piala gue dah banyak"ucap Alsya.
"Dih.. sombongnya"ucap mereka bersamaan.
__ADS_1
Mereka pun mengobrol kesana - kesini menghabiskan waktu hingga mereka tertidur secara bersamaan.