APAKAH AKU BISA BAHAGIA?

APAKAH AKU BISA BAHAGIA?
BERHENTI BERJUANG?


__ADS_3

Di kantin sekolah terlihat sahabat - sahabat Alsya memandang Alsya heran karena dari tadi Alsya hanya diam dan tidak menyentuh makanan yang ada didepannya.


"Sya kenapa kau diam saja, dari tadi keluar dari rumahmu sampai sekarang, apa ada masalah?, ceritakan saja pada kami"ucap Nabila memegang tangan Alsya.


"Aku tidak apa - apa,hanya kangen sama Bang Rio"ucap Alsya memandang mereka satu persatu.


"Emang Bang Rio kemana?,aku baru sadar gak pernah bertemu dia beberapa hari ini"ucap Sherly.


"Bang Rio memiliki perkerjaan yang tidak bisa ditinggal diluar kota"ucap Alsya.


Dari sebrang meja Alsya dan Sahabat Alsya terlihat sepasang mata menatap Alsya licik.


"Ooo, jelas aku tak melihatnya beberapa hari ini, biasanya dia selalu antar jemput kamu,oh ya kau akhir - akhir ini tidak mendekati Kak Rafa lagi, ada apa?, apa kau tidak lagi mencintainya?"ucap Vian.


"Aku masih mencintainya, tapi aku masih ingin menyindiri dan di temani kalian"ucap Alsya melihat meja Rafa dan teman - temannya.


Saat Alsya melihat Rafa,Rafa menoleh dan melihat Alsya yang memandangnya,mereka bertatapan cukup lama sesaat Alsya memutuskan kontak mata dan melihat kembali ke Sahabatnya yang juga memandangnya.


"Ada apa?"tanya Alsya menatap mereka heran.


"Gak ada"ucap mereka bersamaan.


"Oh ya,siapa Dokter tampan yang mengantarmu beberapa hari yang lalu?"tanya Vian penasaran.


"Apakah karna dia kau menghindari Rafa?,atau kau sudah berpindah hati?"tanya Nabila.


"Dokter muda dan tampan itu adalah Kak Arka,dia teman Bang Rio, dia juga menjadi Dokter pribadiku disaat aku dirumah sakit, saat Bang Rio pergi ke luar kota, Bang Rio menitipkan aku kepada Kak Arka"ucap Alsya menyeruput minuman didepannya.


"Wah kau beruntung banget,lebih baik kau melupakan Kak Rafa dan memilih Dokter tampan itu, udah tampan,kaya,memiliki jabatan sebagai Dokter termuda tampan lagi"ucap Nabila.


"Benar"ucap Vian mengangguk setuju.


"Apalagi Kak Rafa yang tak pernah mengubris kebradaanmu, bagi dia kau seperti tidak ada,lebih baik kau bersama dengan Dokter itu"lanjut Vian.


"Udahlah mana mau Kak Arka sama bocil kayak gini,yang masih duduk dibangku sekolah"ucap Alsya.


"Cinta itu tidak memandang usia, kau tau tetanggaku baru nikah beberapa hari dengan usia yang berbeda sangat jauh"ucap Nabila.


"Berapa usia mereka?"tanya Vian.


"Yang wanita berusia 19 tahun sedangkan laki - kakinya berusia 29 tahun"ucap Nabila.


"Ck ck ck, sangat jauh sekali,tapi jodoh juga tidak memandang usia, jika dia jodoh kita,yaudah terima aja"ucap Vian.


"Kau bicara apa sih aku gak paham"ucap Nabila.


"Ah males jelasin"ucap Vian kesal.

__ADS_1


Alsya terdiam dan mengaduk - aduk gelasnya,ia berpikir apakah ia akan berhenti untuk mencintai Rafa, atau terus berjuang sampai Rafa berubah dan mencintainya.


"Lagi pula aku masih mencintainya,sekarang aku ingin bertanya,apakah ada seorang pria yang berhasil mencuri hati kalian?"ucap Alsya lebay.


"Entah"ucap mereke bertiga bersamaan.


"Sepertinya kalian menyembunyikan sesuatu dariku, akhir - akhir ini kalian terlihat aneh"ucap Alsya menatap mereka satu persatu.


"Ka kami tidak menyembunyikan sesuatu kok, tenang aja"ucap Nabila sedikit gugup.


"Sya lihat tu meja Kak Rafa"ucap Vian mengalihkan pembicaraan.


Alsya menoleh ke meja Rafa dan melihat Rafa mengobrol dengan seorang wanita, dari wajah Rafa terlihat nyaman dengan wanita di depannya.


"Siapa dia?,baru kali ini aku melihat Kak Rafa tidak berwajah dingin atau bersikap cuek dengan wanita"ucap Vian.


"Bukannya dia anak baru yang baru masuk beberapa bulan lalu?"ucap Nabila.


"Ya dia anak baru,aku pernah bertemu dengannya"ucap Alsya dengan pandangan masih ke arah ke Rafa yang tersenyum kepada wanita di depannya.


"Siapa dia?, apa kau mengenalnya? "tanya Vian.


"Dia Laila Belen"ucap Sherly.


"Bagimana kau tau?"tanya Nabila penasaran.


"Entah,aku lupa"jawab Sherly membuat Nabila jengkel.


"Aku tidak pernah melihat Kak Rafa tersenyum seperti itu"ucap Alsya memandang Rafa lekat.


"Udahlah mungkin mereka teman dekat,sebelum kau kembali,Wanita itu sudah dekat dengan Rafa"ucap Sherly.


"Hmm mungkin"ucap Alsya memutuskan berhenti menatap meja Rafa dan melanjutkan mengobrol dengan sahabatnya sesekali melirik ke arah meja Rafa.


Bel pulang berbunyi Alsya melamun memikirkan kejadian waktu dikantin.


"Sya kau knp?"tanya Vian menepuk bahu Alsya.


"Ahh aku gak apa - apa hanya sedikit pusing, nanti juga sembuh sendiri"ucap Alsya sedikit kaget saat tangan Vian menepuk bahunya.


Alsya dan sahabatnya berjalan keluar gerbang sekolah.


Saat mereka ingin menuju parkiran ada yang memanggil Alsya dengan keras, dan itu membuat Alsya dan sebuah suara itu menjadi pusat perhatian.


"Kak Arka"ucap Alsya mengenali pemilik suara yang memanggilnya.


Arka berjalan mendekat dengan senyuman manis.

__ADS_1


"Hai Alsya,hai teman - teman Alsya"sapa Arka.


"Hai juga"ucap Nabila dan Vian bersamaan.


"Ada apa Kak Arka kesini?,apa ada keperluan?"tanya Alsya penasaran.


"Gak ada hanya ingin menjemputmu dan ingin mengajakmu ke suatu tempat"ucap Arka santai.


"Wow kemana?"ucap Nabila penasaran.


"Kepo"ucap Arka dengan senyuman manis.


"Aduh Bang bisa diabetes ni saya"ucap Vian.


"Benar meleleh hati adek Bang"ucap Nabila menimpali.


"Ha ha ha,kalian lucu ya"ucap Arka terkekeh geli.


Vian dan Nabila menjadi malu saat Arka berkata kalau mereka lucu.


"Kalau begitu Alsya ku bawa ya"ucap Arka.


"Ya Kak bawa aja,gak usah dibalikin juga gak apa - apa"ucap Nabila berlari menjauh sebelum terkena amukan Alsya.


"Nabila!!"teriak Alsya.


"Udah - udah sana pergi,kalau begitu kita permisi dulu"ucap Sherly melangkah pergi di ikuti Vian yang selalu menghadap ke arah Alsya untuk menggodanya.


"Ck ck ck"ucap Alsya menggelengkan kepala.


"Bagaimana mau gak?"tanya Arka.


"Siapa sih yang gak mau jalan - jalan sama seorang Dokter tampan seperti yang ada di depanku ini"ucap Alsya dengan mengedipkan matanya sebelah.


Arka terkekeh geli dan mengacak - acak rambut Alsya gemas.


"Yaudah yuk,sebelum sore"ucap Arka menggandeng tangan Alsya.


Sedangkan Alsya diam terpaku,saat tangannya dipenggang Arka.


"Ada apa?"tanya Arka saat melihat Alsya hanya diam.


"Ahh enggak apa - apa,yuk kita jalan"ucap Alsya semangat,Alsya lupa jika orang tunya sudah kembali dan sedang menunggu kepulangannya.


Alsya bergandengan tangan menuju mobil Arka,tampa sengaja Alsya bertatapan dengan Rafa yang memandangnya dingin.


Alsya juga melihat disamping Rafa,berdiri Laila yang juga menatapnya.

__ADS_1


Alsya masuk kemobil,dengan perlahan mobil berjalan menjuh dari kawasan sekolah.


__ADS_2