
Disisi lain Rio merasa khawatir,saat ia kumpul dengan keluarganya ia merasa ada sesuatu yang ganjal di dalam hatinya.
Mama Rio yang menyadari bahwa anaknya sedang mengkhawatirkan sesuatu pun bertanya.
"Ada apa nak?,kau terlihat seperti memikirkan sesuatu"ucap mama Rio menatap Rio dengan tenang.
"Entah ma,aku tidak tau beberapa hari ini Alsya izin pergi ke rumah teman - temannya dan baru kemarin ia memberi tahu kalau sekarang ia akan pulang"ucap Rio.
"Terus kenapa?,bukannya dia udah pulang dan apalagi masalahnya yang membuatmu khawatir"ucap papa Rio tenang.
"Entah pa Rio sangat khawatir dari tadi Rio mencoba menelfon Alsya tapi tidak ada satu pun diangkat Alsya"ucap Rio dengan wajah khawatir.
Mama Rio menjadi khawatir ia sudah menganggap Alsya putrinya sendiri,ia menatap suaminya yang memejamkan matanya entah apa yang dipikirannya.
"Bagaimana pa?,apa kita sekarang menuju ke rumah Alsya mengecek sendiri bagaimana keadaan Alsya?"tanya mama Rio yang ikut khawatir.
"Huf tenang ma kita tunggu saja, papa juga khawatir dengan gadis kecil itu, tapi jika kita sekarang kesana mengecek rumah keluarga Alsya secara tiba - tiba nanti kita dikira penjahat oleh orang tuanya,lagi pula orang tuanya hanya mengenal Rio,mereka tidak mengenal kita"jelas papa Rio dengan satu tarikan nafas.
Mama Rio terdiam sebenarnya ia tidak terlalu setuju dengan ucapan suaminya tapi apa boleh buat.
Papa Rio yang melihat wajah istrinya seperti tidak setuju pun mengelus kepalanya dengan lembut.
"Jika besok Alsya belum bisa dihubungi kita akan kesana,jika kita pergi sekarang nanti kita ketinggalan acara penting"ucap papa Rio.
Mama Alsya menatap suaminya kaget, ia lupa jika ia dan keluarganya harus mengunjungi rumah ibunya yang sedang mengadakan acara setiap satu tahun sekali.
"Kalau Rio gak ikut apa boleh pa?"tanya Rio ia benar - benar khawatir.
Papa Rio menggeleng tegas.
"Tidak kau harus ikut, setiap tahunnya tidak ada yang tidak datang dikeluarga nenekmu,kau tenang demi Alsya kita tidak akan lama"ucap papa Alsya menepuk bahu Rio.
Rio hanya mendesah dengan keputusan papanya.
Ketika mendengar ******* anaknya ia mencari ide untuk membuat anaknya lebih tenang.
"Hmm bagaimana jika kau menyuruh sahabat doktermu itu kerumah Alsya untuk mengecek keadaanya saat orangtuanya tidak berada dirumah"ucap papa Alsya memberikan sarannya agar mengurangi kekhawatiran anaknya.
Mata Rio membulat sempurna mendengar saran dari papanya.
"Papa benar aku akan menghubungi Arka untuk mengecek bagaimana keadaan Alsya"ucap Rio bergegas meninggalkan kedua orang tuanya,sedangkan papa Rio menatap Rio dengan tersenyum lembut.
"Anak kita sangat peduli dengan Alsya,sebenarnya aku ingin sekali menjodohkan mereka,tapi sepertinya tidak mungkin mereka sudah saling menganggap satu sama lain sebagai saudara"ucap papa Rio.
"Kau benar suamiku aku juga memikirkan hal yang sama,tapi tak apa kita bisa mengangkat ia menjadi anak angkat kita,tapi sayang nya ia sulit untuk dibujuk"ucap mama Rio sedih.
Papa Rio menarik istrinya kedalam dekapannya.
__ADS_1
"Suatu saat ia akan jatuh dipelukan kita ma"ucap papa Rio.
Disisi lain Arka yang sedang menangani pasien pun terhenti sejenak ketika handphonenya bergetar di sakunya,Arka menatap sebentar dan melanjutkan pekerjaannya yang hampir selesai.
"Bu tolong minum obatnya secara teratur ya,jika tidak maka ibu akan semakin lemas dan akan semakin lama dirawat di rumah sakit"ucap Arka dengan senyumannya.
"Gak apa dok jika yang merawat saya dokter tampan apalagi anda sendiri yang merawat saya"ucap ibu - ibu dengan genit.
Arka hanya menggeleng pelan.
"Ibu bisa saja kalau gitu ibu istirahat nanti jika perlu sesuatu ibu bisa memanggil saya atau suster disini"ucap Arka dan melangkah pergi meninggalkan ruangan ibu - ibu yang sekarang sedang senyam - senyum gak jelas.
Arka menelgon balik Rio,saat telpon diangkat terdengar suara Rio yang sedang memaki dirinya.
"Ada apa sih bro?"ucap Arka heran.
'Ada apa2 dari mana aja lo ha!?'ucap Rio dengan nada tinggi.
"Huff apa lo lupa gue seorang dokter yang harus mengobati seribu nyawa?"ucap Arka mengelus dadanya sabar.
Terdengar helaan nafas kasar dari Rio.
'Sorry apa lo masih sibuk?'tanya Rio yang mulai tenang.
"gak juga sih,gue sudah selesaikan pekerjaan gue untuk hari ini,emang ada apa sampai lo marah begitu?"tanya Arka penasaran.
"Alsya?,kenapa dia? Apakah ada sesuatu yang terjadi padanya?"ucap Arka khawatir.
'gue tidak tau pasti tapi gue minta lo ngecek Alsya dirumahnya, perasaan gue gak enak'ucap Rio.
"Baiklah kalau gitu gue kesana secepatnya"ucap Arka,saat ingin mematikan sambungan telfonnya,terdengan suara lagi dari Rio yang membuat Atka tidak jadi memutuskan sambungan telgonnya.
'Tunggu.. Sebaiknya kau kesana saat kedua orang tuanya tidak ada dirumah,agar kau bisa leluasa mengecek keadaan Alsya' ucap Rio.
"Tapi kenapa? Bukannya lebih cepat maka lebih baik? "ucap Arka.
'Gue tahu tapi lo tau kan bagaimana orang tua Alsya'ucap Rio kembali membuat Arka terdiam.
"Huf baiklah gue akan menunggu sampai orang tua Alsya pergi"ucap Arka menghela nafas pasrah.
Arka pun memutuskan sambungan telfonnya dan bergegas menuju rumah Alsya.
Beberapa menit kemudian Arka menghentikan mobilnya yang tidak jauh dari rumah Alsya,Arka turun dari mobil dan berjalan dengan perlahan,saat di samping rumah Alsya,Arka memanjat pagar yang mengelilingi rumah Alsya.
Saat berhasil menerobos gerbang Alsya,Arka mengendap - endap dan mengintip apakah ada orang tua Alsya yang berada di dalam rumah.
Saat mengintip ia melihat kedua orang tua Alsya yang berbincang entah membahas apa.
__ADS_1
"Sial!! Mereka ada di dalam"umpat Arka.
Arka bersembunyi di atas pohon untuk menunggu orang tua Alsya keluar dari rumah.
"Semoga mereka cepat keluar dari rumah ini"ucap Arka
Setengah jam pun berlalu kesabaran Arka mulai menipis,kekhawatirannya semakin tinggi.
Arka memutuskan untuk turun dari pohon dan langsung ingin menerobos masuk kedalam rumah Alsya tampa peduli konsekuensi yang menunggunya.
Saat ingin turun dari pohon terdengar suara seseorang membuka pintu,Arka memutuskan untuk tinggal lebih lama lagi di atas pohon.
Arka mengintip di antara daun - daun agar mengetahui siapa yang berada di depan rumah Alsya.
Saat asik mengintip terlihat sepasang suami istri keluar dari rumah dengan pakaian rapi.
Dengan langkah tergesa - gesa mereka meninggalkan rumah Alsya.
Ternyata mereka adalah orang tua Alsya.
"Akhirnya mereka keluar kandang juga"ucap Arka tersenyum puas.
Arka turum Dari pohon dengan cara melompat, ia masuk dengan cepat tampa rasa takut ketahuan.
di dalam rumah Alsya,Arka merasa sepi seperti tidak ada satupun nyawa yang tinggal dirumah ini.Tapi ia tidak menyerah ia mencari sekeliling rumah Alsya dengan teriak memanggil nama Alsya.
"Sya kau dimana?!!, ini aku Arja!!"teriak Arka.
Arja terus berteriak mengecek setiap ruangan.
Rasa lelah tidak membuat Arja menyerah entah mengapa ia yakin jika Alsya berada di rumah ini.
"Sya kau diman?!!"teriak Arka.
Arja sudah mengecek semua ruangan tapi masih ada satu ruangan yang belum ia cek, yaitu ruang yang berada di ujung lorong.
Arka berjalan perlahan ke ruang itu dengan meneriaki nama Alsya, dimana di lorong itu adalah kamar Alsya.
Arka langsung membuka pintu kamar Alsya saat sudah berada di depan kamar Alsya.
Tapi kamar Alsya terkunci tampa pikir panjang ia mendobrak pintu kamar Alsya.
Beberapa kali ia gagal hingga ia berhasil mendobrak pintu kamar Alsya.
Saat pintu terbuka Arka terkejut bukan main dengan ke adaan kamar Alsya.
^^Maaf ya Author gak pernah upload episode baru dan yaa mungkin Author akan mencoba rajin2 upload episode baru minimal 2 - 3hari 1 episode,dan Author minta maaf kalau typo Author masih bertebaran dimana - mana dan jika ada kesalahan kata Author minta maaf sebesar - besarnya,kalau gitu Author pamit ya jangan dukung Author agar Author lebih semangat upload episode baru bye^^
__ADS_1