APAKAH AKU BISA BAHAGIA?

APAKAH AKU BISA BAHAGIA?
KEMBALI


__ADS_3

Sudah beberapa hari Alsya melakukan kegiatan seperti biasa,dan hari ini Alsya berada dikamarnya ditemani ketiga sahabatnya.


"Enak ya gak ada mereka dirumah ini"ucap Nabila.


"Hmm tapi aku rindu mereka"ucap Alsya menunduk.


"Untuk apa kau merindukan mereka?, udahlah jangan pikirkan mereka lebih baik kita bersenang - senang"ucap Vian.


Mereka berempat mengobrol dan tertawa bersama,tampa Alsya dan yang lain sadari orang tua Alsya kembali dari luar negeri.


"Kemana tu Anak,orang tua pulang gak disambut atau apalah malah hilang entah kemana"ucap Mama Alsya marah.


"Dasar Anak tidak berguna"ucap Papa Alsya.


Mama Alsya Menaiki tangga menuju kamar Alsya dengan perasaan marah.


Dengan keras Mama Alsya membanting pintu tanpa mengetahui jika Alsya tidak sendirian dikamarnya.


'Brak'


"Dasar ana... Ehh ada teman - teman Alsya toh,kalau begitu Mama pergi dulu ya nak,Mama capek baru pulang mau istirahat,kalian lanjutkan obrolan kalian"ucap Mama Alsya merubah menjadi lemah lembut saat melihat sahabat Alsya.


Mama Alsya menutup pintu dengan perlahan dan pergi menjauh dengan menahan emosi.


"Dia beruntung,jika tidak ada teman - teman sialnya,pasti akan terjadi sesuatu yang seru untukku,dan bisa menghilangkan lelahku sementara"ucap Mama Alsya marah.


"Dua orang itu sudah kembali"ucap Vian masih kaget.


"Ya mereka kembali"ucap Alsya tersenyum tipis.


"Sya untung kami disini sekarang,jika kami tidak ada disini pasti ada hal buruk yang akan terjadi padamu"ucap Sherly.


"Udah - udah gak usah dibahas,apa kalian tidak pulang?, ini sudah larut malam"ucap Alsya.


"Enggak kami nginap disini"ucap Nabila diangguki setuju yang lain.


"Apa kamu lupa kami akan menginap malam ini di rumahmu?"ucap Vian.


"Ahhh iya aku lupa, tapi apa kalian membawa baju untuk besok sekolah?"ucap Alsya menatap mereka satu - persatu.


"Tenang kami sudah siapkan semuanya, dan kami akan melindungimu malam ini dari mereka"ucap Nabila.


"Tapi mungkin kita tidak bisa melindungimu setelah malam ini"ucap Sherly menatap mata Alsya.


Alsya mengalihkan tatapan dari Sherly dan mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Udah aku mau tidur,udah ngantuk"ucap Alsya merebahkan dirinya,membelakangi ketiga sahabatnya.

__ADS_1


Mereka bertiga saling menatap satu sama lain,dan merebahkan tubuh mereka untuk menyambut hari besok.


Pagi hari Alsya sudah terbangun, sebenarnya ia tidak bisa tidur memikirkan semua yang akan terjadi selanjutnya.


Alsya menuruni anak tangga menuju dapur untuk membuat sarapan.


Sebelum Neneknya meninggal ia selalu diajari masak,bahkan ia tidak pernah disiksa kedua orangtuanya,tapi sekarang Neneknya sudah meninggak ia selalu disiksa.


Sebenarnya waktu Neneknya masih hidup ia juga disiksa karna 'Dia' sudah tiada,tetapi tidak sesering sekarang.


"Hmm aku masak nasi goreng karna simpel dan cepat dibuat dan dikasih telur diatasnya"ucap Alsya semangat.


Alsya serius memasak Nasi goreng,ia memasak Nasi goreng sangat banyak, karna bukan hanya dia yang akan makan,tetapi kedua orangtuanya dan ketiga sahabatnya.


Setengah jam berlalu,Alsya menata makanannya di atas meja.


Setelah selesai ia naik lagi menuju kamarnya untuk bersiap berangkat ke sekolah.


Alsya membuka pintu kamarnya dan melihat ketiga sahabatnya yang masih terlelap dengan posisi aneh.


Nabila terlelap dengan kepala di bawah dan kaki diatas kasur tetapi anehnya tidak terjatuh,Vian tidur dengan posisi kaki di atas kepala Sherly dan kaki satunya di perut Sherly,sedangkan Sherly sebagai korban tidur dengan posisi terlentang dengan mulut terbuka.


"Ck ck ck,aku curiga mereka bukan manusia tapi siluman"ucap Alsya bersedekap dada melihat mereka satu persatu.


Alsya tidak menghiraukan mereka dan melanjutkan bersiap untuk sekolah.


"Aaaa banjir - banjir"teriak Vian.


"Cepat selamatkan barang - barang kalian"teriak Sherly panik.


Sedangkan Nabila berdiri dengan sempoyongan karna nyawanya belum terkumpul semua,sampai tertabrak pintu.


'Duk'


"Aduh"teriak Nabila kesakitan.


Alsya tak kuat menahan tawa lagi dengan waktu singkat Alsya tertawa lepas karna berhasil menjaili sahabatnya.


"Ha ha ha ha,lihat wajah kalian ha ha ha ha lucu sekali"ucap Alsya diiringi tawa bahagia.


Mereka berhenti ketika mendengar gelak tawa,dengan gerakan serentak mereka menoleh ke asal suara, dan melihat Alsya yang tertawa dengan puas dengan tangan memeganggi perutnya.


"Alsya!!"teriak mereka bertiga kesal.


"Maaf,tapi dari tadi kalian tidak mau bangun,yaudah kusiram saja,lihat tu jam berapa"ucap Alsya menunjuk jam dinding yang menunjukan jam 07:50.


"Apa!!,kenapa kau baru membangunkan kami"teriak mereka kesal dan berebutan kamar mandi,sedangkan Alsya kembali tertawa,sebenarnya jam yang berada di dinding sudah tidak Alsya gunakan karna rusak,tetapi para sahabat Alsya tidak menyadari itu,sedangkan sekarang masih pukul 05:43.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian mereka selesai dan menuruni anak tangga dengan cepat,kecuali Alsya yang berjalan dengan santai.


Di meja makan terlihat kedua orangtua Alsya menunggu, dan memasang senyum palsu saat melihat Alsya dan sahabat Alsya menuruni anak tangga.


"Selamat pagi, kenapa kalian buru - buru sekali?"ucap Mama Alsya memasang senyum hangat tetapi itu semua hanya topeng.


"Kami kesiangan"ucap Sherly cuek.


"Kesiangan?, ini masih jam 06:21"ucap Papa Alsya melihat jam yang berada ditangannya.


"Apa?!!"teriak Vian dan dengan cepat mereka melihat handphone mereka masing - masing untuk melihat jam berapa sekarang.


Ketika mereka mengetahui jam sebenarnya,mereka menatap tajam Alsya, sedangkan Alsya hanya duduk diam di meja makan.


Para sahabat Alsya duduk disamping Alsya dan mereka memakan sarapan dengan hening.


Setelah selesai mereka berpamitan dan berjalan keluar tetapi.


"Alsya tunggu,kemarilah Mama mau ngomong sebentar"ucap Mama Alsya dengan senyuman hangat.


"Iya Ma"ucap Alsya berjalan mendekat tetapi tangannya di cekal Nabila.


"Kami ikut"ucap Nabila diangguki yang lain.


"Gak usah,cuman sebentar,kalian disini saja"ucap Alsya melepaskan cekalan Nabila dari tangannya.


Alsya berjalan mendekat ke arah Mamanya, disambut senyuman manis.


Saat Alsya berada di depan Mamanya, senyuman Mama Alsya berubah menjadi wajah datar yang ditakuti Alsya.


"Ingat tadi malam kau selamat dari hukumanmu, tetapi hukuman akan selalu menantimu setiap saat,jika kau berani memberitahu mereka atau orang lain, maka kau akan ku hukum berkali - kali lipat"ucap Mama Alsya memegang tangan Alsya,dari kejauhan tidak terlihat jika tangan Mama Alsya mencubit tangan Alsya,sampai Alsya hampir teriak kesakitan,tetapi Mama Alsya langsung menutup mulut Alsya.


"Kalau begitu kau segera berangkat sebelum kau dan teman - temanmu terlambat"ucap Mama Alsya dengan senyum seperti semula.


Alsya mengangguk dan berjalan kearah sahabatnya dan mereka berjalan ke mobil Nabila dimana ada supir yang menunggu mereka.


Dalam perjalan menuju ke sekolah dengan keadaan hanya hening .


"Apa kau tidak apa - apa?"tanya Vian.


"Wanita itu tidak melukaimu bukan?"tanya Nabila.


"Aku tidak apa - apa"ucap Alsya menahan rasa sakit dengan melihat keluar jendela agar sahabatnya tidak tau.


Hanya hening di dalam mobil tampa ada sepatah kata apapun yang keluar dari mulut mereka,sang Supir menahan nafas ketika merasakan aura ketegangan antara mereka.


Beberapa menit kemudian mereka sampai dan berjalan memasuki gerbang yang sudah ramai.

__ADS_1


__ADS_2