APAKAH AKU BISA BAHAGIA?

APAKAH AKU BISA BAHAGIA?
SIKSAAN


__ADS_3

"M m ma mama....."ucap Alsya ketakutan.


Sekarang dihadapan Alsya berdirilah kedua orang tuanya,Mamanya memegang kayu yg cukup besar,sedangkan Papanya memegang ikat pinggang yg siap untuk melukai Alsya, mereka menatap tajam dan marah kepada Alsya.


"Habis dari mana kau haaa!!"teriak Papa Alsya menggelegar marah.


Alsya menutup mata dengan rapat karna takut dengan kemarahan orang tuanya.


"Bagus yaa,orang tua pergi kerja seharian,kau enak - enakan main lupa waktu"ucap Mama Alsya.


"A a am ampun Ma,Pa Alsya eng enggak ma main"ucap Alsya gugup karna ketakutan.


"Cukup!!,gk usah bohong!!"ucap Papa Alsya.


"Al Alsya eng enggak bo bohong Pa"ucap Alsya dengan air mata yg mulai meluncur deras.


"Hiks Al Alsya ker......."ucapan Alsya terputus karna tamparan dari Mamanya.


'Plak'


Alsya tersungkur kebelakang,karna tamparan Mamanya yg sangat kuat,bahkan bibirnya berdarah karna sobek,karna tamparan Mamanya.


Tidak sampai disana,Alsya ditarik dengan kasar oleh Papanya menuju di gudang,disana Alsya di ikat dengan rantai yg sangat berat.


"Kau anak yg tidak bisa diuntung!!!"ucap Mama Alsya dengan menampar Alsya berkali - kali,dengan kuat.


'Plak plak plak'


Alsya hanya bisa pasrah dan berteriak kesakitan.


Mamanya belum puas menyiksa pun mengambil kayu yg tadi ia bawa.


Mama Alsya memegang kayu itu dengan kuat siap memukul Alsya.


Alsya hanya bisa memejamkan mata menahan sakit.


'Duk'


"AAAAAAAAAAA"Teriak Alsya keras,air matanya semakin deras.


Mama Alsya memukul Alsya dengan batang kayu di bagian kakinya,dengan sangat kuat.


'Duk'


"AAAAAAA...am ampun Ma,A Al Alsya hiks janji,eng enggak akan hiks ter ter terlambat pu pulang hiks la lagi"ucap Alsya sesenggukan.


Tapi Mama dan Papa Alsya tak mengubris perkataan Alsya,dan malahan terus menyiksa Alsya.


"Jika dulu kau tak terlambat,maka dia masih hidup!!!"teriak Papa Alsya marah.


Papa Alsya mengambil ikat pinggang dan siap untuk menyiksa Alsya kembali.


Suara teriakan kesakitan memenuhi ruangan.


Bahkan baju seragam Alsya sudah sobek tak terbentuk dengan noda merah yg membanjiri.

__ADS_1


Setelah menyiksa Alsya,Papa dan Mama Alsya mengambil air mendidih yg sangat panas,untuk menutup kegiatan menyiksa ini,Papa Alsya menyelupkan tangan Alsya kearah air yg mendidih,tampa rasa kasian.


"AAAAAAAA"Teriak Alsya yg sangat mengerikan,karna suara Alsya sudah habis,karna kebanyakan berteriak kesakitan.


Mungkin jika ada orang yg mendengar teriakan Alsya mereka akan merasa sedih dan ketakutan.


Karna tidak kuat Alsya pingsan dengan air mata yg masih mengalir.


Kedua orang tua itu pergi tampa membawa Alsya ke tempat yg lebih nyaman,mereka hanya melepaskan rantai yg mengikat Alsya.


Alsya membuka matanya ia melihat sekeliling,ia hanya melihat kegelapan yg menyelimutinya.


Ia melihat tubuhnya yg bersih tidak ada luka sedikitpun,bahkan ia tidak merasakan rasa sakit yg baru saja tadi ia alami.


'Aneh'ucap Alsya di dalam hati.


Alsya melihat kelilingnya untuk mencari cahanya walalu hanya sekecil semut,tetapi tidak ada,hanya kegelapan dan kegelapan.


Ia memikirkan cara untuk mencari jalan keluar,ia terus berjalan tampa arah tetapi ia merasa hanya berada di sana,bahkan tenaganya sudah habis karna berjalan berjam - jam.


Alsya terduduk kelelahan ia mencoba berteriak dengan keras agar jika ada seseorang bisa mendengarnya.


"Haloooo,apa ada orang?"teriak Alsya dengan keras.


"Apa ada yg mendengarku,halloooooo"teriak Alsya lagi.


Alsya terus berteriak terus sampai tenggorokannya kering.


Alsya terdiam pasrah menunggu takdirnya.


Saat Alsya diam,tiba - tiba ada suara yg menggelegar di kegelapan.


"Aku kagum dengan  ketangguhanmu, apakah kau mau mengakhiri semua masalah yg menimpamu?,atau terus menjalankan takdirmu, dan membuat mereka menyesal?"


"Aku akan memberitahumu,ingat kau tak sendirian di dunia ini masih ada orang yg sayang padamu,dunia ini memang tidak adil bagi gadis kecil sepertimu,tapi yakinlah disuatu saat kau akan mendapatkan apa yg kau mau bahkan kasih sayang,walau harus lewat jalur kematian......"


Alsya terdiam mendengar kata - kata yg entah dari mana asalnya.


Ia terus mendengarkan dan sampai saat ini suara itu menghilang digantikan kesunyian lagi.


"Benar aku masih memiliki orang - orang yg sayang kepadaku dan aku masih ingin membuat mereka menyayangiku "gumam Alsya sedih.


"Aku tidak sendirian di dunia ini,benar kata suara itu,jadi aku harus melanjutkan kehidupanku walau sulit"lanjut Alsya dengan semangat.


"Tetapi apa yg dimaksud kata terakhirnya 'jalur kematian' entahlah yg penting sekarang aku harus mencari jalan keluar"ucap Alsya.


Alsya berdiri dengan tegak,dan penuh semangat.


"Hai kau dimana,aku hanya ingin mengucapkan terima kasih,sudah memberiku semangat"teriak Alsya.


tetapi tidak ada suara lagi hanya terdengar nafas Alsya yg tenang.


"Tapi hanya ada satu masalah,bagaimana cara aku keluar dari kegelapan ini?"ucap Alsya.


Setelah mengatakan itu,tiba - tiba ada sebuah cahanya yg sangat kecil,dengan wajah tersenyum ia berjalan mendekat,semakin dekat cahaya itu semakin besar,Alsya terus mendekat secara perlahan.

__ADS_1


Dan sekarang Alsya berdiri di depan entah apa itu tetapi seperti jalan keluar yg bercahaya,sebelum ia masuk ia melihat kebelakang dan melihat sesosok yg bercahaya yg menyilaukan,bahkan wajahnya tak terlihat olehnya,tapi entah mengapa ia bisa melihat senyuman hangat dari orang yg berjarak jauh darinya.


Alsya melambaikan tangan dan berteriak mengucapkan terima kasih,dengan senyuman semangat.


Alsya berbalik badan menatap pintu yg bercahaya di depannya dengan wajah datar.


"Baiklah mari kita mulai kehidupan yg menyakitkan,aku pasti bisa melakukan ini semua"ucap Alsya penuh tekat.


Alsya melangkah dengan pelan memasuki cahaya,dengan sekali melangkah  Alsya tak terlihat seperti terhisap oleh cahaya.


"Kau gadis kecil yg kuat Alsya"ucapnya dengan wajah sendu.


Alsya membuka matanya perlahan,pertama kali yg ia rasakan adalah rasa sakit yg mematikan,ia berusaha melupakan rasa sakit itu tetapi tak bisa,Alsya menarik nafas dalam dan menghembuskan secara perlahan.


Alsya melihat sekeliling dan ternyata ia masih berada di dalam gudang dimana ia disiksa oleh kedua orangtuanya,ketika mengingat itu air matanya perlahan turun kembali.


Tetapi ia berpikir,jika dia tidak boleh berdiam diri,perjalanan hidupnya masih panjang,menangis tidak bisa menyelesaikan masalahnya.


Dengan cepat dia menghapus air matanya,dan mencoba berdiri.


'Bruk'


Alsya terjatuh badannya sangat sakit kini bertambah sakit berkali - kali lipat.


Tetapi dia tak boleh menyerah begitu saja.


Dia terus berusaha berkali - kali tetapi dia selalu terjatuh,bangun dari jatuhnya saja dia tidak bisa,karna tangannya melepuh terasa sangat sakit,apalagi kakinya yg dipukul Mamanya berkali - kali dengan kuat,untung kaki dia tidak lumpuh,tetapi jika sekali pukulan lagi Alsya tak akan mempunyai kaki lagi.


Alsya merangkak dengan satu tangannya,ia keluar dari gudang perlahan,saat di depan pintu gudang ia melihat rumahnya yang sangat sepi,dengan perlahan ia merangkak ke arah anak tangga.


Alsya berhenti sebentar melihat anak tangga yg lumanya banyak.


"Hah aku pasti bisa"ucap Alsya semangat dengan menghapus air mata yang terus mengalir.


Satu anak tangga berhasil Alsya lewati dengan susah payah,dua anak tangga,tiga anak tangga,dan saat setengah anak tangga,nafas Alsya menjadi sesak karna kelelahan,ia berusaha mengatur nafas dengan perlahan.


"Ayo Alsya kamu pasti bisa,hiks sa sakit,gk enggak boleh nangis hiks Alsya,hiks kamu pasti bisa hiks ayo Alsya"ucap Alsya menyemangati dirinya sendiri sesekali menghapus air matanya.


Akhirnya dengan sisa tenaganya Alsya sampai di anak tangga terakhir.


Alsya pingsan lagi karna kelelahan,apalagi darahnya keluar sangat banyak di setiap anak tangga,terkadang lukanya kebentur dengan anak tangga,tetapi Alsya selalu menahan rasa sakitnya dari dalam maupun dari luar.


Beberapa jam kemudian Alsya bangun dari pingsannya,ia berusaha merangkak lagi secara perlahan.


Darah kembali bercucuran tetapi Alsya tak peduli,ia terus merangkak dan saat berusaha merangkak ia melihat surat,dengan hati - hati ia berusaha meraih surat itu.


Alsya membacanya dengan perlahan,dan ternyata isinya tentang kerja sama antara orang tuanya dan orang luar negeri.


Disana tercatat perjanjian orangtua Alsya akan pergi beberapa bulan,untuk mengurus pekerjaan entah apa itu.


Alsya tersenyum,setelah membaca Alsya mengembalikan surat itu dengan perlahan.


Setelah itu Alsya melanjutkan ke arah kamarmya yg berada di ruangan pojok.


Akhirnya Alsya sampai di depan pintu kamarnya,Alsya melihat kebelakang dimana darahnya berceceran.

__ADS_1


"Nanti akan kubereskan sebelum mereka pulang"gumam Alsya membuka pintu dan masuk ke kamarnya.


Ya Alsya tak memiliki pelayan,karna waktu Alsya memiliki pelayan,para pelayan membantu Alsya,dan terkadang melaporkan ke polisi,tetapi selalu diketahui oleh kedua orangtua Alsya,dan sekarang Alsya yg menggantikan tugas pelayan untuk melayani kedua orangtuanya.


__ADS_2