
Disisi lain para sahabat Alsya mondar - mandir gak jelas dirumah mereka masing - masing.
Disisi lain Nabila khawatir dengan keadaan Alsya, ia sudah mencoba menghubungi sahabatnya yaitu Alsya tapi tak ada satu pun jawaban dari Alsya.
Nabila yang makin panik pun menghubungi sahabatnya yang lain.
"Hallo Vian,Sherly"ucap Nabila.
'Hallo Bil'ucap mereka bersamaan dengan wajah khawatir.
"Kalian tau gak keadaan Alsya?, aku sudah mencoba menghubungi nya tapi tidak bisa"ucap Nabila khawatir.
'Aku juga sudah mencoba menghubungi nya,tapi tidak satupun yang dijawabnya'ucap Vian.
'Aku juga sudah tapi hasilnya sama dengan kalian'ucap Sherly.
"Huh aku sangat khawatir dengan keadaannya semoga dia baik - baik saja"ucap Nabila.
'Aku juga,bagaimana kita coba mencarinya dirumahnya?'ucap Sherly.
"Ide bagus,kalian kumpul dirumahku dahulu, terus kita akan berangkat bersama kerumah Alsya"ucap Nabila.
'Baiklah kalau gitu aku siap - siap dahulu'ucap Vian menutup sambungan telfonnya dan diikuti yang lain.
Beberapa menit berlalu mereka sudah berkumpul di rumah Nabila untuk pergi kerumah Alsya.
Mereka pun pergi menaiki mobil milik Nabila dengan di antar sopir pribadi milik Nabila.
Beberapa menit kemudian mereka sampai dirumah Alsya,mereka melewati gerbang begitu saja dan langsung masuk kerumah Alsya dan melihat kedua orang tua Alsya dengan seseorang wanita yang membelakangi mereka.
"Permisi om Alsya nya ada?"ucap Vian.
Kedua orang tua Alsya menengok kesumber suara yang memperlihatkan tiga sahabat Alsya yang berdiri tegak,sedangkan sang wanita yang membelakangi mereka terkejut saat mendengar suara yang ia kenal.
'Sialan mereka disini,jika aku ketahuan maka rencana yang sudah disusun pun akan sia - sia,aku harus pergi dari sini sebelum mereka melihatku'ucap sang wanita di dalam hati.
Sedangkan Sherly menatap sang wanita yang membelakanginya dengan tatapan curiga ia seperti mengenali poster tubuh wanita didepannya,karna ia juga melihat pintu depan yang rusak dan beberapa pintu rusak seperti dibuka paksa.
"Eh ada sahabatnya Alsya sini masuk"ucap mama Alsya lembut.
Mereka bertiga berjalan mendekat dan duduk dihadapan orang tua Alsya,sebelum mereka mendekat wanita itu berbicara pelan dan diangguki papa Alsya, sang wanita itu pun pergi dari hadapan orang tua Alsya, saat berjalan sang wanita menunduk membiarkan rambutnya menutupi wajahnya yang membuat tiga sahabatnya heran.
__ADS_1
"Ehem"papa Alsya nerdehem dengan cukup keras untuk mengalihkan perhatian para sahabat Alsya.
"Kalian kenapa kesini?, maaf ya rumah tante berantakan tadi ada musibah"ucap mama Alsya dengan raut wajah sedih.
"Emang ada apa tan?, terus kenapa ada darah di baju om?"ucap Vian penasaran sekaligus curiga begitupun Sherly dan Nabila.
"Tadi ada satu orang yang mencoba mencuri dan beberapa pintu ia rusak dan saya mencoba melawan dan yaa hasilnya saya terluka"ucap papa Alsya.
"Terus bagaimana dengan keadaan Alsya apakah ia baik - baik saja?"tanya Nabila.
"Syukur dia baik - baik saja, aku menyuruhnya masuk ke kamar dan menguncinya, mungkin sekarang ia sedang tidur nyenyak dan beberapa menit yang lalu ia menemui kami bertanya apakah kami baik - baik saja dan setelah itu ia kembali ke kamarnya"ucap mama Alsya
Mereka tak percaya tapi mereka memilih diam tapi di raut wajah mereka terlihat sangat jelas jika mereka tak percaya,mama dan papa Alsya yang melihat itu merasa tak suka.
"Kalian gak percaya? Baiklah tante akan antar kalian ke kamar Alsya"ucap mama Alsya.
Mereka pun berjalan mengikuti mama Alsya, saat di depan kamar Alsya terlihat pintu kamar Alsya tertutup rapat.
'Tok tok tok'
Suara ketukan yang menggema di lorong kamar Alsya.
"Sayang ini ada teman - temanmu"ucap mama Alsya lembut tapi tak ada sahutan dari dalam.
"Alsya bangun nak ini ada temanmu"ucap mama Alsya sekali lagi.
"Alsya ngantuk ma, Alsya ingin tidur"terdengar sura dari dalam kamar Alsya,suara itu pun mirip dengan suara Alsya.
Para sahabat Alsya saat mendengar suara Alsya pun menjadi sedikit lega.
"Gak papa tan,kasihan Alsya pasti kecapek an kalau gitu kami pamit dahulu ya tan"ucap Nabila diangguki mama Alsya dengan senyuman palsu.
Mereka pun pergi dari hadapan mama Alsya yang masih berdiri tegak di depan kamar Alsya.
Saat melihat ketiga sahabat anaknya pergi mama Alsya tertawa puas,mama Alsya pun memanggil seseorang dari balik tembok.
"Sayang kemarilah"panggil mama Alsya.
Keluarlah papa Alsya dengan senyuman puas di wajahnya dengan tangan menggenggam sesuatu.
"Untung aku sudah merekam suara Alsya,ternyata sangat mudah membohongi tiga bocah tengik itu"ucap papa Alsya.
__ADS_1
"Kau benar suamiku mereka sangat bodoh ha ha ha ha"ucao mama Alsya.
"Dan untung saja darah dan kekacauan lain sudah kau bereskan,jadi mereka tidak akan menemukan jika Alsya lagi terluka parah"ucap mama Alsya.
"Tapi sialnya pria bajingan itu membawanya pergi"ucap papa Alsya.
"Tak apa dia tidak akan melaporkan kita, apa lagi jika Alsya tahu pasti dia tidak akan memperbolehkannya dia kan anak berbakti tapi sayangnya bodoh ha ha ha"ucap mama Alsya.
Mereka berdua pun tertawa puas saat melihat berhasil membohongi ketiga sahabat anaknya.
Disisi lain Sherly masih memikirkan ucapan dari mamanya Alsya.
"Kenapa aku merasa ada yang aneh ya?"ucap Sherly.
"Apa yang aneh?"tanya Vian penasaran.
"Alsya tidak pernah tidur siang,jika pun ia tidur pasti dia bangun saat kita datang dan malah memilih menemui kita"ucap Sherly.
"Kau benar aku menjadi khawatir padanya dan kita tahu pasti gimana sifat mamanya Alsya"ucap Nabila.
Kekhawatiran mereka pun kembali lagi,mereka takut Alsya terluka seperti masa - masa itu.
"Bagaimana jika kita kembali kesana lagi?"ucap Vian.
"Bukan waktu yang tepat,jika besok Alsya tidak ada kabar kita harus kembali kesana"ucap Sherly diangguki yang lain.
"Bagaimana kita ke cafe kak Rio siapa tahu Alsya ada disana"ucap Nabila.
"Ide bagus"ucap Vian.
Sedangkan di waktu yang sama tetapi ditempat yang berbeda terlihat 4 pemuda dengan masing - masing gelas di depannya.
"Aku sudah lama tak melihat Alsya"ucap seorang pemuda yang bernama Rayhan dengan menyeruput minuman di depannya.
"Benar biasanya ia tidak lepas dengan tiga sahabatnya,tapi saat disekolah hanya terlihat tiga sahabatnya saja"ucap Damar.
Sedangkan Rafa terdiam ia baru sadar jika gadis itu tidak lagi mengganggunya beberapa hari terakhir ini,dan entah kenapa baginya sangat aneh jika seorang Alsya tidak mengganggunya, hari - harinya terasa sepi.
"Mungkin ia punya pacar dan pacarnya melarang ia bermain dengan sahabatnya"celetuk Rayhan.
"Tidak mungkin lah,Alsya memiliki sifat keras kepala"ucap Damar.
__ADS_1
"Kalau pun benar biarkan saja,dia juga berhak dikejar bukan"ucap Dika sedikit menyindir.
Mereka pun terus mengobrol kecuali Rafa yang hanya diam memikirkan keadaan Aslya.