
Saat ini Alsya dirumah sendirian,ia sudah pulang sekolah dari 10 menit yang lalu,saat pulang ia melihar rumahnya sepi tapi ia tidak peduli dan berjalan menuju kamarnya.
Dan saat ini ia hanya dikamar dengan mood yang sedikit buruk karna ia bosan,sebenarnya ia bisa saja pergi berkumpul di rumahnya Nabila dengan sahabatnya tapi ia malas dan ia ingin sendirian.
"Bosannya.... "ucap Alsya menatap layar televisi di kamarnya.
"Mau ke rumah Nabila tapi malas,tapi aku ingin udara segar hmmm"ucap Alsya dengan pose seperti berpikir ( mengangkat satu jarinya ke arah pipi).
"Aha... Aku akan ke taman,sudah lama sekali aku tida kesana,lagi pula taman saat ini pasti sepi padahal waktu sore begini enak jika melihat pemandangan di taman tapi kenapa sepi ya saat sore hari?"ucap Alsya bingung.
"Entah lah gak penting sekarang aku mau siap - siap dan pergi ketaman"ucap Alsya beranjak dari tempat tidurnya.
Beberapa menit kemudian Alsya keluar kamar dan menuruni anak tangga dengan cepat ia benar - benar tidak sabar.
Alsya keluar dari rumah dan memesan ojek online,beberapa saat ojek online yang di pesan Alsya pun datang.
"Sesuai aplikasi ya pak"ucap Alsya.
"Asyiap mbk"ucap ojek online.
Alsya terkekeh geli,mereka pun melaju dengan kecepatan sedang.
Beberapa menit kemudian Alsya sampai di taman,ia tak lupa mengucapkan terimakasih pada ojek online,dengan perasaan senang ia masuk ke taman dan dengan senang hati ia menghirup udara yang segar.
Alsya berjalan mendekati danau disana terdiri beberapa bangku taman,Alsya memilih duduk sedikit jauh dari beberapa orang - orang yang menjalankan piknik keluarga.
Alsya menikmati pemandangan taman dan pulau bersamaan,hatinya merasa tenang mendengar beberapa burung yang sedang berkicau tidak lupa ia menikmati angin yang menyerpa wajahnya.
Tapi ketenangannya tidak lama,tiba - tiba ia mendengar suara isak tangis wanita.
"Kok tiba - tiba jadi serem ya"ucap Alsya memegangi tengkuknya yang tiba - tiba merinding.
Alsya memberanikan melihat sekitarnya untuk mengecek apakah orang yang menangis atau bukan.
Dan matanya tertuju gadis yang menunduk dengan badan bergetar.
"Ah.. Syukurlah jika bukan Mbak Kun,jika benar aku tidak mau ke sini lagi"ucap Alsya mengelus dadanya lega.
"Tapi jika Mbak Kun menyamar jadi gadis itu bagaimana?, lihat dia bahkan memakai jubah putih dan rambut hitam panjang"ucap Alsya merinding lagi.
"Tapi kakinya masih menginjak tanah,berarti dia manusia,setauku Mbak Kun dan teman - temannya tidak menyentuh tanah"ucap Alsya lagi.
"Hmm satu - satunya cara membuktikan ialah mendekatinya"ucap Alsya berdiri dan berjalan perlahan ke arah gadis yang duduk di pinggir danau dengan perlahan Alsya berjalan mendekat.
__ADS_1
Saat jarak Alsya sengat dekat Alsya semakin jelas mendengar suara tangis dan ia juga melihat beberapa tisu yang berantakan karna wanita didepannya.
'Sekarang aku yakin jika dia manusia'ucap Alsya dalam hati.
Alsya menyentuh bahu wanita di sebelahnya.
Wanita itu menengok ke arah Alsya dengan pelupuk mata yang penuh dengan air mata,dan wajah memerah karna menangis.
"Apa kau baik - baik saja?"ucap Alsya.
Perempuan itu langsung menghapus air matanya dan tersenyum.
"Ah.. Maaf aku tidak menyadari keberadaanmu,aku tidak apa - apa"ucap wanita itu.
Alsya diam dan berjalan duduk di sebelah wanita itu.
"Aku tau kau memiliki masalah,tapi kau jangan terlarut dalam kesedihan,nanti kau sakit"ucap Alsya menatap danau.
Wanita disampingnya menatap Alsya lekat.
"Kau tidak akan paham,kau masih kecil"ucap perempuan itu dengan senyuman manis.
"Emm tapi siapa tau aku bisa membantu,menurutku kita tidak bisa melihat kedewasaan dari umur seseorang tapi dari pola pikiran mereka"ucap Alsya kembali melihat danau dengan pandangan kosong.
Wanita di samping Alsya terdiam sesaat,ia cukup terkejut dengan ucapan Alsya yang menurutnya ada benarnya.
"Jika kau butuh seorang pendengar aku akan menemanimu"ucap Alsya.
Wanita di samping Alsya hanya diam,ia memang butuh seseorang,tapi apakah ia harus percaya pada gadis disampingnya yang ia tidak kenal.
Alsya hanya diam,ia tidak memaksa ia hanya ingin menemani wanita disampingnya siapa tau ia di butuhkan menjadi pendengar yang baik.
"Menurutmu apakah semua pria sama saja?"ucap Wanita itu.
'Oh tentang pria'ucap Alsya dalam hati.
"Menurutku mereka berbeda"ucap Alsya.
"Tapi kenapa aku selalu mendapatkan pria yang mempunyai sifat yang sama?"ucap Wanita itu,Alsya hanya diam.
"Dan sekarang aku menemukan Pria yang selalu dipikiranku"ucap Wanita itu lagi.
Wanita itu terdiam sejenak.
__ADS_1
"Apakah salah jika aku terlalu mencintai seseorang?"ucapnya.
"Mungkin salah jika cinta itu membawamu ke sesuatu keadaan yang buruk, sampai kau tidak tau apa yang kau lakukan"ucap Alsya.
"Aku sangat mencintainya tapi aku berusaha tuk melupakannya karna dia mempunyai seseorang dihatinya,tapi kenapa disaat aku berusaha melupakannya dia selalu muncul dalam pikiranku?"ucapnya.
"Karena pikiranmu berusaha melupakannya tapi tidak dengan hatimu yang masih mengharapkannya"ucap Alsya memandang langit.
'Aku seperti menceritakan diriku sendiri'ucap Alsya dalam hati.
Wanita itu terdiam ia mencerna ucapan - ucapan yang dilontarkan Alsya.
"Aku tidak tau pasti apa yang kau inginkan,tapi jika kau mencintainya berjuanglah sampai kau mendapatkannya"ucap Alsya.
"Tapi jika aku tidak mendapatkannya?"ucap wanita di samping Alsya.
"Jika kau tidak mendapatkannya maka kau harus melepaskannya,aku tau itu sulit tapi jika dia bahagia apakah kau ingin menghancurkan kebahagian orang yang kau cintai?,dan memaksa pria itu untuk bahagia denganmu? "ucap Alsya memandang wanita disampingnya.
"Ya kau benar cinta tidak harus memiliki,jika dia bahagia aku akan ikut bahagia walau hatiku sakit"ucap Wanita iti tersenyum dengan air mata.
"tapi mengapa dia selalu menemani dan bertingkah seperti mencintaiku padahal dihatinya sudah ada orang lain?"ucap Wanita itu.
"Dia hanya menemanimu bukan berarti dia mencintaimu"ucap Alsya.
Wanita itu lagi - lagi hanya bisa diam.
"Jika takdir tidak bisa mempersatukan aku dan dia,lantas mengapa takdir mempertemukan aku dan dia?"ucap Wanita itu.
"Ingat takdir hanya mempertemukan bukan mempersatukan dan jangan menyalahkan takdir dia cuma sekedar datang hanya saja kamu yg terlalu berharap untk bersatu"ucap Alsya lagi.
"Kau benar takdir hanya mempertemukan bukan mempersatukan dan aku terlalu berharap dengannya"ucap Wanita itu menunduk sedih.
Alsya menatap Wanita itu dan mengusap bahunya.
"Aku tau itu sulit tapi jika dia jodohmu dia tidak akan pergi darimu walau ada seribu wanita yang mendekatinya dan berusaha menjadi pendampingnya"ucap Alsya.
Wanita itu mendongak dan tersenyum tipis.
"Makasih aku menjadi sedikit tenang,maaf harus melibatkan mu"ucap Wanita tersebut.
"Tak apa aku suka membantu,dan maaf jika beberapa kata - kata ku menyinggungmu"ucap Alsya.
Wanita itu menggeleng dan memeluk Alsya,Alsya membalas pelukan wanita tersebut.
__ADS_1
"Sekali makasih dan maaf aku harus pergi"ucap Wanita itu tersenyum dan pergi meninggalkan Alsya sendiria.
"Apakah aku bisa meikhlaskannya jika aku tidak bisa bersamanya?"