APAKAH AKU BISA BAHAGIA?

APAKAH AKU BISA BAHAGIA?
MENGUJI?


__ADS_3

"Salam kakek guru"ucap Alsya dengan membungkuk kan badan.


Di dalam ruangan tersebut terlihat seorang yang tidak bisa dikatakan muda lagi,orang itu duduk di sebuah bangku ditemani secangkir kopi,dengan tangan memegang pena yang menari diatas kertas.


Pria tua itu mendongak menatap seseorang yang menunduk dihadapannya.


Suara itu...panggilan itu.....


Semua itu yang ia rindukan selama ini pada orang di depannya yang membukuk hormat.


Pria tua itu berdiri dari kursi dan berjalan ke arah Alsya untuk memastikan apakah orang dihadapannya memang seseorang yang selama ini ia rindukan.


Saat pria tua itu semakin dekat dengan Alsya pria itu menjadi yakin pada pikirannya,pria itu menatap Alsya dengan teliti dan memeluk Alsya dengan erat.


"Kau murit sekaligus cucu yang nakal ya"ucap Pria tua itu.


Alsya hanya pasrah saat pria tua itu memeluknya erat.


"Kakek... Le..pas...sesak"ucap Alsya.


Pria tua itu yang dipanggil Alsya kakek melepaskan pelukannya,dan menjitak kening Alsya.


'Tak'


"Aduh kenapa kau menjitak ku"ucap Alsya mengelus keningnya.


"Kau!! Beraninya masih bertanya?!"ucap Kakek Alsya marah .


Sebenarnya yang dipanggil Kakek oleh Alsya bukan kakek kandung orang - orang memanggil kakek shi, dia adalah seorang pria tua yang hidup sebatang kara tetapi ia bisa dibilang orang kaya,karna ia merasa bosan dan sepi dalam kehidupannya ia membangun debuah gedung untuk memperkuat seseorang yang ingin menjadi kuat,dan Alsya satu - satunya orang yang diangkat menjadi murit dan sudah dianggap sebagai cucunya satu - satunya.


Dulu saat nenek Alsya meninggal Alsya di usir dari rumah oleh kedua orang tuanya,Alsya saat menangis dengan berjalan di pinggir jalan,ia menangis sesenggukan hingga ia tampa sengaja melihat kakek Shi di kroyok beberapa orang,karna merasa kasihan Alsya mencoba mencar beberapa batu untuk melemparkan ke arah orang - orang yang mengkroyok kakek Shi,Alsya melempar satu persatu hinga ia ketahuan tetapi kakek Shi membantunya dengan membuat satu orang terakhir pingsan.


Alsya mengucapkan terimakasih dan berpamitan tapi di cegah kakek Shi ketika melihat Alsya seperti habis menangis,kakek Si mengajak Alsya ke gedung latihan yang di dirikannya (intinya gedung seperti untuk silat - silat gitu ya)


"He he he maaf Alsya kan sudah besar jadi sedikit lebih sibuk"ucap Alsya melepaskan masker dan topinya membiarkan rambutnya tergerai indah.


Alsya waktu itu mengangguk setuju ia juga bingung harus tinggal dimana dan memutuskan ikut kakek Shi,mulai dari sanalah mereka menjadi dekat pertama kakek Shi menjadikan Alsya muritnya dan tangan kanannya tapi lama kelamaan kakek Shi menganggap Alsya sebagai cucunya dan sebaliknya Alsya juga menganggap kakek Shi sebagai guru sekaligus kakeknya.


Ya di gedung ini hanya kakek Alsya yang tau siapa jati diri Alsya sebenarnya.

__ADS_1


"Kenapa kau selalu berpenampilan begitu?"tanya kakek Shi dengan wajah tak suka.


"Kan kakek sudah tau aku tidak mau identitas seorang Alsya yang cantik,pendiam,lemah lembut ini ketahuan"ucap Alsya.


"Dih.. "ucap kakek Shi.


"Bagimana kabarmu?"tanya kakek Shi dengan duduk di depan Alsya.


"Hmm aku baik - baik saja"ucap Alsya santai.


"Apa ada sesuatu yang terjadi saat kau sudah tidak datang kesini?"tanya kakek Shi dengan menyeruput secangkir kopi di hadapannya.


"Hmm pasti ada,semakin lama kita hidup maka semakin banyak pula masalah yang akan datang bukan?"ucap Alsya santai di balas senyuman tipis kakek Shi.


"Kau ternyata semakin dewasa,aku jadi merasa tertantang mengetes ilmu yang dulu ku berikan,apa kau lupa atau masih mengingatnya"ucap kakek shi.


"Hmm siapa berani"ucap Alsya dengan wajah songong.


Karna kesal dengan wajah songong Alsya kakek Shi menjitak kembali kening indah Alsya.


"Aduh... Sakit kek nanti otak Alsya geser gimana?"ucap Alsya dengan mengusap keningnya lagi.


"Biarin"ucap kakek Shi dengan wajah jengkel.


"Apa ketawa ketiwi gak jelas?"ucap kakek Shi.


"Gak apa - apa"ucap Alsya.


"Baiklah ikuti aku ke tempat biasanya aku mengujimu,aku ingin melihat apakah ilmu mu sudah meningkat atau masih seperti dulu"ucap kakek Shi dengan wajah remeh.


"Oke"ucap Alsya kembali memasang topi dan maskernya untuk menyembunyikan rambut dan wajahnya.


Saat merasa sudah siap Alsya berjalan mengikuti kakek Shi.


Saat di perjalanan menuju ruang penilaian yang biasa digunakan untuk menilai para murit atau untuk tempat mengajar Alsya menjadi pusat perhatian karna berjalan di belakang kakek Shi karna selama ini kakek Shi akan marah jika ada seseorang yang membuntutinya,dan mereka terkejut saat kakek Shi keluar ruangan saat tidak ada penilaian.


Alsya hanya diam tak peduli dengan sekitarnya ia masih tenang dan mengikuti kakek Shi dengan santai.


Dan beberapa orang mengikuti mereka ke arah ruang pertandingan atau terkadang mereka gunakan untuk penilaian,ruangan tersebut juga sangat besar jadi mereka tidak akan berdesak - desakan jika ingin melihat apa yang akan terjadi.

__ADS_1


Alsya dan kakek Shi sampai di dalam ruangan tersebut di ikuti orang - orang yang ingin tahu apa yang akan terjadi,dan disana terlihat sahabat pria Alsya tak lain Nic, Liam, Ali,dan Satria.


Alsya dan kakek Shi berdiri di tengah - tengah,mereka memberi salam penghormatan satu sama lain.


Tampa aba - aba kakek Shi menyerang Alsya dari arah samping, dengan reflek yang bagus Alsya menghindar dan membalas serangan kakek She dengan melayangkan tinju,dengan santai kakek Shi menghindar.


Bukan sampai sana,Alsya kembali melayangkan pukulan - pukulan yang ia pelajari salah satunya pukulan melingkar.


Alsya melayangkan pukulan melingkar ke arah kakek Shi,dengan cepat kakek Shi menghindar tapi kakek Shi kurang cepat dan akhirnya kakek Shi menerima pukulan dari Alsya.


Mereka terus memukul dan menendang satu sama lain tidak ada yang mau mengalah, bahkan baju mereka memiliki bercak darah dari diri sindiri atau dari lawan, bahkan para penonton melongo melihat pertandingan di depan mereka,orang - orang yang nonton tidak tau jika itu bukan sebuah pertandingan tetapi hanya seorang guru atau seorang kakek ingin menguji kekuatan pada muritnya atau cucunya, mungkin jika mereka tau,mereka akan menggeleng - gelengkan kepala dan berpikir 'jika sekarang mereka hanya saling menguji apa lagi saat bertengkar beneran?'.


Akhirnya kakek Shi terjatuh karna kelelahan karna faktor usianya yang mudah lelah.


Alsya juga menjatuhkan diri di sebelah kakek Shi dengan senyuman puas.


"Ternyata kau semakin hebat"ucap kakek Shi bangga.


"Hmm aku juga tak tau,padahal selama ini aku tidak pernah melatih lagi jurus - jurus yang kau ajarkan"ucap Alsya dengan jujur, emang ia tidak pernah latihan lagi,ia hanya fokus kepada orang tuanya dan tentang pendidikannya (jangan lupa Rafa juga hihihi).


Alsya berdiri dan membantu kakek Shi untuk berdiri.


"Kau pergilah bersihkan tubuhmu dan obati luka - lukamu As"ucap kakek Shi dengan memanggil nama Alsya dengan nama As yaitu nama samaran Alsya.


Saat ingin pergi kakek Shi melihat beberapa bekas luka yang masih belum hilang di tubuh Alsya,tapi ia memilih diam sementara dan memilih pergi dari hadapan Alsya.


Alsya membuka masker yang ia gunakan karna masker tersebut sudah penuh dengan darah,tetapi Alsya masih membiarkan topi yang menutupi rambutnya,ia tidak peduli jika di sekitarnya banyak orang,tampa ia sadari orang - orang yang melihatnya terpukau karna ketampanannya karna memang Alsya menyembunyikan rambutnya agar terlihat pendek, tapi Alsya tidak pernah berniat menyamar menjadi seorang pria.


Alsya berjalan ke arah sahabat laki - lakinya dengan wajah datar.


Para sahabatnya hanya melongo pertama kali melihat wajah Alsya,karna selama ini Alsya selalu menutupi wajahnya.


"Kau ternyata sangat tampan"ucap Satria dengan mata melotot.


"Tampan?,benarkah begitu?"tanya Alsya bingung diangguki teman - temannya.


Alsya hanya acuh dan pergi meninggalkan mereka tapi sebelum pergi Alsya membisikan sesuatu yang membuat mereka tidak percaya.


"Makasih jika kalian bilang aku tampan, tapi aku adalah seorang wanita"ucap Alsya dan pergi begitu saja tampa melihat wajah - wajah sahabatnya melongo seperti orang bodoh.

__ADS_1


"Apa??!!?!! "


(Buat para pembaca Author mengucapkan minta maaf sebesar - besarnya,karna banyak typo bertebaran dan Author jarang upload ,dan juga Author minta maaf jika cerita Author enggak nyambung atau aneh,sekali lagi Author minta maaf ya 🙏🙏,kalau begitu Author pamit dahulu,dan selamat membaca/menunggu kelanjutan episode yang lainnya, bye)


__ADS_2