
'Plok plok plok'
"Bagus seorang wanita pulang sampai jam segini"ucap Papa Alsya menatap Alsya tajam.
Alsya tak mengucapkan kata apapun,ia hanya memandang Papanya dingin dan itu membuat Papa Alsya murka.
Papa Alsya mendekat ke arah Alsya dengan pandangan tajam.
"Dari mana kau?"tanya Papah Alsya dingin.
"Luar"ucap Alsya tak kalah dingin menatap balik mata Papanya.
Alsya ingin pergi dari hadapan Papanya tapi tangannya dicekal dengan sangat erat.
"Mau kemana Papa belum selesai ngomong!"ucap Papa Alsya dengan nada tinggi.
"Udah ya Pah Alsya capek mau istirahat"ucap Alsya menatap mata Papanya.
Papa Alsya marah,karna sikap Alsya yang berubah,dulu Alsya tidak berani berdiri dihadapannya apalagi menatapnya seperti ini,tapi sekarang malah kebalikannya.
"Ngapain kamu natap Papa kayak gitu?"ucap Papa Alsya.
"Ngapain kamu natap Papa kayak gitu ha?!!"bentak Papa Alsya mencengkram dagu Alsya.
Alsya hanya bisa diam dan terus menatap Papa Alsya dengan wajah datar.
Karna Alsya masih menatap Papanya begitu,perbuatannya membuat amarah Papanya semakin meledak.
Papa Alsya melepaskan cengkeramannya dengan mendorong Alsya.
Alsya tetap diam tampa berkutik.
"Aku bicara sekali lagi,aku akan mengingatkan mungkin Papa dan Mama lupa. Aku tidak ingin dilahirkan di dunia ini,aku tidak ingin dilahirkan di keluarga ini,dan aku tidak pernah minta punya orang tua kayak Mama sama Papa"ucap Alsya menatap tajam Papanya.
"Kenapa sih aku gak mati saja menggantikan Dia saja pah?!!"lanjut Alsya dengan nada tinggi.
'Plak'
Terdengar suara tamparan yang sangat keras menggema di ruangan.
Papa Alsya menampar Alsya dengan keras,sampai membuat Alsya terjatuh,tetapi Alsya diam saja dan kembali berdiri dengan tegap tampa air mata yang berlinang.
"Dengarkan ini anak sialan,jika kau masih ingin tinggal dirumah ini,maka patuhi lah ucapanku,jika kau melanggar aturan - aturan yang kubuat maka bersiaplah keluar dari rumah ini!!"bentak Papa Alsya meninggalkan Alsya yang hanya diam menatap kepergian Papanya.
Alsya berlari menaiki tangga dan menuju ke arah kamarnya,saat sampai kamarnya Alsya mengunci dan menggelamkan wajahnya dibantal dan menangis dengan keras.
__ADS_1
Saat mulai tenang Alsya tertidur menyambut hari besok yang sedang menantinya.
Pagi - pagi sekali Alsya sudah berangkat ke sekolah,ia berangkat kesekolah karna tidak mau bertemu dengan kedua orang tuanya.
Alsya seperti biasa menunggu bus di halte bus,tampa Alsya sadari di samping Alsya ada seorang pemuda yang menatap Alsya.
Beberapa menit kemudian bis pun sampai di hadapan Alsya,Alsya pun ssgera naik tampa menyadari pemuda menatapnya dari tadi juga naik bus dan duduk disebelah Alsya padahal masih banyak tempat kosong.
Alsya masih diam tampa melihat disampingnya,ia hanya memandang ke arah kaca,dan melamun memikirkan kejadian kemarin.
Beberapa menit kemudian bus berhenti,Alsya pun turun dari bus di ikuti pemuda yang menatap Alsya sedari tadi dari belakang.
Alsya terus berjalan dengan kepala menunduk sampai di depan gerbang sekolah Alsya.
Dari arah depan terlihat Laila yang berlari ke arah Alsya dengan senyuman manis,Alsya melihat Laila dan berpikir bahwa Laila tersenyum dan berlari ke arahnya.
Tetapi dugaannya salah ternyata Laila melewatinya begitu saja.
Karna penasaran Alsya pun menoleh kebelakang dan melihat dimana Laila memeluk lengan seorang pemuda yang memperhatikan Alsya sedari tadi tampa Alsya sadari.
"Kak Rafa"panggil Laila memeluk lengan Rafa.
Rafa hanya tersenyum tipis dan melihat ke arah Alsya yang menatap mereka.
Alsya hanya tersenyum lembut seperti biasa saat Alsya didepan Rafa.
Alsya berjalan mendekat menghampiri Rafa dan memeluk lengan satunya Rafa.
Rafa hanya diam saat tangannya di peluk Alsya.
Sedangkan Alsya dan beberapa siswa yang melihatnya menjadi kaget,karna dulu Rafa tidak mau disentuh oleh Alsya tetapi sekarang Rafa malah diam saja saat tangannya di peluk Alsya.
Alsya menjadi bahagia ia bertambah memeluk dengan erat tangan Alsya.
Sedangkan Laila menatap tak suka.
Merekapun berjalalan bersama menuju ke ruang mereka.
Mereka sampai di depan ruang kelas Laila,Rafa berhenti diikuti Alsya yang masih menggandeng tangannya.
Rafa melepaskan lengannya yang dipeluk Laila tapi tidak dengan lengan yang dipeluk Alsya,sedangkan Laila hanya diam menatap Rafa.
"Kelasmu di depan mata,sana masuk"ucap Rafa lembut.
Tetapi Laila tak kunjung masuk,Alsya hanya diam menahan cemburu karna sifat hangat Rafa yang ditunjukan oleh Rafa untuk Alsya.
__ADS_1
"Kenapa masih disini?,sana masuk"ucap Rafa lembut mengusap kepala Laila.
"Huh Kak Rafa gak nemenin aku masuk?"tanya Laila dengan melirik Alsya.
Alsya seperti mengerti sesuatu pun melepaskan tangannya dari Rafa.
"Emm Kak Rafa aku pergi dulu ya"ucap Alsya berjalan menjauh tetapi lengannya di cekal oleh Rafa.
"Gk,bareng"ucap Rafa dingin tampa menatap Alsya.
Alsya hanya diam dan melirik ke arah Laila yang menatapnya benci,ia merasa jika Laila tidak suka padanya dan ingin segera pergi dari hadapan mereka.
"Emm mendingan Kak Rafa ngantar Laila sampai masuk dan mengobrol sebentar,aku akan ke kelasku sendiri"ucap Alsya lembut dan melepaskan cekalan Rafa.
Tetapi cekalan Rafa semakin erat dan membuat Alsya sulit untuk melepaskan cekalan Rafa,tetapi cekalan Rafa tak sampai menyakiti Alsya .
Alsya sekarang hanya diam saja,ia merasa aneh dengan sikap Rafa kepadanya,tapi ia juga bahagia dengan perubahan itu.
Laila semakin marah tetapi ia tidak ingin menunjukannya di depan Rafa.
"Masuklah,nanti saat istirahat kita akan bertemu lagi"ucap Rafa halus.
Dengan berat hati Laila mengangguk dan menuruti dan berjalan masuk ke kelasnya.
Rafa yang melihat Laila masuk ke kelasnya pun melanjutkan perjalanannya ke kelas Alsya dengan melepaskan cengkalan tangan Alsya.
Alsya berjalan beriringan dengan Rafa di lorong - lorong kelas tampa ada pembicaraan apapun.
Beberapa menit Alsya sampai dikelasnya,ia menatap Rafa yang juga menatapnya.
Alsya tersenyum manis ia menatap mata Rafa dan berucap.
"Terimakasih,aku suka perubahan Kak Rafa"ucap Alsya dengan senyuman manis pergi meninggalkan Rafa yang masih terdiam menatap Alsya.
Rafa pun tersadar dan melanjutkan langkah besarnya menuju kelas.
Sedangkan di dalam kelas Alsya tidak berhenti tersenyum dengan dua tangan memegangi pipinya.
"Kalian lihatkan Kak Rafa berubah,Ah aku makin cinta deh"ucap Alsya.
"Terserah anda saja nona Alsya"ejek Nabila.
"Tapi kalian apa tidak curiga dengan Laila?"ucap Vian.
"Kenapa?"tanya Alsya bingung
__ADS_1
"Gak jadi"ucap Vian tersenyum memperlihatkan gigi - giginya yang rapi.
Teman - temannya yang kesal pun mencubit pipinya dan menjitak sayang keningnya.