
Saat ini Alsya berada di ruangan kakek Shi,ia baru saja pulang dari menonton pertandingan tadi,aaat baru tiba di depan pintu ia di penggil seseorang yang memberitahu ia bahwa ia di suruh datang ke ruang kakek Shi.
Dan saat ini ia duduk berhadapan dengan kakek Shi yang memandangnya tajam.
'Glek'
"Em..ada apa ya kek manggil Alsya?"ucap Alsya gugup.
Tapi kakek Shi hanya diam tak menjawab ia masih memandang Alsya dari ujung kaki sampai ujung kepala seperti mencari sesuatu.
Alsya hanya diam walau aslinya ia panas dingin tak karuan karna di tatap tajam.
"Apa Alsya membuat salah?"tanya Alsya hati - hati.
"Ya"ucap kakek Shi dingin yang berhasil membuat sekujur tubuh Alsya merinding tak karuan.
"Emm kalau boleh tau apa yang Alsya lakukan hingga kakek marah"ucap Alsya hati - hati.
Kakek Shi hanya diam menatap Alsya dengan pandangan dingin tapi Alsya hanya bisa diam memikirkan kesalahan apa yang mungkin ia lakukan dengan sengaja maupun tidak ia sengaja.
"Apa ada sesuatu yang kau sembunyikan?"ucap kakek Shi dingin.
Alsya melotot kaget,ia keget ples bingung apa yang ia sembunyikan apakah kakek Shi tau kalau ia tidak diperlakukan baik pada keluarga lagi atau bekas luka yang memang belum hilang dari badannya.
Lagi?,jadi beberapa tahun lalu saat kakek Shi dan Alsya mulai dekat Alsya mulai menceritakan semua masalahnya dan sebaliknya,dan sebenarnya kakek Shi menyuruh Alsya tinggal bersamanya tapi Alsya selalu menolak,jadi kakek Shi tau jika Alsya kecil di usir oleh keluarganya tapi ia tak tau saat jika Alsya dilukai lagi saat Alsya kembali ke rumah asalnya.
Kenapa Alsya bisa kembali kerumahnya saat itu? padahal kehadirannya sudah tidak di inginkan,karna kakek Shi sendiri yang mengantar Alsya kembali pulang karna permintaan Alsya sendiri dan tak lupa kakek Shi mengancam jika keluarga Alsya melukainya lagi maka orang tua Alsya akan di laporkan ke pihak berwajib,dan saat itu mereka memohon ampun dan berjanji tak akan melukai Alsya lagi tapi itu semua kebohongan belaka,saat kakek Shi kembali ke gedung Alsya di kurung ke lemari yang sempit dan tidak di perbolehkan makan selama tiga hari.Baiklah kembali ke topik cerita.
'Hufff'
Kakek Shi menghembuskan nafas kasar ia menatap Alsya sendu.
Kakek Shi berjalan mendekati Alsya dan menatap bekas luka yang terpampang jelas tampa Alsya sadari.
__ADS_1
"Lihat bekas luka ini,kau tidak terlalu pandai menyembunyikan bekas luka ini dariku Alsya,walau kau berhasil menyembunyikan nya dari orang lain tapi tidak dengan ku,aku pasti tahu"ucap kakek Shi dengan menunjuk bekas luka di tubuh Alsya.
Alsya kaget dan melihat beberapa bekas luka yang terpampang jelas dengan cepat ia menutupinya sebisanya.
"Kau tidak pernah bahagia Alsya sayang, tinggal kan lah mereka yang hanya menciptakan luka dan meninggalkan luka untukmu begitu saja"ucap kakek Shi.
Alsya hanya diam menunduk ia tidak berani menatap kakek Shi yang menatapnya sayang.
"Kenapa kau menyembunyikan luka ini sendiri?,apa kau lupa ada aku yang selalu menunggumu disini?, jika perlu nyawaku akan menggantikan kebahagianmu,kau satu - satunya orang yang sudah ku anggap keluargaku Alsya,kau adalah harta paling berharga bagiku, saat aku melihat luka yang diciptakan oleh orang tua kandungmu hatiku terasa sakit karna tidak bisa melindungimu" ucap kakek Shi memeluk Alsya.
Alsya diam ia menatap kakek Shi dan membalas pelukan nya,tampa ia sadari air matanya menetes secara perlahan.
"Bukan begitu... aku selalu mengingat kasih sayang yang kakek berikan padaku,tapi aku tidak mau tinggal dengan mu bukan berarti aku tidak sayang padamu aku juga sangat menyayangi kakek seperti aku menyayangi nenekku,tapi aku masih ingin di dekat mereka,siapa tau mereka akan berubah"ucap Alsya mendongak.
Kakek Shi melepaskan pelukannya dan memegang kedua pipi Alsya lembut.
"Dengarkan kakek tua ini sayang, tinggalkan lah mereka dan tinggal disini bersama kakek,kakek sudah tak muda lagi,kakek butuh seseorang di dekat kakek yang menemani kakek"ucap kakek Shi.
Alsya menggeleng pelan ia menatap mata kakek Shi yang sendu seperti memohon untuk ia tinggal bersamanya.
Suasana hening sesaat setelah Alsya mengucapkan kalimat itu, kakek Shi hanya menghembuskan nafas kasar,Alsya yang sudah ia anggap cucu ini memang keras kepala jadi ia tidak bisa berbuat apa - apa.
"Aku akan kembali pulang sebentar lagi"ucap Alsya pelan.
Kakek Shi menatap Alsya kaget.
"Tidak, kenapa kau tidak tinggal lebih lama?"tanya kakek Shi tidak setuju jika Alsya kembali secepat ini.
"Kakek aku masih sekolah dan baru duduk di bangku sekolah,masak aku harus bolos lagi"ucap Alsya sedikit berbohong.
Sebenarnya bukan itu masalahnya tapi ia memilih pulang secepatnya karna takut jika hukuman yang menantinya akan lebih buruk.
"Benarkah?,kalau begitu kau boleh pulang tapi jika mereka melukaimu lagi aku tidak tinggal diam"ucap kakek Shi marah.
__ADS_1
"Kakek seperti bang Rio hi hi hi"ucap Alsya di akhiri kekehan geli melihat sifat kakek Shi dan Rio tak jauh beda.
"Rio?, siapa dia? "tanya kakek Shi curiga.
"Bang Rio ia adalah seseorang yang membantu Alsya seperti kakek,bahkan keluarganya sudah menganggap ku anak dari keluarga mereka,aku juga di suruh tinggal dengan mereka saat mereka tau dengan perilaku mama dan papa"ucap Alsya sedikit menjelaskan.
Kakek Shi tersenyum senang ia sedikit tenang ketika mendengar bukan hanya dia yang melindungi Alsya tapi ada orang lain yang ingin melindungi Alsya bahkan menganggap Alsya seperti anggota keluarga sendiri.
Mereka pun mengobrol sebentar dan Alsya pun pamit dengan di akhiri pelukan tak lupa Alsya kembali keruangannya dan ruangan abang - abang barunya,ia berpamitan dan mengobrol sebentar sebelum ia meninggalkan tempat yang aman baginya.
Setelah berpamitan Alsya di antar sampai depan gedung bahkan mereka sudah menyiapkan mobil untuk mengantarkannya.
"Aku sangat merepotkan bukan?"ucap Alsya tersenyum tipis.
"Jangan ngomong gitu kita gak repot kau sudah kita anggap adik sendiri jadi tak salahkan jika seorang kakak mengantarkan adiknya? "ucap Nic mengelus lembut rambut Alsya.
Mereka saling berpelukan sebelum Alsya memasuki mobil.
Alsya pun masuk ke dalam mobil dan melambaikan tangan salam berpisahan dan dari sebuah pojok jendela terlihat kakek Shi menatap Alsya khawatir,Alsya yang melihat kakek Shi pun tersenyum lebar dan melambaikan tangannya dan dibalas oleh kakek Shi.
Mobil melaju dengan perlahan menjauh dari kawasan gedung, semakin jauh mobil meninggalkan kawasan gedung maka senyuman Alsya semakin hilang dan menjadi wajah khawatir dan takut.
Perjalanan terasa cepat padahal cukup jauh jarak antara rumah Alsya dan gedung,tapi bagi Alsya perjalanan pulang kali ini sangat cepat.
Bahkan saat ini ia berada di depan rumahnya yang seperti biasa terasa sepi,Alsya turun dari mobil dan mengucapkan terimakasih kepada sopir.
Mobil pun melaju perlahan menjauh dari kawasan rumah Alsya meninggalkan Alsya yang diam mematung sendirian dengan pandangan kosong.
Alsya diam memikirkan segala hal kemungkinan buruk yang akan terjadi padanya tiba - tiba dadanya terasa sesak,dengan sekuat tenaga ia meremas dadanya yang terasa sesak agar terasa baikan dan mencoba mengatur nafasnya agar ia menjadi lebih tenang.
"Ayo Alsya kau pasti bisa, bagaimana kau lupa dengan sifat mu yang berani di area pertandingan,masak karna masalah begini yang sudah pernah kau lewati setiap tahunnya,setiap bulannya,setiap minggunya,setiap harinya kau takut ayo kamu pasti bisa menghadapi ini semua"ucap Alsya menyemangati dirinya sendiri.
Alsya melangkah perlahan dengan tangan gemetar ia Membuka pintu dan berucap.
__ADS_1
'Aku pasti bisa'