
Di dalam mobil Alsya hanya diam dengan tangan yang sibuk mengotak - atik handphonenya.
Sedangkan Arka fokus dan sesekali memperhatikan apa yang Alsya lakukan.
"Sya"panggil Arka.
"Ya?"ucap Alsya mengalihkan perhatiannya dari handphone yang ada di genggamannya dan menoleh ke arah Arka.
"Tadi saat kita berjalan ke arah mobil,ada seseorang menatap kita seperti tidak suka,siapa dia?"tanya Arka penasaran.
"Siapa?, wanita atau pria?"tanya Alsya bingung.
"Ada wanita dan pria,dan kau juga menatapnya"ucap Arka.
"Oo, dia Kak Rafa, memang dia begitu,tatapanya memang dingin dan tajam, sedangkan wanita?, siapa?,yang mana?"tanya Alsya menatap Arka.
"Oh udahlah gak usah dipikirkan,kita sudah sampai"ucap Arka.
Arka keluar dan berjalan ke arah pintu samping dimana Alsya yang sedang bersiap - siap untuk turun.
Setelah merasa tidak ada yang kurang Alysa bersiap ingin keluar dari mobil tetapi Arka mencegah.
Tampa banyak bicara Arka membuka pintu samping dimana Alsya menatapnya melongo.
"Ahh romantis sekali anda Tuan Arka"ucap Alsya tersipu malu.
Arka hanya terkekeh pelan.
"Kapan lagi bisa gini,mumpung Rio gak ada"ucap Arka.
Alsya tertawa terbahak - bahak mendengar ucapan Arka.
"Ayok kutunjukan tempat yang indah"ucap Arka menggandeng Alsya.
Alsya hanya tersenyum dan mengikuti Arka.
Alsya memandang kagum pemandangan yang ada di depan matanya.
"Wah ini sangat indah,tapi kenapa tempat seindah ini sangat sepi pengunjung?"ucap Alsya.
"Karna aku mengosongkan tempat ini,khusus untukmu"ucap Arka menatap dalam Alsya.
"Sosweet hati saya jadi tersentuh"ucap Alsya merasa jika Arka hanya bercanda.
Alsya memandangi matahari yang mulai tenggelam,tak terasa ia berada di tempat ini sangat lama,bersama dengan Arka disampingnya.
"Sya aku mau bicara"ucap Arka menghadap Alsya.
"Ya?"ucap Alsya.
"Mungkin ini terlalu cepat,tapi jika aku tidak segera mengatakan ini,aku akan tersiksa sendiri"ucap Arka.
__ADS_1
"Udah Kak bicara aja"ucap Alsya menatap Arja penasaran.
Arka memegang kedua tangan Alsya erat dan menatap kedalam mata Alsya.
"Aku selalu mencari waktu yang tepat untuk mengungkapkan semua ini, dan mungkin ini waktu yang tepat.Baiklah Alsya mau kah..."ucapan Arka terpotong dengan teriakan Alsya.
"Ya ampun aku harus pulang secepatnya!!!"teriak Alsya panik melepaskan genggaman Arka.
"Ada apa?,apa ada sesuatu yang sangat penting?"ucap Arka ikut panik.
"Maaf ya Kak memotong ucapan Kak Arka,tapi aku benar - benar harus pulang,mereka akan menghukumku lagi"ucap Alsya panik dan takut.
"Mereka?, siapa yang kau maksud mereka?"tanya Arka bingung.
"Mama dan Papa,mereka sudah kembali"ucap Alsya takut.
"Baiklah aku akan antar kamu pulang"ucap Arka menarik tangan Alsya pelan.
Alsya hanya mengangguk ketakutan,dan berjalan dengan cepat ke arah mobil Arka.
Arka mengendarai dengan kecepatan di atas rata - rata.
Baru setengah perjalanan Alsya berteriak menghentikan Arka.
"Stop"ucap Alsya.
"Kenapa?, ini masih cukup jauh dari rumahmu"ucap Arka bingung.
"Aku berhenti disini saja"ucap Alsya membuka pintu,tapi dicegah Arka.
"Nanti mereka marah melihat Kak Arka,mereka tidak suka jika aku memiliki hubungan apapun dengan seorang pria,kecuali Bang Rio,aku pernah diantar gojek laki - laki mereka sangat marah besar,dan mereka melukaiku"ucap Alsya menunduk ketakutan.
"Apalagi saat ini aku pulang terlambat,tambah lagi ada laki - laki yang mengantarku"lanjut Alsya ketakutan,bahkan badannya gemetara sangking takutnya.
"Maaf,ini semua karnaku,jika kau tidak pergi denganku mungkin kau tidak akan ketakutan seperti ini"ucap Arka menatap Alsya sendu.
Alsya mendongak menatap Arka dalam,air matanya keluar dengan deras.
"Gak ini bukan salah Kak Arka, ini salahku"ucap Alsya menangis.
Arka mendekat memeluk Alsya dengan erat.
Tangis Alsya semakin menjadi - jadi saat berada di pelukan Arka,saat merasa cukup tenang Arka melepaskan pelukannya.
"Kak aku harus pergi sekarang, terimakasih atas pelukannya,aku menjadi baikan"ucap Alsya tersenyum.
Arka hanya bisa menatap Alsya sendu.
"Jika kau butuh bahu untuk menumpahkan semua masalahmu aku selalu ada untukmu"ucap Arka.
Alsya mengangguk dan membuka pintu.
__ADS_1
"Aku pergi dulu, makasih ,hari ini adalah hari yang terbaik bersama Kak Arka"ucap Alsya.
Alsya turun dari mobil, dan berjalan menjauh sedikit demi sedikit.
"Maaf aku tidak bisa melindungimu saat ini"ucap Arka menatap Alsya yang semakin jauh.
Alsya berjalan menelusuri jalanan dengan langkah berat,jarak rumah Alsya semakin dekat,ketakutan Alsya pun semakin besar.
Alsya terus melangkah dan tiba di halaman rumah.
Dia hanya menunduk tidak berani mendongak,Alsya perlahan memasuki rumah,perlahan demi perlahan Alsya melangkah ke dalam dengan perasaan campur aduk tak karuan.
"Oh ternyata masih ingat rumah"ucap Mama Alsya metipat tangan dengan menatap tajam Alsya.
"Jadi selama kita kerja kau keluyuran tak jelas ha!!"bentak Papa Alsya.
Alsya memejamkan mata erat,ia takut,ia trauma dengan bentakan dan nada tinggi,air matanya meluncur deras.
"Hanya bisa nangis,nangis dan nangis"ucap Mama Alsya.
Mama Alsya perlahan berjalan mendekati Alsya,saat di depan Alsya,Mama Alsya mencengkram erat pipi Alsya membuat Alsya meringis kesakitan.
"Ma maaf Ma"ucap Alsya dengan linangan air mata.
"Maaf?, maaf mu gak guna!!"teriak Mama Alsya.
Mama Alsya mendorong Alsya sampai tersungkur.
Papa Alsya berjalan mendekat dan berjongkok dihadapan Alsya yang terisak.
"Kau hanya beban di keluarga kami"bisik Papa Alsya di akhiri dengan tamparan keras.
"Pa!!,kenapa Mama dan Papa melakukan ini semua kepadaku?!!,kenapa?!,apa salahku?!,kalian selalu menyiksaku seperti ini,padahal aku tidak pernah melakukan kesalahan apapun, iya aku mengaku salah pulang terlambat, tapi apakah pantas aku mendapatkan semua ini,dari dulu aku kecil sampai sekarang kalian selalu menyiksaku, aku juga punya hati, aku juga punya perasaan,aku selalu kalian lupakan!!"teriak Alsya dengan deraian air mata.
'Plak'
Suara tamparan yang sangat keras menggema diruangan.
"Sudah berani kau ha!!,kau tau aku merasa jijik melahirkan anak seperti kau,jika aku tau kau tumbuh besar seperti ini,aku akan membuangmu atau membunuhmu!!"teriak Mama Alsya.
"Lihat 'Dia' selalu menuruti apapun yang orang tuanya mau,dia pintar,cantik dan baik,tapi sekarang dia tidak ada karnamu!!"teriak Papa Alsya menampar Alsya berkali - kali.
"Kenapa kalian selalu membandingkan diriku dengan dia?, aku ya aku, memang aku tidak sesempurna dia,tapi aku lebih baik dari dia, kalian tau?,jika aku bisa meminta kepada Tuhan, aku tidak ingin lahir di dunia ini,aku tidak ingin lahir di rahim orang keji sepertimu!!"teriak Alsya marah, entah keberanian dari mana Alsya dapatkan sampai ia berani berkata begitu.
"Kau!!.."teriak Mama Alsya mengangkat tangan bersiap menampar Alsya.
Tetapi sebelum mengenai pipi,Alsya dengan gesit menangkap tangan Mamanya.
"Tampar!!,tampar terus sampai kalian puas!! ,kenapa?!,kenapa kalian tidak membunuhku saja?!,kenapa harus menyiksaku begini ha!!"teriak Alsya melepaskan tangan Mamanya dengan keras.
Mama Alsya tersungkur kebelakang tetapi badannya di tangkap Papanya Alsya.
__ADS_1
"Sudah cukup!!, kau beraninya mendorong Mamamu sendiri!!"teriak Papa Alsya menghampiri Alsya.
Tangan Papa Alsya terangkat dan menampar Alsya berkali - kali sampai pingsan dan meninggalkan Alsya yang pingsan bigitu saja dengan darah di bibirnya.