
Alsya terbangun dari pingsannya saat malam hari tiba.
Alsya memegangi kepalanya pusing,bukan hanya kepalanya yang sakit dan pusing tapi semua badannya terutama pipinya.
Alsya melihat sekeliling memastikan keberadaannya,ternyata ia masih berada di tempat yang sama di mana ia bertengkar dengan kedua orang tuanya.
Alsya yang mengingat kejadian yang baru saja terjadi beberapa jam yang lalu dimana ia menyampaikan uneg - unegnya tetapi tidak guna di depan mereka,air matanya kembali meluncur dari matanya yang indah.
Dengan perlahan Alsya menghapus air matanya dengan kasar dan berdiri dengan memegangi pipinya yang masih terasa sakit.
Alsya perlahan menaiki tangga,dan matanya tertuju pada jam dinding yang menunjukan tengah malam.
Alsya berjalan ke arah kamar,di dalam kamar Alsya menggelamkan mukanya ke bantal dan menangis sejadi - jadinya tidak hanya menangis Alsya berteriak dengan keras tetapi mulutnya ia tutupi oleh bantal agar tidak terdengar suara teriakannya.
Alsya meluapkan emosi dengan teriak dan menangis,malam semakin larut tetapi Alsya terus menangisi nasibnya yang begitu buruk sampai tertidur karna kelelahan.
Matahari muncul dari balik jendela kamar Alsya,sedangkan Alsya masih tertidur karna kelelahan,Alsya bukan hanya lelah karena fisiknya tapi mentalnya pun juga lelah.
Alsya terbangun saat waktu menjelang siang.Alsya membuka matanya dengan perlahan menatap kaget jam yang berada dinding.
"Apa sudah jam segini?!!"ucap Alsya kaget.
Alsya dengan cepat meraih handphone yang berada disampingnya,benar saja dugaannya para sahabatnya menelfoninya dan mengirim pesan,bukan hanya sahabat - sahabat Alsya.
Bahkan Arka pun menelfonnya sampai puluhan kali.
Alsya meletakan kembali handphonenya dan beranjak pergi untuk membersihkan badannya dan bersiap - siap.
Setelah mandi Alsya bersiap - siap turun.
Alsya menuruni anak tangga dan memperhatikan keadaan rumahnya yang sepi seperti tidak ada kehidupan.
Alsya tidak peduli lagi tentang kedua orang tuanya.
Alsya keluar rumah dan memesan ojek online,setelah menunggu cukup lama ojek pun datang.
Sekarang tujuan Alsya ke rumah sakit untuk bertemu Arka dan meminta obat untuk lukanya.
Beberapa menit kemudian Alsya sampai di rumah sakit,dengan cepat ia masuk dan berjalan menuju ruang Arka.
Alsya mengetuk pintu ruang Arka berharap Arka berada di ruangannya.
__ADS_1
'Tok tok tok'
"Masuk"ucap sebuah suara dari dalam ruangan.
Alsya membuka pintu perlahan dan melihat Arka yang sedang membaca entah apa yang ia baca.
Arka mengalihkan kertas yang ada di tangannya dan mendongak untuk melihat siapa yang datang di ruangannya.
"Alsya"ucap kaget Arka.
Arka berdiri dan berjalan menghampiri Alsya yang sedang berdiri dengan senyuman tipis.
Mata tajam Arka tertuju pada beberapa luka yang berada di tubuh Alsya.
"Sini duduk aku obati"ucap Arka lembut menarik tangan Alsya perlahan.
Arka mendudukan Alsya di kursinya,Alsya hanya diam menurut,Arka memeriksa luka Alsya dengan hati - hati,amarahnya memuncak tapi ia harus menahannya.
"Kau tunggu disini sebentar,aku akan mengambil obat"ucap Arka.
Alsya hanya mengangguk.Arka pun berdiri dan pergi keluar mengambil obat.Beberapa menit kemudian Arka kembali dengan obat yang berada di tangannya.
Arka mendekat kembali ke arah Alsya yang terus menatapnya,Arka mulai mengobati dengan perlahan.
"Aku kesiangan,tadi malam aku bergadang,bahkan aku melewatkan waktu sekolahku"ucap Alsya tersenyum tipis.
Arka hanya diam,dia sekarang benar - benar marah pada dirinya sendiri,ia tidak bisa menjaga Wanita yang didepannya.
"Luka ini sudah biasa,aku datang kesini hanya minta obat agar luka lebam akibat tamparan dan pukulan cepat hilang,agar sahabatku tidak tau apa yang terjadi padaku, aku tidak mau mereka khawatir"ucap Alsya menatap Arka yang sudah selesai mengobatinya.
"Maaf ya Sya aku tidak bisa menjadi bentengmu"ucap Arka menatap Alsya sedih.
"Hei aku tidak perlu itu,sekadang aku hanya butuh obat,dan aku tidak suka di kasihani oke?, aku ini wanita kuat"ucap Alsya menunjukan otot yang berada di tangan kecilnya.
Arka tertawa kecil melihat tingkah Alsya.
Alsya menghabiskan waktu dengan mengobrol bersama Arka yang tidak terlalu sibuk,sedangkan sahabat Alsya sudah tidak khawatir dengan keadaan Alsya lagi, karna Alsya sudah memberikan alasan yaitu memberitahu kalau dia baik - baik saja,dan kesiangan,walau ia berbohong ia tidak peduli yang penting sahabatnya tidak tau apa yang terjadi padanya.
"Ah tak sangka wahtu cepat berlalu,aku harus kembali pulang"ucap Alsya berdiri dari tempat duduknya saat matanya tak sengaja menatap jam dinding yang menunjukan sore hari.
"Bagaimana jika ku antar?"Ucap Arka menawarkan diri untuk mengantar Alsya.
__ADS_1
"Gak usah aku sudah pesan ojek online"ucap Alsya.
"Kalau begitu ku antar sampai di dekat tukang ojek online"ucap Arka memaksa mengantar Alsya walau hanya sampai di dekat ojeknya saja.
Alsya hanya mengangguk setuju dan berjalan keluar ruangan Arka di ikuti Arka dari samping.
Dalam perjalan mereka berdua mengobrol dengan diiringi canda tawa yang menggema di lorong - lorong rumah sakit,tampa mereka sadari ada sepasang mata yang menatap mereka tajam tak suka.
Mereka berdua pun sampai di sebelah tukang ojek online yang sedang menunggu Alsya.
"Jangan lupa oleskan dan minum obat secara teratur agar cepat sembuh"ucap Arka membantu memakaikan helm.
"Oke oke makasih obatnya"ucap Alsya menaiki montor.
"Kalau begitu aku pamit dulu dah"lanjut Alsya melambaikan tangan di balas lambaian Arka.
Alsya semakin jauh dari rumah sakit sedangkan Arja berjalan ke rumah sakit melanjutkan pekerjaan yang ia tunda.
Sebelum ia pulang ia ingin ke taman untuk menenangkan pikirannya yang entah kemana.
Alsya mencari tempat yang sepi,matanya tertuju di bawah pohon yang rindang,dengan langkah kaki yang berat,Alsya berjalan dan duduk di bawah pohon dengan menutup mata menikmati angin yang berembus menerpa wajahnya.
Setelah beberapa menit,Alsya membuka matanya dan menatap sekeliling memperhatikan kegiatan mereka yang berada di taman.
Mata Alsya tertuju pada sebuah keluarga kecil yang tertawa lepas.
dimana sang anak tertawa di atas ayunan,dan ayah anak itu mendorong dengan perlahan,sedangkan ibunya duduk manis dengan senyuman menghiasi bibirnya.
Alsya terus memandang keluarga itu,ia membanyangkan jika ia di posisi itu dengan kedua orang tuanya,pasti ia sangat bahagia.
Alsya masih menatap dan dimana anak itu jatuh di atas ayunan dengan sigap ayahnya menggendong sedangkan ibunya mengobati dan menenangkan anaknya yang menangis.
Sekarang ia benar - benar iri dengan anak kecil itu, anak kecil itu sakit di obati sedangkan dia?, kebalikannya.
Alsya mengalihkan pandangannya dari keluarga kecil itu dan memilih pergi dari taman dan kembali pulang kerumah.
Alsya sampai di depan rumahnya,denagn pelan - pelan Alsya melepas helm dan menyerahkan ke ojol dan tidak lupa membayar dan mengucapkan terimakasih.
Alsya masuk rumah dengan santai dan dengan wajah datar tampa ekpresi.
Saat Alsya berada di dalam rumah terdengar suara tepukan yang menggema diruangan yang sepi.
__ADS_1
'Plok plok plok'