
Darah yang sudah mengering berceceran dimana - dimana,bau amis darah menyebar ke seluruh ruangan,Arka yang melihat itu semakin panik dengan keadaan Alsya,ia mencari di seluruh ruangan kamar Alsya tapi tidak menemukan keberadaan Alsya.
Sampai ia tertunduk lemak karna kelelahan bahkan ia ingin menyerah,tapi saat ingin pergi dari kamar Alsya, Arka melihat sebuah kain dengan noda darah tercepit di pintu lemari dengan cepat Arka membuka lemari tapi sayangnya lemari itu terkunci rapat.
"Sial!!!"umpat Arka.
Arka coba mengintip kecelah lemari dan melihat ada rambut yang berantakan, dengan wajah panik,Arka mencari sesuatu untuk membuka lemari itu,sebenarnya bisa saja Arka mendobrak pintu lemari itu, tapi ia takut akan melukai seseorang yang berada di dalam.
Setelah beberapa menit mencari alat untuk membuka lemari akhirnya Arka menemukannya,dengan cepat Arka membukanya
'Semoga itu bukan kamu Sya'ucap Arka berharap dalam hati.
Saat Arka berhasil membuka lemari alangkah terkejutnya ia melihat Alsya yang tidak sadarkan diri dengan darah memenuhi tubuhnya dengan banyak luka yang mengerikan.
"Alsya!!!!"teriak Arka.
Tampa pikir panjang Arka mengecek denyut nadi Alsya yang ternyata sangat lemah.
Arka dengan cepat menggendong Alsya dengan amarah yang tidak bisa ia tahan lagi,ia dengan cepat berlari keluar kamar Alsya dan menuruni anak tangga dengan cepat.
Saat sampai di pintu ia berpapasan dengan orang tua Alsya dan satu seorang wanita muda yang tersenyum licik sekaligus kaget melihat keberadaan Arka yang menggendong Alsya.
Amarah Arka yang sudah memuncak pun meninggalkan mereka sebenarnya ia ingin sekali memukulnya tapi Alsya lebih penting, tapi ia dihadang oleh orang tua Alsya dengan sandiwaranya.
"Ya ampun anak ku kau kenapa?"ucap mama Alsya dengan air mata yang membasahi pipinya.
"Apa yang kau lakukan haa!! Dengan anak kesayangan ku?"ucap papa Alsya yang ikut bersandiwara.
Arka yang sudah muak pun menendang perut papa Alsya dengan keras sampai papa Alsya terlempar cukup jauh.
"Kalian sungguh bajingan!!,kalian kira aku gak tau semuanya!!,cukup sudah sandiwara sampah yang kalian lakukan,dimana hati nurani kalian!!,Alsya anak kalian tapi apa yang kalian lakukan?!!!,membunuhnya secara perlahan ha!!!!,aku sudah muak,aku akan melaoporkan kalian di pihak berwajib!!!"ucap Arka marah besar menendang pintu sampai berlubang.
"Jika kau melaporkan kami maka kami akan melaporkan balik, karna aku memasang CCTV dan aku akan memperlihatkan pada mereka jika kau melukai Alsya dan ingin membawa Alsya kabur agar tidak ketahuan"ancam papa Alsya.
Arka pun meninggalkan mereka tampa rasa takut saat mendengar ucapan sebelum ia pergi.
__ADS_1
Arka menaiki mobil dan melajukannya ke rumah sakit dengan kecepatan di atas rata - rata.
Saat menyetir Arka mengambil handphonenya dan menelpon seseorang.
"Cepat siapkan ruang ugd"ucap Arka dan langsung menutup sambungan telfon tampa menunggu jawaban.
Arka merasa takut sekaligus khawatir,ia selalu melihat kebelakang dimana Alsya memejamkan matanya dengan darah di sekujur tubuhnya.
"Sya kumohon bertahan,aku tau kau pasti kuat"ucap Arka dengan menambahkan kecepatan mobilnya.
Beberapa menit akhirnya Arka sampai di rumah sakit,dengan segera ia turun dari mobil dan menggendong Alsya,ia tidak peduli dengan darah Alsya yang menempel di bajunya.
Arka berteriak menyuruh orang - orang untuk minggir,orang - orang pun memberi jalan dengan tampang ngeri ketika melihat Alsya.
Arka terus berlari sampai di depan ruang ugd dengan cepat ia masuk dan meletakan Alsya ke brankar.
Para dokter lain pun berdatangan membantu Arka,banyak pertanyaan di dalam otak para dokter lainnya tapi di antara mereka tidak ada yang berani bertanya ketika melihat wajah Arka yang menyeramkan.
Beberapa menit mereka masih mencoba menyelamatkan nyawa Alsya yang sudah di ujung tanduk tapi Arka tidak menyerah begitu saja.
"Gawat dunyut jantungnya semakin melemah"ucap salah satu dokter dengan panik.
Satu kali Arka menempelkan alat pacu jantung di dada Alsya tapi tidak ada yang terjadi, Arka tidak menyerah ia terus menggunakan alat pacu jantung ( pacemaker).
Satu kali,dua kali, tiga kali tetap tidak ada hasilnya bahkan detak jantung Alsya semakin melemah.
Arka merasa ini semua sia - sia ia membisik kan sesuatu kepada Alsya.
"Sya kumohon bangun banyak orang yang menunggumu bangun,banyak orang yang sayang padamu, kumohon bertahanlah Sya"bisik Arka.
Setetes air mata turun dari mata indah Arka yang berhasil membuat para dokter dan suster terkejut.
"Mari kita coba sekali lagi"ucap Arka serius.
Mereka pun mengangguk bersamaan dengan semangat.
__ADS_1
"1,2,3"ucap Arka.
Arka menempelkan kembali alat pacu jantung ( pacemaker ) dengan harapan detak jantung Alsya kembali normal kembali.
Dan harapan Arka terkabul detak jantung Alsya kembali normal,semua orang tersenyum lega.
Arka tersenyum tampa sadar ia mencium kening Alsya di hadapan para Dokter dan Suster yang berada di ruang ugd.
Arka yang menyadari kebodohannya pun merasa malu ia pun berdehem untuk menghilangkan rasa malunya.
"Pindahkan ke ruang rawat inap terbaik, saya akan pulang sebentar untuk membersihkan diri"ucap Arka.
Tampa menunggu jawaban Arka keluar ruangan saat ingin meninggalkan ruang ugd Arka menghentikan langkahnya dan menengok kebelakang menatap Alsya dengan wajah tersenyum bahagia.
"Aku tahu kau adalah wanita kuat Sya, karna itu aku mencintaimu"ucap Arka.
Disisi lain dirumah Alsya yang sekarang berantakan karna ulah Arka yang berhasil membuat papa Alsya marah, papa Alsya bukan marah karna rumahnya berantakan tapi juga karna ia terluka akibat tendakan Arka.
"Dasar anak sialan!!, beraninya dia melukaiku"maki papa Alsya.
"Tenang pa kita akan membalas semua ini"ucap mama Alsya.
"Tapi bagaimana?, sialan anak itu punya banyak orang untuk melindunginya"ucap papa Alsya marah.
Seseorang wanita muda yang dari tadi diam dengan wajah liciknya pun membuka mulut.
"Tenang saja om ini semua aku yang urus"ucap wanita muda itu dengan senyuman licik.
"Tapi bagimana? dia memiliki banyak perlindung"ucap mama Alsya.
"Tante tenang saja,jika kita tidak bisa melukai Alsya lagi maka kita buat orang terdekatnya yang akan melakukan itu"ucap wanita itu dengan senyuman licik.
"Apa maksudmu?"ucap papa Alsya yang masih kurang paham.
Wanita muda itu pun mendekat dan berbisik dengan rencana yang telah ia pikirkan dengan matang.
__ADS_1
saat mendengar ide cemerlang wanita muda itu papa Alsya dan mama Alsya pun saling menatap satu sama lain, setelah itu mereka tertawa puas.
"Kau tidak akan tenang Alsya saat aku masih hidup"