
Di dalam mobil Alsya hanya diam,ia masih mimikirkan kejadian tadi.
'Kenapa ia sedikit berbeda'ucap Alsya dalam hati.
Rio menatap Alsya yang hanya diam saja dengan melihat luar.
"Sya"panggil Rio.
'Dan kenapa disaat Bang Rio dan Kak Rafa bertemu pasti seperti akan bertengkar'pikir Alsya.
"Sya?"panggil Rio sekali lagi.
'Atau mereka dulu adalah musuh dan baru ketemu sekarang?'pikir Alsya lagi.
"Sya"ucap Rio menyentuh tangan Alsya.
Alsya terkejut dan menatap Rio dengan wajah melongo.
"Iya?,ada apa?"tanya Alsya setelah menetralkan ekspresinya.
"Apa yang kau pikirkan sampai - sampai aku memanggilmu kau tidak menyadarinya?"ucap Rio penasaran.
"Hmm aku memikirkan kejadian tadi,kenapa Bang Rio seperti ada sesuatu dengan Kak Rafa?"tanya Alsya penasaran.
"Oo nama dia Rafa"ucap Rio dengan mengangguk - anggukan kepalanya.
"Emang ada hubungan apa kau dengannya?"tanya Rio.
"Emm...tidak ada,kami hanya sebatas kakak dan adik kelas"ucap Alsya sedikit gugup.
"Beneran?,kau tidak memiliki hubungan seperti yang ku pikirkan kan?"ucap Rio menyelidik.
"Gak ada Bang,kami memang hanya sebatas kenal saja"ucap Alsya.
"Emang kenapa?"tanya Alsya hati - hati.
"Tak apa,aku hanya berpikir kau dan dia memiliki hubungan spesial saat aku melihat reaksi cowok itu"ucap Rio.
'Aku gak tau maksud Bang Rio, tapi aku lebih baik diam saja'pikir Alsya.
Beberapa menit mereka sampai di depan rumah Alsya,Alsya pun turun dari mobil sebelum masuk ia menawarkan Rio untuk mampir,tapi Rio tidak mau dan menjawab ia ingin langsung pulang saja.
"Tidak terimakasih,kapan - kapan aku akan mampir,tapi sekarang aku harus pulang,dan jika mereka melukaimu lagi dan aku mengetahuinya,aku tidak akan diam saja,kalau begitu aku pergi dulu"ucap Rio melajukan mobilnya perlahan.
Alsya hanya bisa diam dan melambaikan tangannya.
Saat mobil Rio tidak terlihat lagi Alsya memasuki rumahnya yang sepi.
"Mungkin mereka belum pulang,itu bagus sebaiknya aku membersihkan diri dan istirahat sebelum mereka kembali"ucap Alsya menaiki tangga menuju kamarnya.
__ADS_1
Beberapa hari berlalu hubungan Alsya semakin jauh dengan Rafa,Alsya memikirkan lagi apa yang harus ia lakukan tentang perasaannya apakah ia harus tetap berjuang sedangkan Rafa sudah mengucapkan bahwa ia muak dengan Alsya.
'Tapi aku tidak mau menyerah begitu saja'pikir Alsya.
"Sya apa yang kau pikirkan?"tanya Vian.
"Tidak ada"ucap Alsya.
"Emm bagaimana dengan hubungan kalian?"ucap Alsya penasaran.
"Apa maksudmu kami gak paham?"ucap Nabila bingung.
"Ck bagimana hubungan kalian dengan teman - temannya Kak Rafa?"ucap Alsya dengan mengangkat alisnya.
Keadaan menjadi hening hanya terdengar suara siswa dan siswi lain yang berada di kantin.
"O sekarang kalian tidak lagi terbuka denganku?,baiklah aku tidak memaksa"ucap Alsya dengan raut wajah datar.
"Ti tidak begitu maksud kami,em Sher coba kau jelaskan,kau yang lebih tua dari pada kami"ucap Nabila.
Sherly hanya mendengus kesal ia bingung harus menjelaskan dari mana.
"Kami pacaran"ucap seseorang tiba - tiba.
Alsya melonjak kaget dan menatap siapa yang berbicara.
Mereka adalah tidak lain Rayhan,Damad dan Dika.
Mereka duduk dibangku dengan pasangan masing - masing,Alsya hanya diam saat tidak melihat keberadaan seseorang.
"Ahh ternyata tebakanku benar,tapi kenapa kalian merahasiakan ini semua?"ucap Alsya sedih.
"Bukan begitu maksud kami,tapi kami dekat saat kau masih koma,saat itu aku hancur tapi mereka selalu menyemangati kami dan yaa jadilah seperti ini"ucap Nabila menunduk malu.
Alsya menatap pasangan di depannya satu persatu.
Sherly dengan Rayhan,Sherly sendiri memiliki sifat cuek,tidak peduli apapun yang terjadi di sekitarnya kecuali itu penting,Sherly sendiri memiliki ucapan - ucapan yang tajam. Rayhan memiliki sifat koyol tetapi ia akan serius di saat waktu tertentu.
Nabila dengan Damar,Nabila memiliki sifat pemarah tapi perhatian ia selalu marah walau dengan hal kecil sekalipun,sedangkan Damar orang yang penyabar dan murah senyum.
Vian dengan Dika, Vian sendiri memiliki sifat polos dan keras kepala,sedangkan Dika memiliki sifat cuek tetapi sangat perhatian dengan orang yang disanyangi.
'Mereka saling melengkapi satu sama lain'ucap Alsya dalam hati dengan menatap mereka satu persatu.
"Sya!"panggil Nabila.
Alsya terlonjak kaget ia menatap Nabila kesal.
"He he he he,maaf lagian dari tadi dipanggil li diam aja,terus memperhatikan kami seperti pencuri,emangnya ada apa?"ucap Nabila cengengesan.
__ADS_1
Alsya menggeleng pelan.
"Tidak ada, hanya memikirkan sesuatu"ucap Alsya.
"Kapan kau nyusul?"tanya Rayhan dan berhasil mendapatkan tonyoran dari Sherly.
Alsya hanya terkekeh geli saat melihat tingkah mereka.
"Entah, aku belum memikirkan,itu bisa dipikirkan nanti,sekarang ada yang lebih penting bagiku"ucap Alsya tersenyum tipis.
Alsya melihat sekeliling untuk mengalihkan perhatiannya dari pasangan di depannya, tampa sengaja ia melihat Rafa yang juga menatapnya dimana Laila duduk di sampingnya dengan kepala di sandarkan di dada bidang Rafa.
Saat saling bertatapan Alsya memberikan senyuman tipis untuk hanya sekedar menyapa.
"Sya?"panggil Rayhan.
"Ya?"ucap Alsya.
"Emm apakah kau mencintai Rafa?"tanya Rayhan dengan hati - hati.
Sebenarnya ini seperti pertanyaan umum,semua siswa maupun siswi tau jika Alsya menyikai Rafa bahkan Rafa sendiri,bahkan Alsya selalu nempel tampa memberi jeda, tapi sekarang beberapa dari mereka merasa aneh melihat Alsya yang tidak mencoba mendekati Rafa.
"Entah"ucap Alsya mengangkat kedua bahunya acuh.
"Alsya punya banyak tau"ucap Vian yang dari tadi hanya diam.
Alsya hanya menggeleng pelan dengan senyuman tipis.
"Bahkan kalian tau dengan dokter tampan yang pernah menjemput Alsya?,dia sangat tampan bukan?"ucap Vian polos tampa menyadari pria disampingnya yang memiliki wajah merah seperti tomat karena cemburu.
"Ehem Vi sepertinya ada yang marah tu"ucap Alsya tetapo hanya dibalas dengan wajah bingung Vian.
""Benar aku kepo,emm kau memiliki hubungan apa dengan dokter itu dan pria yang kemarin?"ucap Rayhan.
"Emm intinya kami memiliki hubungan yang unik"ucap Alsya dengan senyuman misterius.
"Kau membuat kami penasaran"ucap Damar dengan senyumannya.
"Udahlah aku mah banyak yang nganter gak usah membingungkan hanya dengan masalah sepele"ucap Alsya dengan tersenyum tipis.
Mereka semua mengobrol hingga para pria berpamitan meninggalkan para gadis yang masih asik mengobrol kesana - kesini.
"Sya nanti ayo kita kumpul,sudah lama kita tidak kumpul bersama"ucap Nabila disetujui yg lain.
"Emm aku ingin tapi aku tidak bisa,tapi nanti jika aku punya waktu atau memiliki kesempatan aku akan nyusul kalian"ucap Alsya dengan sedih.
"Yah... tapi tak apa kau bisa nyusul,tetapi mereka tidak melukaimu lagi bukan?"ucap Vian.
Alsya menjawab dengan gelengan kepala dan terdengar hembusan nafas lega dari sahabat - sabarnya.
__ADS_1