APAKAH AKU BISA BAHAGIA?

APAKAH AKU BISA BAHAGIA?
AKHIR DARI PERTANDINGAN


__ADS_3

Alsya terkejut ia tak menyangka jika Rafa berada disini apalagi ia adalah seorang yang mengganti posisinya saat ia sudah tidak lagi bertanding.


"Kak Rafa?"ucap Nic menatap Alsya penasaran.


"Siapa dia? ,lo mengenalnya?"tanya Liam.


"Baiklah gue ceritakan sedikit,sebenarnya nama gue bukan As"ucap Alsya dengan mata tertuju ke arah Rafa yang berdiri tegap.


"Terus nama lo siapa?"tanya Satria penasaran.


"Nama gue Alsya,gue masih sekolah"ucap Alsya santai.


"Apa?! pernyataan lo cukup mengejutkan,ternyata lo masih sekolah,jelas saja wajah lo masih terlihat seperti anak sekolah"ucap Ali dengan ejekannya.


"Dan siapa dia?"tanya Nic.


"Dia kakak kelas gue biasanya gue panggil dengan sebutan kak Rafa"ucap Alsya.


"Tapi kenapa lo gak manggil kita kak atau sebutan lainnya gitu?"tanya Ali dengan tampang menggoda.


"Idih.. Kalian ingin dipanggil serti itu?"tanya Alsya menatap mereka satu - satu.


Mereka mengangguk semangat,karna mereka ingin merasakan bagaimana punya adik perempuan.


"Heem kita ingin merasakan menjadi kakak,karna lo pasti tau kan kehidupan kita bagaimana"ucap Liam.


Alsya terdiam sebentar ia mencerna ucapan Liam, sebenarnya ia tak masalah memanggil mereka dengan sebutan kakak atau lainnya toh ia juga sudah menganggap mereka sahabat sekaligus keluarga.


"Baiklah jika kalian memaksa"ucap Alsya memalingkan muka malu,jika Alsya tidak menggunakan masker mungkin mereka akan melihat rona merah di pipi Alsya.


"Gue akan meanggil kalian dengan sebutan abang"ucap Alsya tersenyum menatap mereka satu - persatu. 'Aku punya kakak laki - laki banyak sekarang dari bang Rio dan sekarang 4 pemuda di depan ku hihihi'ucap Alsya tertawa dalam hati.


"Baiklah sekarang lo adik gue"ucap Nic mengusap kepala Alsya,baru kali ini Nic mengusap kepala Alsya ia merasa ada rasa hangat yang menjalar di hatinya.


"Iya iya sekarang kita tonton pertandingan nya"ucap Alsya mengalihkan perhatian agar mereka tidak mengetahui jika Alsya malu karna perilaku abang - abang barunya.


Di arena tanding terlihat pertandingan sudah dimulai dimana Rafa melawan seseorang bertubuh kekar dengan tato dan tindik dimana - mana.Tapi di perguruan nya memang terkenal akan murit yang bertato.


Alsya mencermati setiap gerakan dan teknik yang dikeluarkan Rafa dan tak lupa ia mencermati gerakan dan teknik lawannya.


Rafa mengambil sikap tenang tapi mematikan menurut Alsya sedangkan lawannya mencoba memancing emosi Rafa agar Rafa lupa dengan teknik yang di susun nya.

__ADS_1


"Menurut lo siapa yang menang?"tanya Satria.


"Rafa karna ia tidak mudah dipancing emosinya tetapi kalau ia salah sedikit ia akan dipukul mundur"ucap Ali.


"Menurut gue juga Rafa karena gue pernah menjadi lawan nya,walau ia terlihat lemah ternyata ia gesit dan gerakan nya tak mudah di tebak"ucap Liam.


"Menurut gue lawannya,karna tubuhnya besar dan lihat tu otot kekarnya sekali pukul mungkin lawannya akan mengalami patah tulang atau cidera serius"ucap Satria.


Alsya dan Nic hanya diam mengamati pertandingan dengan pikiran yang penuh dengan tebakan - tebakan dan mencoba mempelajari secara cepat kelemahan antar pesaing dan mencoba mengamati gerakan - gerakan yang belum mereka ketahui.


Di arena tanding terlihat Rafa yang memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya karna lawan nya berhasil memukul mundur di area perutnya.


"Bagaimana apa kau mau menyerah anak kecil?"ucap pria berotot dengan nada sombong.


"Pukulanmu sangat bagus dan kuat,tapi perlu kau ingat aku tidak akan menyerah hanya karna pukulanmu yang kecil ini"ucap Rafa tersenyum mengejek.


Rafa berdiri tegap ia mengambil ancang - ancang menyerang balik,dengan kecepatan cahaya Rafa memukul badan pria otot berkali - kali hingga pria berotot itu jatuh karna tak kuat menerima serangan dari Rafa.


Rafa berjalan mendekat dengan wajah datar setiap melangkah sang lawan merasakan hawa yang menyaramkan entah kenapa hawa itu membuat dadanya menjadi sesak.


Rafa berdiri di hadapan pria berotot ia berjongkok dan membisikan sesuatu yang berhasil memancing emosi sang lawan.


Saat berhasil membisikan kata - kata itu Rafa berdiri dan melangkah sedikit jauh dari hadapan lawannya yang sekarang memiliki wajah merah padam.


"Beraninya kau!!!"teriak marah pria berotot melayangkan pukulan berkali - kali ke arah Rafa.


"Wah dia hebat bagaimana ia bisa memancing emosi lawan hanya dengan waktu perdetik?"ucap Satria heboh.


Sedangkan Alsya hanya diam tak merasa kasihan kepada Rafa yang mendapatkan beberapa luka pukulan,justru ia kasihan pada lawannya yang sedang emosi karna sebuah bisikan dari Rafa.


Saat ini Alsya sangat berbeda dari Alsya yang disekolah maupun Alsya yang dirumah,di sini Alsya seperti seseorang yang memiliki peneliti yang cermat, ia menyatat segala hak yang ada dihadapannya di kepalanya tampa satupun yang tertinggal ( Jadi Alsya memiliki sifat ganda yang menyusuaikan situasi dan tempat ia berada ).


Balik lagi ke arah dimana lawan Rafa yang memukul bertubi - tubi ke arah Rafa tetapi tidak ada satu pukulan pun yang berhasil mengenai rafa dan karena itu membuatnya semakin marah.


Karena amarah sang pria berotot tidak terkontrol maka ia lupa dengan skenario yang ia ciptakan ia malah menghancurkan semua rencana yang mungkin ia pikirkan matang - matang dan sekarang ia malah merasa lelah karna pukulan - pukulan yang ia layangkan tidak mengenai Rafa melahan ia menjadi lelah dan gerakannya pun menjadi lambat, Rafa yang melihat itu ia tersenyum tipis dan mencoba menggunakan kesempatan besar itu untuk mengakhiri pertandingan.


Rafa berlari kebelakang untuk memberi jarak untu menyerang,saat merasa jarak antar mereka pas Rafa berlari dengan cepat saat merasa jarak antar mereka cukup dekat Rafa meloncat dan menendang kepala sang lawan berkali - kali hingga sang lawan tidak bisa mengindari karna kelelahan dan terjatuh pingsan dengan hidung mengeluarkan darah.


Semua penonton terdiam dengan mulut menganga terkagum - kagum melihat aksi dari Rafa yang sekarang masih berdiri tegak,sedangkan lawannya di amankan oleh pihak perawat dan anggotanya yang berwajah masam.


Sang mc datang dengan habohnya dengan suara keras memekikkan gendang telinga.

__ADS_1


"Wah wah wah hebat sekali juara bertahan kita tepuk tangannya mana!!!!"ucap mc dengan suara keras dan di balas riukan tepuk tangan yang menggema.


Dan berlanjutlah ocehan dari mc yang memuji Rafa sedangkan Rafa hanya diam.


Setelah selesai dengan ocehannya sang mc mengumumkan bahwa Rafa yang memenangkan pertandingan dan terdengar tepuk tangan yang menggema.


Saat Aslya sudah puas melihat pertandingan ia memutuskan pulang karna lelah dan bosan,walau sebenarnya ada beberapa pertandingan yang masih berlanjut tetapi Alsya malas dan memilih pulang.


"Ayo kita balik"ucap Alsya diangguki yang lain tapi tidak dengan Satria.


"Ck ayolah pertandingannya belum selesai masih ada yang lain"ucap Satria.


"Jika lo masih ingin disini yaudak gue tinggal tapi jangan salahkan gue jika nanti barang lo ilang"ucap Ali dengan senyum licik.


"Dih dih dih lihat tu As eh maksudku Sya Ali mau selalu mencuri barangku jika aku tidak ada"adu Satria manja.


Alsya memijat pelipisnya yang tiba - tiba merasa pusing dengan tingkah mereka.


"Bangsat Tria jika lo masih ingin disini maka disinilah gue mau pulang"ucap Alsya menekan kata Bang.


"Kok lo manggil nya gitu sih"ucap Satria.


"Kan benar nama lu Satria bukan?,maka Alsya manggilnya BangSat tria mana salahnya?"ucap Ali membela Alsya.


"Udah - udah terserah kalian gue mau balik,jika ikut ayo jika tidak yaudah"ucal Alsya berdiri dengan melangkah menjahui abang - abang barunya.


Nic mengikuti Alsya dengan menuntun Liam di bantu Ali yang meninggalkan Satria sendirian.


"Dih gue ditinggal sendirian mending ikut nanti gue di culik tante - tante gimana"ucap Satria.


Baru saja selesai bicara tiba - tiba ada tante - tante datang duduk di sebelah Satria yang ingin berdiri.


"Duh benarkan ada tante - tante genit kabur ahh"ucap Satria pada dirinya.


"Heii tunggu!!"teriak Satria berlari menyusul Alsya dan rombongannya yang sudah keluar dari gedung.


Padahal tante - tante tadi hanya mencari tempat duduk tidak berniat menggoda Satria ( Dih Satria gr ni ) .


"Napa tu anak"ucap salah satu tante.


"Mungkin lagi kebelet"ucap satunya lagi di iringi tawa.

__ADS_1


__ADS_2