
Beberapa hari Alsya melatih kakinya dengan berjalan,Alsya tidak sendiri ia terkadang bersama Rio,jika Rio tidak ada atau memiliki kesibukan,maka Alsya di dampingi oleh Arka seperti saat ini.
"Aku seperti terlahir menjadi bayi yang belajar berjalan"ucap Alsya.
"Tapi kau memang seperti bayi bagiku"ledek
Rio.
"Tak apa,aku lebih suka menjadi bayi dari pada menjadi orang dewasa"ucap Alsya.
Arka terdiam ia menatap Alsya yang masih melatih kakinya,agar terbiasa berjalan seperti semula.
Arka tau Alsya salah satu seorang wanita yang kuat,ia tau apa arti ucapan yang baru saja Alsya ucapkan jika dia diposisi Alsya ia akan menjadi pribadi yang sangat tertutup,tetapi Alsya?, dia masih ceria dan membuat orang - orang disampingnya bahagia.
"Sudah,sekarang kau sudah bisa berjalan seperti dulu walau kau masih sedikit tidak lancar saat berjalan"ucap Arka membantu Alsya duduk di sofa.
"Kapan aku bisa pulang?"tanya Alsya menatap lurus ke dalam mata Arka.
Arka menjadi gugup karna Alsya menatapnya begitu, ia membuang muka ke arah samping agar tidak bertatapan mata dengan Alsya.
"Sebenarnya kau sudah boleh pulang"ucap Arka.
"Benarkah?,terus kenapa aku masih di sini?"tanya Alsya.
"Karna Rio yang meminta kau disini sampai kau sembuh total"ucap Arka.
"Tapi kan aku sudah sembuh"ucap Alsya.
Arka mengangkat kedua bahu tidak tau.
Alsya baru tau setelah berpikir beberapa menit alasan kenapa Rio tidak membiarkan ia pulang,Alsya langsung tersenyum tipis dengan kelakuan Rio yang mempedulikannya.
"Baiklah kau tunggu disini,sebentar lagi Rio akan datang"ucap Arka.
"Dan aku harus pergi,saat ini ada jadwal operasi yang harus segera ku tangani"lanjut Arka berjalan keluar.
Alsya mengangguk dan melihat handphonenya di meja.
"Aku belum menghubungi mereka,aku hanya mengirim pesan singkat,apa aku hubungi mereka sekarang atau nanti?, emmm gak usah lah,lagi pula aku akan pulang dan kembali bersekolah lagi"ucap Alsya tersenyum tipis.
Beberapa menit kemudian pintu terbuka dan memperlihatkan Rio yang tersenyum lembut melihat Alsya yang sedang serius membaca buku.
"Apa kau menungguku?"ucap Rio mengelus lembut rambut Alsya.
Alsya mendongak kaget,ia tidak menyadari Rio yang berada di belakangnya.
"Ahh Bang Rio ngagetin aja"ucap Alsya mengelus dada.
Rio hanya terkekeh geli melihat wajah kesal Alsya.
"Lagi baca apaan sihh,kok serius banget sampai Bang Rio masuk gak tau"ucap Rio duduk disamping Alsya.
__ADS_1
"Ini Bang, buku pelajaran Alsya,Alsya sudah ketinggalan jauh banget,jadi Alsya mempelajari sedikit demi sedikit agar tidak terlalu ketinggalan gitu"ucap Alsya kembali fokus ke buku yang berada ditangannya.
Keadaan menjadi hening,Rio memperhatikan wajah Alsya yang sedang serius membaca buku pelajaran yang ada di tangannya.
"Apa kau sudah siap sekolah lagi?"tanya Rio tiba - tiba.
Sebenarnya Rio tidak tega melihat Alsya yang harus ketinggalan pelajaran karna perbuatannya, sebenarnya Alsya sudah boleh pulang dari beberapa hari yang lalu,tapi Rio belum siap Alsya ketemu kedua orangtuanya,ia sudah menawarkan agar Alsya tinggal dengannya tapi Alsya tidak mau dan tetap ingin tinggal dimana seharusnya ia tinggal.
"Alsya seratus persen siap"ucap Alsya semangat menatap Rio berbinar.
"Baiklah kalau itu ke inginanmu, sekarang bereskan barang - barang yang ingin kau bawa pulang"ucap Rio.
"Sekarang?"tanya Alsya memastikan.
"Iya Alsya adikku tersanyang, atau kau tidak mau pulang sekarang?"ucap Rio.
Alsya menggelengkan kepala dengan cepat.
"aku ingin pulang sekarang juga, aku kangen mereka"ucap Alsya semangat.
"Kalau begitu segera bersiap,akan ku bantu agar lebih cepat"ucap Rio.
Beberapa menit kemudian Alsya dan Rio berjalan keruangan Ruo untuk berpamitan kepada Arka yang sekarang berada di ruangannya, sebenarnya Rio tidak mau, tetapi Alsya terus memaksanya.
Alsya dan Rio menunggu Arka yang ternyata masih berada di ruang operasi.
"Kenapa kita tunggu dia, ayo kita langsung pulang saja"ucap Rio.
Ruo hanya pasrah mengikuti kemauan Alsya.
Beberpa menit Arka masuk keruangannya dan melihat Alsya yang sedang membaca buku dan Ruo yang sedang menatapnya tajam.
"Eh kalian ngapain kesini?, sudah dari tadi?"ucap Arja duduk di hadapan mereka.
"Ya lama lah,waktuku terbuang sia - sia karna lo tau gk"ucap Ruo ngegas.
Alsya memengang tangan Ruo berniat menenangkan Ruo yang sedang emosi.
"Ya maaf ada pasien yang harus kutangani,jadi kenapa kalian datang kesini?"tanya Arka
"Kami ingin pamit pulang Dokter tampan"ucap Alsya di iringi senyuman manis.
"Jadi... Kau akan pulang sekarang Sya?"tanya Arka seperti tidak rela.
"Dihh.. Gak usah lebay lo,lo udah tau kalau Alsya akan pulang sekarang masih banyak nanya"ucap Rio ketus.
Alsya hanya menggelengkan kepala dengan tingkah Rio.
"Ya Alsya akan pulang sekarang,kapan - kapan Alsya mampir menemui Dokter tampan oke?"ucap Alsya dengan mengedipkan sebelah mata.
"Ha ha ha oke kalau begitu hati - hati dijalan"ucap Arka.
__ADS_1
Alsya mengangguk dan Rio pun menarik Alsya keluar dari ruangan Arka dan berjalan ke arah dimana mobil Rio berada.
"Sya apa benar kau gak mau tinggal dirumahku?"tanya Rio berharap.
"Maaf Bang,tapi Alsya masih ingin tinggal di rumah Alsya"ucap Alsya,Alsya tau jika Rio sangat khawatir dengannya.
"Tapi Sya Bang Rio khawatir,nanti bagaimana kalau sesuatu terjadi lagi bahkan lebih parah"ucap Rio.
"Bang Rio tengang saja,Alsya adalah wanita yang kuat,jadi Alsya akan kuat menghadapi masalah yang akan datang"ucap Alsya memegang sebelah tangan Rio.
Keadaan pun hening di perjalan tidak ada yang memecahkan keheningan,hanya ada suara klason mobil dan kendaraan lain.
Mereka berdua fokus dengan apa yang mereka lakukan,Alsya fokus membaca buku,sedangkan Ruo fokus menyetir.
Beberapa menit mereka berdua sampai di rumah Alsya yang masih sepi seperti tidak ada penghuni.
"Sepertinya mereka belum kembali dari luar negeri"gumam Alsya menatap rumahnya.
Rio yang mendengar pun merasa sedikit tenang.
"Emang mereka kemana?"tanya Rio.
Alsya menoleh,menatap Rio sebentar sebelum menjawab.
"Mereka memiliki perkerjaan,ke luar negeri entah berapa bulan"ucap Alsya.
Rio mengangguk senang,sekarang ia sedikit tenang.
"Kau tidak usah membereskan apapun,sebelum kau pulang aku menyuruh seseorang untuk membersihkan darahmu yang berceceran sekaligus membersihkan yang lain"ucap Rio.
"Makasih,Bang Rio adalah kakak laki - laki yang terbaik sedunia"ucap Alsya memeluk Rio.
Rio membalas pelukan Alsya dengan senyuman hangat.
"Sekarang kau masuk dan istirahat,besok kau sudah bisa kembali bersekolah lagi"ucap Rio.
"Benarkah?,Bang Rio gk bohong kan? "ucap Alsya mendongak menatap Rio.
"Tentu,kapan Bang Rio pernah bohong sama Alsya?"ucap Rio mencubit gemas pipi Alsya.
Alsya memeluk kembali Rio dengan erat,ia benar - benar bersyukur memiliki seseorang seperti Rio,ia berharap Rio terus seperti ini menyayanginya.
"Yaudah sana masuk"ucap Rio melepaskan pelukan Alsya.
"Bang Rio gak mampir dulu?"ucap Alsya.
"Enggak Bang Rio masih punya banyak perkerjaan yang harus di selesaikan secepatnya"ucap Rio.
"Kalau begitu Alsya masuk dulu,bye Bang Rio"ucap Alsya melambaikan tangan masuk rumah.
Rio membalas lambaian Alsya yang semakin jauh dan masuk kemobilnya ketika Alsya tidak terlihat lagi.
__ADS_1
"Semoga mereka berubah"ucap Rio menatap rumah Alsya dengan tatapan dingin sebelum menjalankan mobilnya.