APAKAH AKU BISA BAHAGIA?

APAKAH AKU BISA BAHAGIA?
INI SEMUA SALAHKU!!


__ADS_3

"Dia adalah saudara kembar Alsya"ucap Alsya dengan suara bergetar ketakutan.


"Apa?!"ucap Rio dengan wajah kaget.


Pov Alsya :


Jantungku berdetak dengan cepat saat mendengar teriakan Bang Rio,aku takut ia akan marah denganku karna kesalahanku dimasa lalu,seperti Mama dan Papa yang marah padaku bahkan sampai menyiksaku.


Aku masih diam memikirkan bagaimana cara menjelelaskan agar Bang Rio mengerti.


"Kenapa kau tak memberitau aku dari dulu?, sekarang dimana dia?, dan siapa namanya?,coba jelaskan secara perlahan gak usah takut"tanya Bang Rio.

__ADS_1


Karena Bang Rio memiliki banyak pertanyaan,pertanyaan - pertanyaan itu berhasil membuatku bertambah takut untuk menjelaskan,aku takut jika aku salah bicara, apakah ini saatnya ia tahu?, ya mungkin ini saatnya untuk menjelaskan semuanya tentang Dia.


Aku menarik nafas dalam dan menghembuskan secara perlahan untuk menenangkan diri.


"Dia bernama Alya,dia adalah saudara kembarku,dan aku adalah kakaknya dan Alya adalah adikku,Alya adalah anak kesayangan Mama dan Papa karena ia selalu lebih unggul dari pada aku,Alya selalu dimanja dan selalu diberi perhatian penuh,saat aku dan Alya waktu kecil kami selalu bermain bersama dengan bahagia tampa mengenal apa itu kesedihan, setelah usia kami menginjak lima tahun kami jarang bermain bersama karena saat itu Alya menjadi selalu unggul dariku,disaat itu aku tidak peduli tapi saat usia kami menginjak dewasa aku merasa iri padanya,setiap hari,setiap saat Alya selalu bersama Mama dan Papa dengan diiringi tawa bahagia,sedangkan aku?, aku berdiri dari kejauhan melihat mereka yang tertawa bahagia,bahkan mulai dari kecil aku disiksa saat Alya terluka walaupun luka itu bukan karna perbuatanku,Alya hanya diam saat melihatku disiksa oleh Mama dan Papa, aku hanya bisa menangis dan memohon untuk berhenti tapi mereka seakan tuli,waktu itu aku masih berumur 6 tahun,saat masih kecil aku selalu iri dan benci dengan Alya tapi aku hanya bisa diam saja,selama ini aku hanya ditemani Nenek yang sayang kepadaku,disaat aku sedih nenek pasti selalu ada disampingku ,disaat aku disiksa Nenek pasti disampingku untuk membela,bahkan aku tidak akan tersentuh oleh Mama dan Papa jika Nenek disampingku"ucap ku berhenti sejenak menatap kelangit.


"Aku selalu mengingat nasihat - nasihat dari nenek,dimana saat aku kecil aku ingin melukai Alya karna benci dan iri dimana Alya selalu mendapatkan kasih sayang oleh Mama dan Papa,sebenarnya saat kecil aku tidak membencinya tapi saat melihat sikapnya saat aku disiksa benci itu mulai muncul,tapi Nenek selalu ada disampingku dan menasihatiku,akhirnya aku mulai bisa menghilangkan rasa benci dan iri walau dilubuk hati ku rasa iri masih tetap ada, sampai akhirnya nenek pergi meninggalkanku sendirian selamanya,aku hanya di temani sebuah boneka yang di berikan oleh nenek waktu ulang tahunku ke 7 thn,aku menangis dengan keras di samping makam Nenek,sedangkan Mama dan Papa hanya diam,waktu terus berlalu dan aku tumbuh dengan kesengsaraan tampa ada yang menemaniku dan melindungiku"ucapku berhenti mengusap air mata.


"Saat aku umur 9 thn aku kesepian lagi dan lagi karena,boneka yang selama ini menemaniku dari kecil harus ku berikan kepada Alya"ucap ku menunduk sedih.


"Kenapa?, bukannya boneka itu pemberian Nenekmu?"tanya Bang Rio mengusap air mataku.

__ADS_1


"Benar,waktu itu aku baru pulang sekolah dengan berjalan kaki,padahal jarak antara rumah dan sekolah cukup jauh,tapi apa boleh buat,mereka tidak mengizinkanku naik kendaraan,sedangkan Alya selalu diantar jemput oleh mereka,saat pulang sekolah pastinya Alya sudah sampai lebih dahulu,aku berlari memasuki kamarku dan melihat sesosok yang berdiri membelakangiku ternyata orang itu adalah Alya yang seperti memegang sesuatu,aku reflek bertanya 'Ngapain kau disini?' tanyaku ya sedikit jutek,Alya membalikan badan dengan wajah kaget,dan disaat itu juga aku melihat Alya memeluk boneka yang Nenek berikan untukku,aku langsung mengambilnya dan menyembunyikan di balik badanku, ia menatapku seperti memohon sesuatu ' Kak bolehkah boneka itu menjadi milikku?'tanyanya dengan wajah polos,aku pun menolak dengan tegas,bagaimana tidak boneka itulah benda peninggalan Nenek satu - satu yang deberikan padaku,Alya menatap ku dengan mata yang berkaca - kaca, aku tidak peduli walau saat itu aku tidak membencinya tapi perbuatannya membuat ku marah"ucap ku dengan amarah membara, tampa sadar aku menonjok tanah disampingku.


Bang Rio langsung menggenggam tanganku dan menenangkanku, aku pun melanjutkan ceritaku.


"Disaat itulah Mama dan Papa mendatangi kamarku,'Sayang ada apa?' ucap Mama dengan nada yang lembut memeluk tubuh Alya,rasa iri mulai bangkit tapi saat itu aku segera menepis,Papa melihat Alya yang masih menatapku dengan mata berkaca - kaca,Papa menatapku tajam disaat itu aku hanya menunduk dan memeluk erat boneka pemberian Nenek dengan ketakutan,'Ada apa sayang?, kenapa kau menatap Alsya dengan mata yang berkaca - kaca?, apakah dia melukaimu?' tanya Papa dengan lembut,mengusap rambut Alya,saat itu aku tambah ketakutan,aku semakin memeluk erat boneka yang ada di dekapanku,'Alya mau boneka itu'ucap Alya dengan tangan menujuk boneka yang kupeluk,dengan serentak Mama dan Papa melihat boneka yang kupeluk,'Jangan ini boneka pemberian Nenek,lagi pula kau juga deberikan boneka pada Nenek saat itu'ucapku saat itu mencoba memberanikan diri,'Bagaimana jika nanti Papa belikan yang lebih bagus,lihat itu boneka itu sudah sangat buruk,lebih baik Papa berikan yang baru bagaimana?'ucap Papa, memang boneka ku saat itu sudah tidak sebagus saat Nenek masih hidup, jahitan ada dimana - mana,tapi masih layak untuk digunakan.Saat itu Alya menggeleng bahkan ia sampai menangis,saat itu juga aku memeluk dengan erat bahkan air mata mulai turun dengan deras,'Kumohon jangan'ucapku saat itu dengan isak tangis,tapi hanya itu yang bisa ku lakukan, dan boneka ku di tarik paksa bahkan aku di dorong sampai kepalaku terbentur dan berdarah oleh Mama, saat itu mereka tidak peduli dan pergi begitu saja meninggalkanku yang tidak berdaya"ucap ku aku meraba bekas luka yang dikepala sebelum melanjutkan ceritaku.


"Tahun bertahun berlalu, aku menginjak usia 12 thn,entah angin dari mana saat itu aku di ajak jalan - jalan oleh mereka,kami ke taman,ke mall,ke tempat bermain,intinya aku menikmati walau aku selalu di belakang mereka,saat malam tiba kami ingin pulang,tapi kami harus menyebrang karna mobil kami berada di sebrang jalan, kami menyebrangi jalanan tetapi aku di suruh berada di belakang mereka,waktu di pertengahan penyebrangan Alya melepaskan genggaman tangan Mama dan Papa, Alya berjalan mendahului kami,Mama panik dan berteriak memanggil Alya,tetapi Alya hanya acuh,tiba - tiba dari arah samping kiri ada sebuah motor yang sangat ngebut,sedangkan Alya belum menyadari, aku yang menyadari lebih dahulu pun berlari untuk menolong Alya,'Alya awas!!'teriak Mama dan Papa, aku terus berlari tapi terlambat Alya terpental jauh sedangkan aku keserempet dan sedikit terluka,Mama dan Papa berlari ke Arah Alya yang bersimpuh darah,banyak orang berdatangan sedangkan aku berdiri dibantu orang - orang,sedangkan pengendara kabur entah kemana,aku berjalan dengan bertatih - tatih dibantu oleh beberapa orang sampai di sana aku melihat Alya yang sudah tidak bernafas lagi dipangkuan papa,aku ditatap tajam oleh mama dan ditampar dengan keras,'Kau tidak berguna,kenapa kau tidak berhasil menyelamatkannya ha?!!'teriak Mama,banyak orang - orang yang berbisik - bisik entah apa yang mereka bicarakan,saat Mama ingin menamparku lagi ada seorang ibu - ibu yang berkata keras ' Hei kenapa kau bicara seperti itu? , kenapa kau menjadikan dia benteng ?,ibu macam apa kau,jika kau terus menyalahkan anakmu ini kau akan ku laporkan atas tindakan kekerasan'teriak ibu yang berada di sebelah dengan marah memelukku yang menangis histeris"ucap ku menatap kedua tanganku marah.


"Ini semua salahku, kenapa aku tidak berhasil melindungi Alya?!!!,aku benci diriku,aku benci tanganku, aku benci semua yang ada di diriku,aku tidak berguna,seharusnya aku mati, karna diriku Alya tidak selamat!!!"teriak ku histeris memukuli dadaku sendiri karna kecewa dan marah.


Pov Alsya End.

__ADS_1


__ADS_2